Yazhid Blog

.

Saturday, 3 December 2016

MATERI JURNAL ASPERGILLUS NIGER

A.       Tinjauan Tentang Aspergillus niger 1.     Pengertian dan Klasifikasi Aspergillus niger merupakan jamur yang berfilamen, mempun... thumbnail 1 summary
A.      Tinjauan Tentang Aspergillus niger
1.    Pengertian dan Klasifikasi
Aspergillus niger merupakan jamur yang berfilamen, mempunyai hifa bersepta dan dapat ditemukan di alam. Aspergillus  niger merupakan salah  satu spesies  yang  paling  umum dan mudah diidentifikasi  dari  genus Aspergillus sp. Selain itu, digunakan  secara  komersial  dalam  produksi  asam  sitrat,  asam glukonat,  dan  pembuatan  berapa  enzim  seperti  amilase,  pektinase, amiloglukosidase, dan  selulase. Berikut ini adalah klasifikasi dari Aspergillus  niger :
Kingdom         :           Myceteae
Divisi               :           Amastigomycota
Kelas               :           Ascomycetes
Ordo                :           Eurotiales
Family             :           Euroticeae
Genus              :           Aspergillus
Spesies             :           Aspergillus niger (Yulina, 2013)
2.    Morfologi dan Sifat-sifat Aspergillus  niger 
Aspergillus  niger  merupakan  mikroba  jenis kapang  mesofilik  yang  tumbuh  pada  suhu  35ºC-37ºC  (optimum),  6ºC-8ºC (minimum),  45ºC-47ºC  (maksimum),  pH  2,2-8,8,  kelembaban  80-90%,  dan memerlukan  oksigen  yang  cukup  (aerobik)  (Fardiaz, 1992).
Aspergillus niger memiliki bulu dasar berwarna putih atau kuning dengan lapisan  konidiospora  tebal  berwarna  coklat  gelap  sampai  hitam.  Hifa  bersekat dan  memiliki  banyak  inti  (multiseluler),  kepala  konidia  bulat,  berwarna  hitam, cenderung  memisah  menjadi  bagian-bagian  yang  lebih  longgar  dengan bertambahnya umur. Konidiospora memiliki dinding yang halus, hialin tetapi juga berwarna coklat. Habitat spesies  ini  kosmopolit  didaerah  tropis  dan  subtropis, dan mudah diisolasi dari tanah, udara, air, rempah-rempah, kapas, buah-buahan, gandum, beras, jagung, tebu, ketimun, kopi, teh, coklat serta serasah dedaunan. Morfologi dari Aspergillus niger dapat dilihat pada gambar di bawah  ini :









Gambar 2.1 Morfologi Aspergillus niger secara makroskopik





Gambar 2.2 Morfologi Aspergillus niger secara mikroskopik
     (De Hoog G.S. and J Guarro, 1995)



3.    Metabolisme Aspergillus niger

Dalam metabolismenya Aspergillus niger dapat menghasilkan asam sitrat sehingga fungi ini banyak digunakan sebagai model fermentasi karena fungi ini tidak menghasilkan mikotoksin sehingga tidak membahayakan. Aspergillus niger dapat tumbuh dengan cepat, oleh karena itu Aspergillus niger banyak digunakan secara komersial dalam produksi asam sitrat, asam glukonat, dan pembuatan berapa enzim seperti amilase, pektinase, amiloglukosidase, dan selulase. Selain itu, Aspergillus niger juga menghasilkan gallic acid yang merupakan senyawa fenolik yang biasa digunakan dalam industri farmasi dan juga dapat menjadi substrat untuk memproduksi senyawa antioksidan dalam industri makanan. Aspergillus niger dalam pertumbuhannya berhubungan langsung dengan zat makanan yang terdapat dalam substrat, molekul sederhana yang terdapat disekeliling hifa dapat langsung diserap sedangkan molekul yang lebih kompleks harus dipecah dahulu sebelum diserap ke dalam sel, dengan menghasilkan beberapa enzim ekstra seluler seperti protease, amilase, mananase, dan α-galaktosidase. Bahan organik dari substrat digunakan oleh Aspergillus niger untuk aktivitas transport molekul, pemeliharaan struktur sel, dan mobilitas sel (Wikipedia).
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts