Yazhid Blog

.

Sunday, 19 March 2017

RUANG LINGKUP TRANSFUSI DARAH


TUJUAN DAN INDIKASI SERTA RUANG LINGKUP TRANSFUSI DARAH
Transfuse darah adalah tindakan memindahkan darah atau komponen dari seseorang yang sehat (donor) ke dalam pembuluh darah orang lain (resipien)
Transfuse darah dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan utama :
1.      Transfuse allogenic adalah darah yang disimpan untuk transfuse berasal dari tubuh orang lain.
2.      Transfuse autologous adalah darah yang disimpan untuk transfuse berasal dari tubuh donor sendiri yang diambil 3 unit beberapa hari sebelumnya dan setelah 3 hari ditransfusikan kembali ke pasien.

a.      Transfuse darah masif
Transfuse darah massif adalah pemberian darah lebih volume darah pasien dalam waktu 24 jam. Masalah yang dapat timbul adalah penurunan kadar factor pembekuan dan trombosit karena pengenceran. Perdarahan masih adalah perdarahan lebih dari sepertiga volume darah dalam waktu lebih dari 24 jam. Definisi dari perdarahan masih belum jelas dan masih banyak versi seperti :
1.      Transfuse darah sebanyak lebih dari 1-2 kali volume darah dalam waktu lebih dari 24 jam
2.      Transfuse darah lebih besar dari 50% volume darah dalam waktu singkat (missal 5 kantong dalam waktu 1 jam untuk berat 70 kg)
b.     Transfuse sangat darurat
Bagi pasien perdarahan hebat waktu yang diperlukan untuk uji silang lengakap adalah terlalu lama dokter hendaknya menulis dalam formulir permintaan bahwa darah dibutuhkan segera/cito tanpa uji cocok serasi/cross match. Dan menulis bahwa reaksi kompabilitas belum dikerjakan. Uji lengkap akan disusulkan, jika inkompabilitas akan segera diberitahukan. Pilihan yang dapat diberikan:
1.      PRC golongan O tanpa cross match (donor universal). Golongan darah O dapat diberikan kepada golongan A,B,AB, dengan aman tanpa cross match. Tidak akan terjadi inkompabilitas ABO, PRC lebih baik dari pada Whole blood.
2.      PRC golongan yang sama dengan resipien. Cara ini dapat dilakukan tanpa cross match

TUJUAN TRANSFUSI DARAH
1.      Meningkatkan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen
2.       Memperbaiki volume darah tubuh
3.      Memperbaiki kekebalan tubuh
4.      Memperbaiki masalah pembekuan

INDIKASI TRANSFUSI DARAH
Dalam pedoman WHO disebutkan :
1.      Transfuse tidak boleh di berikan tanpa indikasi akut
2.      Transfuse hanya di berikan berupa komponen darah pengganti yang hilang/kurang
Indikasi transfuse darah dan komponen darah adalah :
1.      Anemia pada perdarahan akut setelah di dahului penggantian volume dengan cairan
2.      Anemia kronis jika Hb tidak dapat di tingakatkan dengan cairan lain
3.      Gangguan pembekuan darah karena defisiensi komponen
4.      Plasma los atau hypoalbuminemia jika tidak dapat lagi diberikan plasma substitute atau larutan albumin
5.      Kehilangan sampai 30% EBV (estimated blood volume) umunya dapat diatasi dengan cairan elektrolit saja. Kehilangan lebih dari itu setelah diberi cairan elektrolit perlu di lanjutkan dengan transfuse jika Hb < 8 gr/dl.

Transfuse darah lebih besar dari 50% volume darah dalam waktu singkat (minimal 5 unit dalam 1 jam untuk berat 70 kg). transfuse darah tidak boleh di berikan kecuali manfaatnya melebihi resikonya. Tidak semua pasien anemia diberikan transfuse darah meskipun itu anemia gravis. Pada anemia transfuse baru layak di berikan jika pasien menunjukkan tanda oksigen needs/rasa sesak, mata berkunang, berdebar, pusing, gelisah atau Hb < 6 gr/dl. Khusus bagi pasien yang menderita penyakit sistemik dimana kompensasi jantungnya terbatas, maka transfuse diberi bila Hb < 8 gr/dl. Tidak semua pasien perdarahan perlu transfuse meskipun itu perdarahan banyak
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts