Yazhid Blog

.

Saturday, 3 December 2016

TINJAUAN UMUM BAKTERI SALMONELLA

Tinjauan   U mum  Tentang S almonella 1.          Pengertia n S almonella Salmonella merupakan bakteri batang gram-negatif. Kar... thumbnail 1 summary
Tinjauan  Umum  Tentang Salmonella
1.         Pengertian Salmonella


Salmonella merupakan bakteri batang gram-negatif. Karena habitat aslinya yang berbeda dalam usus manusia maupun hewan. Bakteri ini di kelompokan dalam enterobacteriaceae (Brooks, 2005). Isolasi dari mikrorganisme salmonella pertama kali pada tahun 1884 oleh Gaffky dengan nama spesies bacterium thyposum. Bahkan dalam perkembangannya, salmonella menjadi bakteri yang paling kompleks dibandingkan enterobacteriacea lain, oleh karena bakteri ini memiliki lebih dari 2400 serotipe dari antigen bakteri ini. Dalam perkembangan taksonomi cukup rumit sehingga terdapat beberapa tata nama yang berbeda Kauffman-white menggolongkan salmonella  berdasarkan kekhasan antigenik, sedangkan Ewing, dkk. menyatakan bahwa terdapat tiga spesies salmonella, yaitu salmonella choleraesuis, salmonella enteritidis, dan salmonella typhy. Melalui pemetaan genetika, salmonella disimpulkan termasuk dalam genus Arizona berdasarkan persamaan struktur genetika, filogenik, petunjuk evolusinya (Maksum,R dan Biomed 2009).
2.         Klasifikasi
Kingdom       : Eubacteria
Filum             : Proteobacteria
Kelas             : Gammaproteobacteriae
Ordo             : Enterobacteriales
Family           : Enterobacteriaceae
Genus            : Salmonella
                   Spesies     : Salmonella paratypi, salmonella thypi, salmonella enteritidis,     salmonella choleraesuis.
Klasifikasi salmonella bersifat kompleks karena organisme ini merupakan suatu rangkaian yang berkesinambungan dan bukan satu spesies umum.  Anggota genus salmonella awalnya diklasifikasikan berdasarkan epidemiologi, pejamu, reaksi biokimia, dan struktur antigen O,H dan vi (jika ada). Penelitian hibridisasi DNA telah menunjukan adanya tujuh kelompok evolusioner saat ini, genus salmonella dibagi menjadi dua spesies yang masing-masing terbagi atas banyak subspecies dan serotype. Kedua spesies tersebut adalah salmonella enteric  dan salmonella bongori (Jawetz, et al, 2010).
Tabel 2. 1 pertumbuhan salmonella pada media
Nama media yang digunakan
Hasil pertumbuhan
Jenis salmonella
TSIA
Leren : alkalis (merah)
Dasar : asam (kuning)
Gas : +/-
H2S :+/-

SIM
Indol : -
Motilyti : + (aktif)

SCA
Tumbuh (+)/ tidak tumbuh (-)
(-) SPA : s. parratypi A
(-) STY : s. typhosa
Yang lain positif (+)
VP
Negtif (-)

MR
Positif (+)

MCA
Koloni tidak berwarna, jenis keeping,sedang, bulat, smooth.

SSA
Koloni berwarna hitam, koloni kecil-kecil, keeping,smooth, bulat.

BHIB
Terjadi kekeruhan

( Vandepitte, et al, 2005 ).

3.    Struktur Antigen
Salmonella  memiliki struktur antigen O dan antigen H, beberapa salmonella mempunyai antigen simpai (K) disebut vi yang dapat mengganggu aglutinasi melalui antiserum O, antigen ini dihubungkan dengan sifat invasive yang dimilikinya. Tes aglutinasi dengan anti serum serapan untuk antigen O dan H yang berbeda merupakan dasar untuk klasifikasi salmonella secara serologic (jawetz, et al, 2010)
4.         Morfologi dan Identifikasi
Salmonella  memiliki ukuran 1-3,5 µm x 0,5 – 0,8 berbentuk batang, tidak berspora dan sebagian besar isolate bersifat motil dengan flagella peritriks. Salmonella mudah tumbuh pada medium sederhana, tetapi hampir tidak pernah memfermentasi laktosa dan sukrosa. Bakteri ini membentuk asam dan terkadang membentuk gas dari glukosa dan monosa, mereka umumnya menghasilkan hydrogen sulfide (H2S). organism
5.         Patogenesis dan Gambaran Klinis
Salmonella typhi, salmonella cholerasuis, dan mungkin salmonella paratyphi A dan salmonella paratyphi B terutama menginfeksi manusia, dan infeksi oleh organisme tersebut menunjukan sumber infeksi dari manusia, namun sebagian besar salmonella terutama bersifat patogen bagi hewan yang menjadi reservoar infeksi pada manusia. Organisme hampir selalu masuk melalui jalur oral, biasanya melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.
6.         Pencegahan dan Pengobatan

Infeksi salmonella biasanya berlangsung selama 5-7 hari dan cara pencegahannya biasa diberikan imunisasi dengan vaksin atau untuk terhindar dari bakteri salmonella dilakukan upaya menjaga kebersihan makanan dan minuman serta upaya mengobati carrier yang berpotensi menjadi sumber infeksi. Sedangkan untuk pengobatannya biasa dilakukan dengan cara memberikan antibiotik sesuai dengan gejala yang ditimbulkannya ( Maksum, R dan biomed. M, 2009 ).
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts