Yazhid Blog

.

Wednesday, 14 December 2016

MAKALAH ESCHERICHIA COLI (E.COLI)

BAB I PENDAHULUAN thumbnail 1 summary
BAB I
PENDAHULUAN


    1.      LATAR BELAKANG
Salah satu faktor utama penyebab timbulnya penyakit adalah kontaminasi mikroorganisme berupa bakteri. Meskipun terdapat spesies bakteri tertentu yang menguntungkan bagi hewan dan manusia, namun bakteri dapat pula menjadi penyebab timbulnya suatu penyakit yang sangat merugikan (Irianto, K., 2006).
Penyakit infeksi atau penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri merupakan penyakit yang banyak ditemukan dalam masyarakat. Menurut laporan WHO penyakit infeksi ini menjadi penyebab kematian terbesar pada anak-anak dan dewasa dengan jumlah kematian lebih dari 13 juta jiwa setiap tahun, dan satu dari dua kematian terjadi di negara berkembang seperti Indonesia (Rostina, 2006).
Manusia dan hewan mempunyai sejumlah besar flora normal yang biasanya tidak menimbulkan penyakit tetapi membentuk suatu keseimbangan yang memastikan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan pertambahan jumlah bagi keduanya, bakteri dan hospes. Beberapa bakteri yang merupakan penyebab penting penyakit umumnya dibiakkan dengan flora normal misalnya Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa, Lactobacillus, Escherichia coli dan Staphylococcus aureus (Jawets, 2012).
Pada umumnya, bakteri Escherichia coli merupakan bagian dari flora saluran cerna yang normal pada manusia tetapi juga merupakan penyebab umum infeksi saluran kemih, diare dan penyakit lainnya (Jawets, 2012).


    2.      RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian Escherichia coli ?
2.      Bagaimana klasifikasi Escherichia coli ?
3.      Bagaimana morfologi Escherichia coli ?
4.      Bagaimana patogenitas Escherichia coli ?

     3.      TUJUAN
1.         Untuk mengetahui pengertian Escherichia coli
2.         Untuk mengetahui klasifikasi, morfologi dan patogenitas Escherichia coli


BAB II
PEMBAHASAN
1.    Pengertian
Escherichia coli merupakan mikrofilaria usus, bakteri ini tergolong bakteri gram negatif, berbentuk batang, tidak membentuk spora, kebanyakan bersifat motil (dapat bergerak) menggunakan flagela, dan dapat memfermentasi laktosa. Kebanyakan strain tidak bersifat membahayakan, tetapi ada pula yang bersifat patogen terhadap manusia, seperti Enterohaemorrhagic Escherichia coli (EHEC). Escherichia coli merupakan tipe EHEC yang terpenting dan berbahaya terkait dengan kesehatan masyarakat . Escherichia coli dapat masuk ke dalam tubuh manusia terutama melalui konsumen pangan yang tercemar, misalnya daging mentah, daging yang di masak setengah matang, dan cemaran fekal pada air dan pangan (Bibiana,1994).
Escherichia coli adalah kuman oportunis yang banyak ditemukan di dalam usus besar manusia sebagai flora normal. Bakteri ini bersifat unik karena dapat menyebabkan infeksi primer pada usus, misalnya diare pada anak, seperti juga kemampuannya menimbulkan infeksi pada jaringan tubuh lain di luar usus (Jawetz, 2012).
2.    Klasifikasi
Kingdom         : Procaryotae
Fhylum            : Protophyta
Kelas               : Schzommycetes
Ordo                : Eurobacteriales
Family             : Enterobacteriaceae
Genus              : Escherichia
Species            : Escherichia coli
3.    Morfologi dan Sifat – sifat Escherichia coli
Escherichia coli merupakan bakteri berbentuk batang, gram negatif, mempunyai kapsul, tidak mempunyai spora, dan bergerak aktif dengan flagella peritrich, dan termasuk bakteri aerob dan anaerob fakultatif (Pestariati, 1995).
          

Gambar 2.2 Escherichia coli
Sumber :  Kusuma, SriAgung Fitri. Escherichia coli. 2010

4.    Grouping
Berdasarkan  mekanisme dalam menimbulkan penyakit, serologi dan epidemologi, bakteri Escherichia coli dibedakan menjadi beberapa tipe :
1.    Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC)
Strain E.coli dari tipe ini tidak memproduksi racun dan sifat-sifat patogennya tidak jelas. Pemeriksaan terakhir untuk tipe ini dilakukan dengan slide aglutinasi menggunakan sera diagnostika.
2.    Enterotoxicgenic Escherichia coli (ETEC)
Strain Escherichia coli dari tipe ini dapat memproduksi racun, stable dan/atau labile toxin. Stable toxin yaitu racun yang tahan panas, sedangkan labile toxin yaitu racun yang tidak tahan panas. Racun-racun itu dapat menimbulkan diare seperti pada cholera. Stable toxin (ST) dapat diperiksa dengan percobaan biologis menggunakan infant mice umur maximum 4 hari sedangkan labile toxin (LT) dapat diperiksa dengan ELISA test.
3.    Enteroinvasive Escherichia coli (EIEC)
Strain Escherichia coli tipe ini dapat menimbulkan penyakit diare seperti pada Shigella. Identifikasi bakteri ini dapat dilakukan dengan Sereny test yaitu dengan meneteskan suspensi pekat bakteri ini pada mata marmut.
4. Enterohaemorrhagic Escherichia coli (EHEC)
Escherichia coli serotipe 0157 ini dapat memproduksi Vero Cytotoxin yang dapat menimbulkan diare berdarah atau Haemorrhagic Colitis (HC) dan Haemolytic Ureamic Syndrome (HUS). Identifikasi bakteri ini dapat dilakukan dengan reagent kit Escherichia coli 0157 latex test (Soemarno, 2000).
5.    Patogenitas
                        Berdasarkan sifat patogeniknya dan produksi toksinnya strain Enteropatogenik Escherichia coli dapat dibedakan menjadi dua grup yaitu : Grup I : terdiri dari strain yang bersifat patogenik tetapi tidak memproduksi enterotoksin dan menyebabkan enterotoksigenik dengan cara menyerang menyerang sel-sel epitelium saluran usus dan menimbulkan gejala yang menyerupai penyakit kolera. Strain yang termasuk grup II : disebut Escherichia coli enterotoksigenik tidak bersifat inovatif tetapi toksin yang dilepaskan, menyebabkan sekresi elektrolit dan cairan ke saluran pencernaan yang berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan diare yang bervariasi yaitu ringan sampai berat (Supardi dan Sukamto, 1999).
                        Gejala penyakit yang disebabkan oleh Escherichia coli berupa kram perut, diare (pada beberapa kasus dapat timbul diare berdarah), demam, mual dan muntah. Masa inkubasi berkisar 3-8 hari, sedangkan pada kasus sedang berkisar antara 3-4 hari (Madigan et al, 1995).



 BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Escherichia coli merupakan mikrofilaria usus, bakteri ini tergolong bakteri gram negatif, berbentuk batang, tidak membentuk spora, kebanyakan bersifat motil (dapat bergerak) menggunakan flagela, dan dapat memfermentasi laktosa. Escherichia coli merupakan bakteri berbentuk batang, gram negatif, mempunyai kapsul, tidak mempunyai spora, dan bergerak aktif dengan flagella peritrich, dan termasuk bakteri aerob dan anaerob fakultatif.






DARTAR PUSTAKA

Ault, A. 2004. The Monosodium Glutamate Story: The Commercial Production of MSG and Other Amino Acids. Vol 81. Mount Vernon: Cornell College.
Bibiana. 1994. Analisis Mikrobiologi di Laboratorium. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Budiyanto, A.K. 2004. Mikrobiologi Terapan. Malang : Universitas Muhammadiyah.
Gani, A. 2003. Metode Bakteriologi Diagnostik. Makassar : Balai Laboratorium.
Harti,A.S. 2012. Dasar-Dasar Mikrobiologi Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme.Edisi 1. Bandung : Yrama Widy.


Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts