Yazhid Blog

.

Friday, 17 February 2017

MENEGAKKAN DIAGNOSA DARI INFEKSI JAMUR



  Cara menegakkan diagnosis
    Selain  gejala khas  dari  masing-masing  jamur maka diagnosa  suatu penyakit jamur harus dibantu dengan pemeriksaan laboratorium yaitu :
a.    Pemeriksaan preparat langsung
    Untuk melihat apakah ada infeksi jamur, perlu dibuat preparat langsung dari kerokan kulit, rambut atau kuku. Sedian dituangi larutan KOH 10-40 % dengan maksud melarutkan keratin kulit atau kuku sehingga akan tinggal kelompok hifa. Sesudah 15 menit atau sesudah dipanasi diatas api kecil, jangan sampai menguap,. dilihat  di bawah mikroskop.
b.    Pembiakan atau Kultur
    Pembiakan dilakukan dengan menggunakan media SDA (sabaroud dextrose agar)  pada suhu kamar (25-30˚C), kemudian dalam  satu minggu dinilai apakah ada perubahan atau pertumbuhan jamur.
c.    Reaksi Imunologis (Alergi)
    Dengan  menyuntikan  secara  intrakutan  semacam  antigen yang dibuat dari koloni jamur, reaksi (+), misalnya

1)   Reaksi trikofitin
    Antigen yang dibuat dari pembiakan trikofitis. Kalau (+) berarti ada infeksi trikofiton
2)   Reaksi histoplasmin
    Antigen yang' dibuat dari pembiakan histoplasma. Kalau (+) berarti ada infeksi histoplasma
3)   Reaksi sporotrikin
    Antigen  yang  dibuat  dari  pembiakan  schenkin.  Kalau  (+) berarti ada infeksi dari spesies sporotrikum.
d.   Biopsi atau Pemeriksaan Histopatologi
    Khusus dilakukan  untuk  pemeriksaan  penyakit jamur golongan  mikosis  dalam.  Dengan  pewarnaan  khusus  dari suatu  jaringan   biopsi,  dapat  dicari  elemen  jamur   dalam jaringan   tersebut.   Pewarnaan  khusus  seperti   pewarnaan gram,  HE (Hematoxylin-Eosin) dan  PAS (Periodic Acid Schiff) dapat  mewarnai elemen  jamur  dalam jaringan sehingga tampak lebih jelas, Selain itu, pemeriksaan histopatologi sangat penting untuk melihat reaksi jaringan infeksi jamur.
e.    Pemeriksaan Dengan Sinar Wood

    Sinar wood adalah sinar ultraviolet (Siregar, 2003).
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts