Yazhid Blog

.

Monday, 5 December 2016

CONTOH METODOLOGI PENELITIAN KEBIDANAN

METODOLOGI PENELITIAN thumbnail 1 summary


METODOLOGI PENELITIAN

A.    Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan laporan studi kasus dengan metode deskriptif. Menurut Notoatmodjo (2010), metode deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk memaparkan atau membuat gambaran tentang studi keadaan secara obyektif (Notoatmodjo (2010). Melalui metode ini penulis akan melakukan penelitian untuk mendeskripsikan, menginterpretasikan sesuatu fenomena, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual. Dengan demikian, penulis beranggapan bahwa metode penelitian deskriptif sesuai dengan penelitian yang dilaksanakan oleh penulis. Karena dalam penelitian ini, penulis berusaha mendeskripsikan suatu masalah  “Studi Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Dengan Kasus Ikterus Di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2015”
B.     Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada tanggal 10 November 2015 sampai selesai tahun 2015 dan lokasi studi kasus akan dilakukan di ruangan bayi Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2015.



C.    Subyek Penelitian
1.    Populasi
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian atau obyek ruang yang akan diteliti (Notoatmodjo, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah Semua bidan yang melakukan asuhan kebidanan pada bayi dengan ikterus di ruang Bayi Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2015 berjumlah 20 orang.
2.    Sampel
                        Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan sampling tertentu untuk bisa memenuhi atau mewakili populasi (Notoatmodjo, 2010). Sampel pada penelitian ini menggunakan tekhnik accidental sampling yaitu metode pengambilan sampel dengan memilih siapa yang kebetulan ada/dijumpai dengan criteria bidan yang berada di Ruang Bayi 10 orang.
D.    Definisi Operasional dan Kriteria Objektif
Ikterus adalah gambaran klinis berupa pewarnaan kuning pada kulit dan mukosa karena adanya deposisi produk akhir katabolisme hemeyaitu bilirubin. Secara klinis, ikterus pada neonatus akan tampak bila konsentrasi bilirubin serum >5mg/dL (Cloherty, 2004). Pada orang dewasa, ikterus akan tampak apabila serum bilirubin >2mg/dL. Ikterus lebih mengacu pada gambaran klinis berupa pewarnaan kuning pada kulit, sedangkan hiperbilirubinemia lebih mengacu pada gambaran kadar bilirubin serum total.
Ikterus sendiri ada 2 jenis yang berbeda tanda, penyebab dan penanganannya. Ke-2 jenis tersebut adalah ikterus fisiologis dan ikterus patologis. Defenisi Ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua dan hari ketiga serta tidak mempunyai dasar patologi atau tidak mempunyai potensi menjadi karena ikterus. Sedangkan ikterus patologis adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis atau kadar bilirubin mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia. Jadi untuk defenisi operasional penelitian ini sebagai berikut:
1.    Pengkajian
Pada tahap ini bidan mengumpulkan semua informasi yang akurat, relevan dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan pengkajian pada asuhan ibu bayi premature dengan 10 pertanyaan instrument tes yang diajukan dan untuk setiap item yang dilakukan diberi nilai 1 dan item yang tidak dilakukan diberi nilai 0(Arikunto, 2008) dengan criteria subjektif:
Baik                                 : bila responden melakukan tindakan pengkajian     terhadap bidan> 80%.
Kurang                            : Bila Responden melakukan tindakan pengkajian terhadap bidan <80% (Arikunto,2010).
2.    Perumusan Diagnose Masalah Kebidanan Actual
Pada langkah ini bidan mengidentifikasi terhadap diagnose atau masalah berdasarkan interprestasi yang akurat atas data-data yang telah dikumpulkan dengan 10 pertanyaan instrument yang diajukan dan untuk setiap item yang dilakukan diberi nilai 1 dan item yang tidak dilakukan diberi nilai 0 (Arikunto, 2010) dengan criteria objekktif:
Baik                                 : bila responden melakukan tindakan diagnose masalah actual terhadap bidan >80%,
Kurang                            : bila responden melakukan tindakan diagnose actual terhadap bidan < 80% (Arikunto, 2010).
3.    Perencanaan Diagnose Masalah Kebidanan Potensial
Pada langkah ini, bidan mengidentifikasi masalah potensial atas diagnose potensial berdasarkan diagnose yang sudah diidentifikasi dengan 10 pertanyaann instrument  tes yang di ajukan dan untuk setiap item yang dilakukan diberi nilai 1 dan item yang tidak dilakukan diberi nilai 0 (Arikunto, 2010) dengan criteria objektif:
Baik                            : Bila responden melakukan tindakan diagnose          masalah potensial terhadap bidan > 80%
Kurang                        : Bila responden melakukan tindakan diagnose masalah potensial terhadap bidan <80% (Arikunto, 2010).
4.    Identifikasi Kebutuhan Tindakan Segera Kolaborasi Emergency
Bidan perlu mengidentifikasi tindakan segera oleh bidan/dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim  kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien dengan 10 pertanyaan instrument tes yang diajukan dan untuk setiap item yang dilakukan diberi nilai 1 dan item yang tidak dilakukan diberi nilai 0 (Arikunto, 2008) dengan criteria objektif.
Baik                             : Bila responden melakukan tindakan segera kolaborasi terhadap bidan > 80%
Kurang                        : Bila responden melakukan tindakan segera kolaborasi terhadap bidan < 80% (Arikunto, 2010).
5.    Perencanaan
Perencanaan merupakan pengumuman rencana asuhan kebidanan pada bayi premature yang dilakukan oleh bidan instrument tes dengan 10 pertanyaan yang diajukan dan untuk setiap  item yang dilakukan akan diberikan nilai 1 dan item yang tidak dilakukan diberi nilai 0 (Arikunto, 2010) dengan criteria Objektif.
Baik                             : bila responnden melakukan tindakan perencanaan terhadap bidan > 80%.
Kurang                        : bila responden melakukan tindakan perencanaan terhadap <80 % (Arikunto, 2010).
6.    Implementasi/Pelaksanaan
Pada langkah ini bidan melaksanakan rencana asuhan kebidana secara komprehensif,  efektif, efisien dan aman berdasarkan evidence based kepada klien dalam bentuk upaya promotif, preventif, kreatif, dan rehabilitative dengan 10 pertanyaan instrument tes yang di ajukan dan untuk setiap item yang dilakukan diberii nilai 1 dan item yang tidak dilkukan diberi nilai 0 (Arikunto, 2010) dengan criteria objektif.
Baik                             : Bila responden melakukan tindakan implementasi terhadapbudan > 80%
Kurang                        : Bila responden melakukan tindakan implementasi terhadap bidan < 80% (Arikunto, 2008).
7.    Evaluasi Asuhan Kebidanan
Pada langkah ini adalah tahap akhir pelaksanaan asuhan kebidana dimana bidan melakukan penilain terhadap keberhasilan asuhan kebidanan yang telah dilakukan keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar sudah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi dalam diagnose dan masalah instrument tes dengan 10 pertanyaan yang diajukan dan untuk setiap item yang dilakukan diberi nilai 1 dan dan item yang tidak dilakukan diberi nilai 0 (Arikunto, 2010), dengan criteria objektif.
Baik                             : bila responden mmelakukan tindakan evaluasi terhadap bidan> 80%.
Kurang                        : bila responden melakukan tindakan evaluasi terhadap bidan < 80%.
E.     Teknik Pengumpulan Data
1.    Data Primer
Jenis data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner penelitian ini menggunakan data primer yakni data yang diperoleh secara langsung dengan pendekatan observasi terhadap bidan di ruang bayi Di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2015. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner yang terdiri hasil observasi tindakan bidan dalam menangani bayi ikterus. Dimana pertanyaan dalam kuisioner menyediakan beberapa tindskan alternative yang hanya memilih satu diantaranya sesuai dengan tindakan yang dilakukan oleh bidan.
2.    Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat rumah sakit dan bidang keperawatan) dari instansi tewrkait. Data sekunder umunya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersususn dalam arsip (data documenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.
F.     Analisis Data
Pada tahap ini dilakukan analisis univariat berupa distribusi frekuensi presentase variable tunggal sesuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan penyajiannya dilakukan dalam bentuk table distribusi (frekuensi persentase disertai dengan penjelasan-penjelasan table.
Sedangkan dalam pengolahan data maka digunakan rumus:
                 f
P =                            = 100%
                 N
Keterangan :
F= Jumlah Variabel yang diteliti
N= Number Of Cases
P= angka persentase variable yang diteliti (Nursalam, 2009).

G.    Pengoalahan Data
Pengoalahan data yang diperoleh dari hasil penelitian dikerjakan melalui hubungan proses dengan tahapan sebagai berikut:
1.    Editing
Editing atau penyuntingan data dilakukan pada saat peneliti yakni memeriksa semua lembaran observasi yang telah diisi yaitu kelengkapan data, kesinambungan data dan memeriksa keseragaman data.
2.    Koding
Koding atau pengkoden padalembaran observasi, pada tahap ini kegiatan yang dilakukan ialah mengisi daftar kode yang disediakan pada llembaran observasi,sesuai dengan hasil pengamatan yang dilakukan yakni mengubah data dalam bentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan.
3.    Skoring
Setelah melakukan pengkodena maka dilanjutkan dnegan tahap pemberian skor pada lembar observasi dalambenuk angka-angka.
4.    Tabulasi
Setelah selesai pembuatan kode selanjutnya dilakukan pengolahan data kedalam satu table menurut sifat-sifat yang dimiliki yang mana sesuai dengan tujuan penelitian ini. Tabel yang digunakan yaitu berupa table sederhana atau table silang.


H.    Penyajian Data
Data yang diperoleh dan diolah secara dengan mengumpulkan hasil observasi sesuai variable penelitian. Selanjutnya hasil observasi tersebut dianalisis dan diimplementasikan kemudian disajikan dalam bentuk narasi( Nursalam, 2009).
I.       Etika Penelitian
Dalm melakukan penelitian, peneliti memandang perlu adanya rekomendasi pihak institusi atau pihak lain dengan mengajukan perseyujuan lain kepada instansi tempat penelitian. Setelah persetujuan, barulah dilakukan penelitian dengan menekankan masalah etika penelitian yang meliptui:
1.    Informed Concent
Lembar persetujuan diberikan kepada responden yang akan diteliti yang memenuhi criteria inklusi dan disertai judul penelitian dan manfaat penelitian, bila subyek menolak maka penelliti tidak akan memaksakan kehendak dan tetap menghormati hak-hak subyek.
2.    Anonimity
Untuk menjaga kerahasiaan peneliti tidak akan mencantumkan nama responden pada kuisioner, tetapi pada kuisisoner tersebut diberikan kode responden.
3.    Konfidentiality

Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti dan hanya kelompok data tertentu saj yang dilaporkan sebagai hasil penelitian.
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts