Yazhid Blog

.

Monday, 20 March 2017

LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN NARKOBA



I.                   Judul                :  Pemeriksaan test Narkoba
II.                   Tujuan              : Untuk mengetahui ada tidaknya narkoba pada pasien
III.                   Prinsip             
          Pada strip mengandung konjungat drugs IgG anti narkoba, dimana subtrat urin yang mengandung drugs (AMP/THC/MOR) akan bereaksi dengan konjungat dimana hasil (+) ditandai dengan terbentuknya garis merah pada test, (-) pada test

IV.                   Metode              Immunokromatografi

V.                   Landasan teori

Narkoba atau Narkotika dan obat terlarang lainnya, saat ini penggunaannya menjadi masalah medis, hokum, social dan ekonomi di Negara maju maupun Negara berkembang.Penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun semakin meningkat Menurut UU RI Nomor 5 Tahun 1997 yang termasuk kelompok Psikotropika adalah Amfetamin dan derivatnya yaitu MA (Methamfetamin) dan MDMA (Methylene-Dioxyy-Meth-Amvetamin). LSD ( Lysergic Acid Diethylamide), obat tidur, anti depresi dan anti psikosis.
Ganja atau Marijuana/Hashis yang metabolitnya dalam urin sebagai THC (Tetra Hidro Cannabinol) atau 11-nor-Ä- tetrahydrocannabinol-9-carboxylic acid (asam karboksilat yang berkonjugasi yang berkonjugasi dengan asam Glukoronat), merupakan jenis narkoba dari kelompok halusinogeen dan narkoba golongan 1. Umumnya ganja digunakan melalui rokok.
Kokain (ecgonine methyl ster-benzoylecgonine) adalah stimulat jenis narkotika golingan 1. Kokain dikomsumsi melalui suntikan, dihirup dan dimasukkan dalam rokok. Amfetamin dan derivatnya yaitu MA (dikenal sebagai shabu-shabu)dan MDMA (sebagai ekstansi/inex) termasuk golongan psiko-stimulansia. MDMA biasanya dikomsumsi melalui oral sedangkan MA digunakan secara suntikan, dihirup dan dicampur dengan tembakau rokok kemudian dihisap.
Melalui sirkulasi darah, zat narkoba akan dibawa ke otak, hati, ginjal, dan organ lainnya, kemudian mengalami metabolism serta melalui ginjal dieksresi dan dikeluarkan melalui urin. Efek dari zat narkoba dapat mempengaruhi susunan saraf pusat dan merusak organ-organ dalam tubuh.

VI.                   Pra Analitik
1.             Persiapan pasien      : tidak memerlukan persiapan khusus
2.             Persiapan Sampel    : urin sewaktu
3.             Alat dan Bahan
Alat :
1)         Wadah penampung urin

Bahan :
    1). Urin
    2). Strip test Narkoba

          VII.            Analitik
1.      Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.      Celupkan strip kedalam wadah yang berisi urine
3.      Keluarkan kemudian baca hasilnya.


  VIII.              Interpretasi hasil
Positif : jika terbantuk satu garis
Negative : jika terbentuk 2 garis
Invalid : tidak terbentuk garis warna pada control dan test

IX.                  Hasil  Pengamatan
Hasil yang diperoleh dari pasien :
a.       Nama : 
b.      Umur : 
c.       Alamat : 
d.      Hasi    : negatif karena terbentuknya 2 garis pada strip
                   


X.    Pembahasan
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
  2. Stimulan, efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
  3. Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
4.         Adiktif, Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja, heroin, putaw.
Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian. berdasarkan reaksi imunokromatografi di mana urine yang mengandung narkoba berkaitan dengan obatconjugate untuk mengikat antibody dalam strip. Urine yang mengandung obat(narkoba) akan memberikan satu garis warna pada strip, sedangkan urine yang tidak mengandung narkoba akan memberikan 2 garis warna pada strip.

XI.               Penutup
      Kesimpulan
Narkoba atau Narkotika dan obat terlarang lainnya, saat ini penggunaannya menjadi masalah medis, hokum, social dan ekonomi di Negara maju maupun Negara berkemban. Dari hasil praktikum yang telah dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya narkoba pada pasien , diperoleh hasil negatif dengan terbentuknya 2 garis pada strip.


Daftar Pustaka
   .
Hoffman SL, Strickland GT, Ed,(1991); Typhoid Fever and Hunter’s Textbook of Pediatrics, edisi 7. Philadelphia : WB Saunders,:344-58.
Suwarso, Manajemen Laboratoris Penyalahgunaan Obat dan Komplikasinya, Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada,  Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta, 2002 hal ; 6,7,8,9,10
Manalu Erida, Pemeriksaan Laboratorium Narkoba, diakses tanggal 2 November 2011 Riumanjisen, Metode uji narkoba, jambi, 2008. Diakses tanggal 2 november 2011
   (http://id Wikipedia Org /wiki/Test/ Uji Widal )




Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts