Yazhid Blog

.

Sunday, 4 December 2016

LAPORAN PRAKTIKUM TES KEHAMILAN ATAU PLANO TES

        I.             Judul              : P emeriksaan plano test     II.             Tujuan           : HCG merupakan suatu tahap t... thumbnail 1 summary
       I.            Judul              : Pemeriksaan plano test

    II.            Tujuan           : HCG merupakan suatu tahap tes yang menggunakan urine  secara imunokromatografi untuk mendeteksi adanya human karionik gonadotropin dalam urine dan juga mendeteksi adanya kehamilan.

 III.            Metode           : a. Imunokromatografi    b. langsung

IV.      Prinsip            :
a)         Immunokromatografi, HCG merupakan suatu tahap tes yang menggunakan urine secara imunokromatografi untuk mendeteksi adanya human karionik gonadotropin dalam urine dan juga mendeteksi adanya kehamilan.
b)        Lansung, HCG yang terdapat dalam urine bereaksi dengan anti HCG yang terikat pada partikel latex. Reaksi ini ditunjukan dengan adanya aglutinasi pada partikel latex.

V.                Dasar teori :

Plasenta memiliki kapasitas besar untuk menhasilkan sejumlah hormone peptide dan steroid yang esensial untuk memelihara kehamilan. Hormone yang terpenting adalah Human Chorionic Gonodotropin, estrogen dan progresteron. Plasenta sebagai organ endokrin utama pada kehamilan, bersifat untuk dibandingkan dengan jaringan endokrin lain dalam dua aspek. Jenis dan kecepatan sekresi hormon plasenta terutama bergantung pada stadium kehamilan.

Salah satu kejadian pertama setelah implamantasi adalah sekresi (HCG), suatu hormone peptide yang terjadi yang memperpanjang lama kehidupan korpus luteum oleh krion yang sedang berkembang. Jika terjadi fertilisasi, blastokista yang tertanam menyelamatkan dirinya dan tidak tersapu keluar bersama darah haid dengan membuat HCG. stimulasi oleh HCG diperlukan untuk memelihara korpus luteum selama fase luteal normal pada siklus ovarium, tertekan akibat umpan balik negative oleh progresteron kadar tinggi. Kelangsungan kehamilan secara normal bergantung pada kadar estrogen dan progreson yang tinggi. Dengan demikian pembentukan HCG selama trimester pertama sangat penting unutk mempertahankan pembentukan hormone-hormon tersebut oleh ovarium. Pada janin laki-laki, HCG juga merangsang prekursor sel-sel leyding di testis janin untuk mengeluarkan testoteron yang menyebabkan maskulinisasi saluran reproduksi.

HCG (hormone charionoc Gonadotronpin) merupakan hormone yang dihasilkan oleh plasenta yang mencapai puncaknya pada 8 minggu kehamilan kemudian untuk kembali keminggu-mingu berikutnya hormone ini adalah hormone yang disekresi oleh sel-sel troboflas kedalam cairan ibu Negara setelah nidasi terjadi. HCG dalam urin dapat digunakan untuk penentuan kehamilan dengan cara sederhana penentuan kehamilan dengan menggunkan urin dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara biologis dan cara immunologic. Percobaan biologic dengan 3 cara yaitu cara ascheim zondek, cara friendam, dan caragali mainini. Sedangkan pemeriksaan secara imunologic dapat dilakukan secara langsung dengan cara direct latex aglutination (DLA) atau cara tidak langsung dengan latex aglutination inhibitor serta dengan cara hemaglutination inhibitiom (HAI).





VI.             Pra Analitik
1)      Persiapan Pasien          : tidak memerlukan persiapan Khusus
2)      Persiapan sampel         : urin ibu hamil
3)      Alat dan Bahan
·         Tabung reaksi
·         Test strip
·         Urine
·         Slide
·         Klinipet
·         kontrol positif
·         kontrol negatif
·         Reagen latex
VII.          Analitik
1)    Metode strip
·           Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
·           celupkan strip kedalam urine selama 10-15 detik
·           keluarkan kemudian baca hasilnya setelah 3 detik

2)    Langsung
·         Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
·         Pipet pada tempat berbeda sampel urine sebanyak 1 tetes (3 tempat)
·         Tambahkan masing-masing 1 tetes control positif, control negatif dan reagen latex.
·         Campur dan homogenkan
·         Amati reaksi yang terjadi, hasil dibaca setelah 2 menit. Hasil tidak dibaca setelah 3 menit

VIII.       Pasca Analitik
                  Iterpretasi Hasil metode strip :
·       Positif : jika ada dua garis pada daerah control dan test
·       Negatif : jika terdapat satu garis pada daerah control
Interpretasi hasil metode langsung :
·         Positif : Terjadi aglutinasi
·         Negatif : Tidak terjadi aglutinasi
Hasil
-          Metode Strip  : hasil negatif terdapat 1 garis pada daerah control
-          Metode langsung : hasil positif dengan terbentuknya aglutinasi

IX.             Pembahasan
Plasenta memiliki kapasitas besar untuk menghasilkan sejumlah hormone peptide dan steroid yang esensial untuk memelihara kehamilan. Hormone yang terpenting adalah Human Chorionic Gonodotropin, estrogen dan progresteron. Plasenta sebagai organ endokrin utama pada kehamilan, bersifat untuk dibandingkan dengan jaringan endokrin lain dalam dua aspek. Jenis dan kecepatan sekresi hormon plasenta terutama bergantung pada stadium kehamilan.
Salah satu kejadian pertama setelah implamantasi adalah sekresi (HCG), suatu hormone peptide yang terjadi yang memperpanjang lama kehidupan korpus luteum oleh krion yang sedang berkembang. Jika terjadi fertilisasi, blastokista yang tertanam menyelamatkan dirinya dan tidak tersapu keluar bersama darah haid dengan membuat HCG. stimulasi oleh HCG diperlukan untuk memelihara korpus luteum selama fase luteal normal pada siklus ovarium, tertekan akibat umpan balik negative oleh progresteron kadar tinggi. Kelangsungan kehamilan secara normal bergantung pada kadar estrogen dan progreson yang tinggi. Dengan demikian pembentukan HCG selama trimester pertama sangat penting unutk mempertahankan pembentukan hormone-hormon tersebut oleh ovarium. Pada janin laki-laki, HCG juga merangsang prekursor sel-sel leyding di testis janin untuk mengeluarkan testoteron yang menyebabkan maskulinisasi saluran reproduksi.

Hormone HCG dapat dideteksi diurin sampai sedini bulan pertama kehamilan, sekitar 2 minggu setelah terlambat haid, karena waktu ini adalah saat keaga mudiga belum dapat dideteksi dengan pemeriksaan fisik, uji diagnostik ini memungkinkan konfirmasi kehamilan secara dini. Pada praktikum yang telah dilakukan, sehingga diperoleh hasil negatif pada metode Strip, dan digunakan sampel positif pada metode langsung dengan terbentuknya aglutinasi.
Uji kehamilan yang paling sering ditemui adalah dengan pemeriksaan urin. Kadar minimal beta-hCG dalam urin untuk menghasilkan hasil yang positif, berkisar antara 20-100 mIU/mL (meskipun tespek tersebut mengatakan mempunyai batas deteksi minimal 5 mIU/mL).

X.                Kesimpulan
HCG (hormone charionoc Gonadotronpin) merupakan hormone yang dihasilkan oleh plasenta yang mencapai puncaknya pada 8 minggu kehamilan kemudian untuk kembali keminggu-mingu berikutnya hormone ini adalah hormone yang disekresi oleh sel-sel troboflas kedalam cairan ibu Negara setelah nidasi terjadi. Hormone HCG dapat dideteksi diurin sampai sedini bulan pertama kehamilan, sekitar 2 minggu setelah terlambat haid, karena waktu ini adalah saat keaga mudiga belum dapat dideteksi dengan pemeriksaan fisik, uji diagnostik ini memungkinkan konfirmasi kehamilan secara dini. Pada praktikum yang telah dilakukan, sehingga diperoleh hasil negatif pada metode Strip, dan digunakan sampel positif pada metode langsung dengan terbentuknya aglutinasi.



Daftar pustaka

   Sacher A. Ronald dan Richard A. McPherson, Tinjauan Klinis  Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Penerbit Buku  Kedokteran  (EGC),  Jakarta, 2004. Hal 583
Hardjoeno dkk, interpretasi hasil tes laboratorium diagnostik,  Hasanuddin university press (LEPHAS) , Makassar ,  2006 , hal 472, 473, 474, 476,477
.



Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts