Yazhid Blog

.

Monday, 20 March 2017

PEMERIKSAAN FISIKA AIR DI LAPANGAN




PEMERIKSAAN FISIKA DI LAPANGAN
WARNA
            Warna dalam air dapat disebabkan oleh adanya : ion metal alam (Fe, Mn), humus, planton, zat warna buangan industri. Warna Nyata (True Colour) adalah warna dari air yang kekeruhannya telah dihilangkan. Warna Nampak (Apperent Colour) adalah warna yang tidak saja disebabkan oleh zat yang terlarut dalam air tapi juga oleh zat yang tersuspensi
Prinsip Pemeriksaan :
            Pemeriksaan warna yg ditentukan dengan perbandingan visual dari contoh dg standar warna yg telah diketahuikonsentrasinya. Dalam pemeriksaan ini standar warna yang dianjurkan (digunakan) platina-cobalt dengan satuan mg Pt-Co/L. Gangguan dan kekeruhan dan zat tersuspensi dapat mengganggu pemeriksaan. Gangguan tsb dapat dihilangkan dengan penyaringan/pemusingan.

Alat : Satu seri tabung Nesler kapasitas 50 ml bentuk tinggi.
Pembuatan Larutan Standar :
1.      a. Larutkan 1,246 gr kalium kloroplatina (K2PtCl6)↔500 mg logam platina dan 1,000 gr cobalt clorida (CoCl 6 H2O) ↔250 mg
b.1,000 gr CoCl 6 H2O ↔250 mg cobalt didalam air suling dengan 100 ml HCl p dan diencerkan ad  1000 ml.
      c. Larutan tsb mempunyai skala warna 500
2.Apabila tidak ada K2PtCl6
      a. Larutkan 500 mg logam platina murni didalam aquaregia dengan memanaskan kemudian hilangkan HNO3 yg ada dg + HCl p beberapa kali.
      b. Larutkan residu yang dihasilkan bersama dg 1 gr CoCl seperti pada cara diatas.
Tehnik :
1.      Siapkan satu seri  standar dengan warna 5, 10, 15, dst. Yang didapat dengan cara mengencerkan lar. Standar menjadi 50 ml dengan tabung nesler
2.      Contoh yang akan diperiksa dimasukkan kedalam tabung nesler 50 dan bandingkan dengan larutan standar. Dasar tabung terbuat dari warna putih/ ditempatkan pada permukaan tertentu dengan sudut tertentu  sehingga cahaya yang dipantulkan dapat melalui medium

Perhitungan :
            Skala warna contoh dihitung sbb:
                  A X 50 / B = mg/L
                        dimana :          A = Perkiraan skala warna dari contoh yg diencerkan

                                                B = Volume (ml) contoh yg diencerkan
BAU
            Bau yang mengganggu dapat disebabkan oleh zat tertentu didalam air misalnya ; bau anyir oleh zat organic, bau busuk oleh H2S dan menyengat oleh NH3

Caranya:
            Contoh air dimasukkan kedalam tempat yang bermulut kecil lalu dibau dengan tangan. Kalau kurang jelas dapat dipanaskan pada suhu 40oC

RASA
            Ada 4 macam rasa yaitu asam, manis, asin dan pahit. Timbulnya rasa tersebut menunjukkan adanya zat terlarut yang berlebihan dalam air tsb. Pemeriksaaan rasa tidak dilakukan untuk bakteri yang kemungkinan tercemar seperti : bakteri, virus, parasit, zat kimia beracun, air limbah dan air kotor

KEKERUHAN
            Kekeruhan disebabkan oleh adanya zat tersuspensi misalnya : tanah liat, Lumpur, zat organic, planton dan zat halus lainnya.
            Kekeruhan merupakan sifat optis suatu larutan yaitu absorbsi dan pantulan cahaya yang melaluinya dan tidak dapat dihubungkan secara langsung antara kekeruhan dengan zat tersuspensi karena tergantung pada ukuran dan bentuk butir zat tersuspensia 3 metode pengukuran kekeruhan :
1.      Metode Nephelometri (unit kekeruhan nephelometri)
2.      Metode Hellige turbidimetric (unit kekeruhan Silica)
3.      Metode Visual (unit kekeruhan Jackson

            Metode visual lebih sesuai untuk nilai kekeruhan tertinggi = > 25 unit. Sedang metode Nephelometri lebih sensitive dan dapat digunakan untuk segala tingkat kekeruhan.

Metode Kekeruhan Nephelometri

Prinsip Pemeriksaan :
           
            Perbandingan antara intensitas cahaya yang dipantulkan dari suatu contoh air dengan insentisas cahaya standar pada kondisi yang sama , makin tinggi intensitas cahaya dipantulkan, makin tinggi pula kekeruhannya.

Sebagai standar kekeruhan digunakan suspensi polimer Formazaline yang dengan kadar tertentu mempunyai kekeruhan 40 unit kekeruhan nephel.karena sebagai standar formazaline maka satuannya sering disebut FTU (Formazaline Turbidity Unit)

            Kekeruhan dari suspensi  standar tsb = skala kekeruhan 40 unit Jakson yang diukur dengan Candle Turbidimeter karena itu dengan pengukuran kekeruhan dengan skala nephelometric mempunyai kekeruhan yang hamper sama dengan candle turbidimeter.

Gangguan
            Warna nyata mengganggu pemeriksaan kekeruhan sehingga mengakibatkan penurunan nilai kekeruhan yang disebabkan oleh absorbsi cahaya tabung yang kurang bersih juga mengganggu kekeruhan.-


Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts