Yazhid Blog

.

Saturday, 3 December 2016

MATERI JURNAL JAMUR ASPERGILLUS SP

Tinjauan Tentang Aspergillus sp. Aspergillus adalah suatu jamur yang termasuk dalam kelas Ascomycetes yang dapat ditemukan dimana–mana... thumbnail 1 summary
Tinjauan Tentang Aspergillus sp.
Aspergillus adalah suatu jamur yang termasuk dalam kelas Ascomycetes yang dapat
ditemukan dimana–mana khususnya di alam. Aspergillus tumbuh sebagai saprofit pada tumbuh-tumbuhan yang membusuk dan terdapat pula pada tanah, debu organik, makanan dan merupakan kontaminan yang lazim ditemukan di rumah sakit dan laboratorium.
Aspergillus adalah jamur yang membentuk filamen-filamen panjang bercabang, dan dalam media biakan membentuk miselia dan konidiospora. Aspergillus berkembang biak dengan pembentukan hifa atau tunas dan menghasilkan konidiofora pembentuk spora. Sporanya tersebar bebas di udara terbuka sehingga inhalasinya tidak dapat dihindarkan dan masuk melalui saluran pernapasan ke dalam paru.
Aspergillus sp. dapat tumbuh dengan cepat, memproduksi hifa aerial yang membawa struktur konidia yang khas yaitu konidiofora yang panjang dengan vesikel-vesikel terminal dimana phialid menghasilkan rantai konidia basipetal. Spesies ini diidentifikasi menurut perbedaan morfologis dalam struktur ini, yang meliputi ukuran, bentuk, tekstur dan warna konidia (Jawetz, 2012).
1.    Morfologi
a)    Makroskopis Aspergillus sp.
Pada media SDA, Aspergillus sp. dapat tumbuh cepat pada suhu ruang membentuk koloni yang granular, berserabut dengan beberapa warna sebagai salah satu ciri identifikasi. Aspergillus fumigatus koloni berwarna hijau, Aspergillus niger berwarna hitam dan Aspergillus flavus koloni berwarna putih atau kuning (Jawetz, 2005)
b)   Mikroskopis Aspergillus sp.
Aspergillus sp. mempunyai hifa bersekat dan bercabang, pada bagian ujung hifa terutama pada bagian yang tegak membesar merupakan konidiofornya. Konidiofora pada bagian ujungnya membulat menjadi fesikel. Pada fesikel terdapat batang pendek yang disebut sterigmata  Sterigmata atau filadia biasanya sederhana berwarna atau tidak berwarna.  Pada sterigmata tumbuh konidia yang membentuk rantai yang berwarna hijau, cokelat atau hitam (Fardiaz,1992). 
2.    Patogenitas Aspergillus sp.
Spesies dari Aspergillus sp. diketahui terdapat di mana-mana dan hampir tumbuh pada semua substrat. Beberapa jenis spesies ini termasuk jamur patogen, misalnya yang disebabkan Aspergillus sp. disebut Aspergillosis, beberapa diantaranya bersifat saprofit sebagaimana banyak ditemukan pada bahan pangan (Fardiaz,1992).
Toksin yang dihasilkan oleh Aspergillus sp. berupa mikotoksin. Mikotoksin adalah senyawa  hasil sekunder  metabolisme jamur. Mikotoksin yang dihasilkan oleh Aspergillus sp. lebih dikenal dengan aflatoxin, dapat menyerang sistem saraf pusat, beberapa diantaranya bersifat karsinogenik menyebabkan kanker pada hati, ginjal, dan perut (Buckle, K.A,2007).


3.    Epidemiologi Aspergillus sp.
Aspergillus sp. terdapat di alam sebagai saprofit, hampir semua bahan dapat ditumbuhi jamur tersebut , terutama daerah tropik dengan kelembaban yang tinggi dan dengan adanya faktor predisposisi memudahkan jamur tersebut menimbulkan penyakit (Ramona, 2008).

Masuknya spora jamur Aspergillus sp. pada manusia umumnya melalui inhalasi dan masa inkubasinya tidak diketahui, Aspergillosis dapat mengenai semua ras dan semua usia. Dari laporan diketaui bahwa lingkungan rumah sakit sering terkontaminsi dengan spora Aspergillus sp, kontaminasi ini dapat dijumpai pada konstruksi rumah sakit dimana dijumpai peningkatan jumlah spora Aspergillus sp, pada sistem ventilasi, daerah sekitar kateter intravena juga merupakan jalan masuknya Aspergillus sp, penggunaan plester serta penutupan luka  yang terlalu lama (Ramona, 2008).
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts