Yazhid Blog

.

Monday, 5 December 2016

PEMBAHASAN TENTANG MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN

Tinjauan Tentang Manajemen Asuhan Kebidanan Pengertian Manajemen Asuhan Kebidanan Standar asuhan kebidanan adalah acuan dalam proses... thumbnail 1 summary
Tinjauan Tentang Manajemen Asuhan Kebidanan

Pengertian Manajemen Asuhan Kebidanan
Standar asuhan kebidanan adalah acuan dalam proses pengambilan keputusan dan  tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan. Mulai dari pengkajian, perumusan diagnose dan atau masalah kebidanan, perencanaan, implementasi, evaluasi dan pencatatan asuhan kebidanan (Saleha, 2009).
        Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk menorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan toeri ilmiah, penemuan-penemuan, keterampilan dalam rangkaian tahapan logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien (Vamey, 2012).
    Manajemen Asuhan Kebidanan Rujuk langkah menurut Hellen Verney
Proses manajemen kebidanan yang diselenggarakan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas melalui tahapan-tahapan dan langkah-langkah yang disusun secara sistematis untuk mendapatkan data menurut Verney ada 7 (tujuh) langka mulai dari pengkajian, interprestasi data, diagnosis potensial, tindakan segeraa, rencana tindakan, implementasi dan evaluasi (Verney, 2012).
Pengkajian
Pengakajian adalah pengumpulan data dasar untuk menevaluasi keadaan pasien, data ini termasuk riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Data yang dikumpulkan meliputi data subjektif dan objektif serta data penunjang (Verney, 2012).
    Data Subjektif
Data subjektif adalah data yang didapat dari klien sebagai sebagai suatu pendapat terhadap  situasi dan kejadian, informasi tersebut tidak dapat ditentukan oleh tenaga kesehatan secara independen tetapi melalui suatu system interaksi atau komunikasi data yang diperoleh yaitu sebaagi berikut:
Biodata
a.    Identitas bayi: nama, jenis kelamin, tanggal lahir dan jam, anak yang keberapa,
b.    Nama ibu: untuk menegenal dan mengetahui pasien, Nama harus jelas dan lengkap agar tidak keliru dalam memberikan pelayanan.
c.    Umur-umur dicatat dalam tahun untuk mengetahui risiko, seprti alat-alat reproduksi belum matang dan pikirannya belum siap.
d.   Suku: untuk mengetahui factor bawaan atau ras serta pengaruh adat istiadat atau kebiasaan sehari-hari.
e.    Pendidikan perlu dinyatakan karena tingkat pendidikan berpengaruh pada pengetahuan sehingga bidan dapat memberikan konseling sesuai dengan pendidinkanya.
f.     Pekerjaan: untuk mengetahui status ekonomi keluarga, karena dapat mempengaruhi pemenuhan gizi pasien tersebut.
g.    Alamat: untuk mengetahui tempet tinggal serta mempermudah pemantauan bila diperlukan.
Keluhan Utama
Keluhan utama yaitu keluhan atau gejala yang menyebabkan pasienn dibawah berobat. Pada bayi dengan ikterus dapat terlihat dari warna kulit disebabkannya (Nurijal, 2009).
Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
a.    Kehamilan: untuk mengetahui berapa umur kehamilan ibu dan hasil pemeriksaan kehamilan (Wijaknjosastro, 2009).
b.    Persalinan untuk mengenai proses persalinan spontan atau buatan lahir aterm atau premature ada perdarahan atau tidak, waktu persalinan di tolong oleh siapa, dimana tempat melahirkan (Wiknjosastro, 2009).
c.    Nifas: untuk mengetahui perdarahan  pada masa nifas, jenis locbeaa, tinggi TFU, kontraksi keras atau tidak (Sulistyawati, 2012).
  Kebiasaan sehari-hari
a.    Nutrisi: untuk mengetahui intake nutrisi yang tidak adekuat serta kurangnya asupan Zn dan asam folat (Sudiyatyawati, 2012),
b.    Eliminasi: berapa kali bayi BAK dan BAB, ada kaitanya dengan ostipasii atau tidak (Marsaba, 2010)
c.    Istirahat dan aktivitas: dikaji tidur siang malam, serta keadaan bayi (tenang/gelisah).
Data Objektif
Data objektif adalah data yang sesunggunhya dapat dobservasi dan dilihat oleh tenaga kesehatan. Data objektif meliputi:
Status Generalis
a.    Keadaan umum: tingkat kesadaran baik gerakan yang ekstrim dan ketergantungan otot (Ngastyah, 2009).
b.    Kesadaran: untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien (Varney,2012)
c.    Tanda-tanda vital: meliputi suhu, nadi, pernapasan (Ngastiyah, 2009)
d.   Panjang badan: panjang badan relative normal, sesuai dengan usia bayi (Ngastiyah, 2009),
e.    Berat badan: pada umumnya pasien ikterus mengalami penurunan berat badan karena kurangnya reflex mengisap (Ngastiyah, 2009)
f.     Lingkar kepal: untuk mengetahui pertumbuhan otak (Ngastiah, 2009)
  Pemeriksaan Sistematis
a.    Kepala: bentuk kepala ada kelainan atau tidak, pada bayi ikterus terlihat permukaan kulit berwarna kuning. (Maryunani, 2010).
b.    Muka: Tidak ada kelainan dan pada bayi ikterus berwarna kuning (Maryunani, 2010).
c.    Telinga: Bentuk simetris, tidak ada kelaianan, pada permukaan kulit terlihat kuning (Maryunani, 2010).
d.   Mulut: Tidak ada kelainan, reflek hisap (+) (Maryunani, 2010).
e.    Hidung: Bentuk simteris, tidak ada cuping hidung, pada permukaan kulit terlihat kuning, pada permukaan kulit terlihat kuning (Maryunani, 2010).
f.     Leher: Tidak ada pembekakan ataupun berjalan, pada permukaanb kulit terlihat kuning (Maryunani, 2010).
g.    Dada: Bentuk simetris tidak ada wheering atau runchi dan irama jantung regular (Maryunani, 2010).
h.    Tali Pusat: Tidak ada kelainan dan tidak terdapat tanda-tanda infeksi (Maryunani, 2010)
i.      Punggung: Posisi tulang belakang normal, tidak ada pembengkakan ataupun tonjolan (Maryunani, 2010).
j.      Anus: Terdapat lubang anus, lubang Vagina (+), tidak ada kelainan (Maryunani, 2010)
k.    Refleks: mencari (rotting), mengisap (sucking), menelan (swalowing), reflek kaki (stapping), menggenggam (grapping), reflek morro (Maryunani, 2010).
l.      Antropometri: Lingkar kepala, lingkar dada, lingkar lengan atas, panjang badan, berat badan (Maryunani, 2010)
m.  Pemeriksaan penunjang: pemeriksaan.
Identifikasi  Diagnosa/Masalah Aktual
Pada langkah ini dilakukan  identifikasi  yang benar terhadap diagnosa atau masalah dan kebutuhan klien berdasarkan interpretasi yang bener atau data-data yang dikumpulkan  data dasar yang salah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga ditemukan masalah atau diagnosa yang spesifik.. Kata masalah dan diagnosis keduanya digunakan karena seberapa masalah tidak dapat diselesaikan seperti diagnosa, tetapi sungguh membutuhkan penanganan yang dituangkan kedalam sebuah rencana asuhan terhadap klien. Masalah yang sering berkaitan dengan wanita yang diidentifikasi oleh bidan sesuai dengan masalah ini sering menyertai diagnosis (Varney, 2012).
Data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang spesifik. Rumus dan diagnosa tujuannya digunakan karena masalah tidak dapat didefinisikan seperti diagnosa tetapi membutuhkan penanganan (Varney, 2012).
Diagnosa
Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan dalam lingkup praktek kebidanan (Varney, 2012).
Masalah
Masalah pada umumnya yang normal pada bayi ikterus (Varney, 2012).
Kebutuhan
Kebutuhan merupakan hal-hal yang dibutuhkan pasien dan belum terindetifikasi dalam diagnose dan masalah yang didapatkan dengan analsis data (Verney, 2012).
Diagnosa Potensial 
Pada langkah ini mengklasifikasikan masalah atas diagnose potensial berdasarkan dignosa masalah yang salah diklasifikasi. Langkah ini meberikan antisipasi bila kemungkinan dilakukan pencegahan sambil mengamati Ujian bidan diharapakn dapat bersiap-siap bila diagnose dan masalah potensial ini benar-benar terjadi(Varney, 2012).
Tindakan Segera
Menunjukan bahwa bidan dalam melakukan tindakan baru sesuai dengan prioritas masalah akan kebutuhan dihapai kliennya. Setelah bidan merumuskan tindakan yang dilakukan untuk mengantisipasi dengan masalah potensial pada step sebelumnya, bidan juga harus merumuskan tindakan mengenai segera.
Dalam rumusan ini termasuk tindakan segera yang dilakukan secara mandiri, secara kolaborasi atau bersifat rujukan, (Varney, 2012).
Rencana Tindakan
Pada langkah ini direncanakan yang untuk dilakukan oleh langkah sebelumnya langkah ini merupakan kebijakan terhadap diagnose atas masalah yang telah diidentifikasi serta antisipasi., (Varney, 2012).
Pelaksanaan
Pada langkah ini rencana asuahan yang menyeluruh seperti yang telah dilakukan pada langkah V dilaksanakan secara efisisen. Perencanaan ini dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebgaian dilakukan oleh bidan sebagian oleh klien, atau anggota tim kesehatan lainnya. Jika bidan tidka melakukan sendiri ia tetap memikul tanggungjawab untuk mengarahkan pelaksanaanya (memastikan agar langkah-langkah tersebut betul-betul dilaksanakan, (Varney, 2012).
Evaluasi
Pada langkah 7 ini dilaksanakan evaluasi dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan  , apakah benar-benar terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi didalam masalh dan diagnosa. Rencana tersebut dapat dianggap efektif jika memang benar efektif dalam pelaksanaanya (Varney, 2012).
Menurut Varney (2012), pendokumentasian data perkembangan asuhan kebidana yang telah dilaksanakan menggunakan SOAP yaitu:
1.    Subjektif
Menggambarkan pendokumentasian hanya pengumpulan data klien. Tanda gejala subjektif yang diperoleh dari hasil bertanya dari keluarga pasien (Identitas umum, riwayat penyakit keluarga, riwayat penyakit keturunan, dan lain-lain. Apa yang dikatakan oleh klien merupakan hasil dari langkah atau dalam proses manajemen asuhan kebidanan.
2.    Objektif
Menggambarkankan pendokumentasian hasil analisa dan fisik klien. Hasil laboratorium dan atau diagnose lain yang dilaksanakan dalam data khusus untuk mendukung assessment.
3.    Assesment
Masalah atau diagnose yang ditegakkan berdasarkan data atau informasi subjektif maupun objektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena keadaan pasien terus berubah dan selalu ada informasi baru baik subjektif maupun objektif, dan sering diungkapkan secar terpisah-pisah, maka proses pengkajian adalah suatu proses yang dinamik.
4.    Plannning (P)
Apa yang dilakukan berdasarkan hasil kesimpulan dan evaluasi terhadap keputusan yang diambil dalam mengatasi masalah klien/memenuhi kebutuhan klien.


Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts