Yazhid Blog

.

Thursday, 1 December 2016

CARA PEMERIKSAAN AGREGASI TROMBOSIT

TES AGREGASI TROMBOSIT Tes agregasi trombosit adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelainan fungsi trombosit. Agregasi trombos... thumbnail 1 summary
TES AGREGASI TROMBOSIT
Tes agregasi trombosit adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelainan fungsi trombosit.

Agregasi trombosit dapat terjadi melalui perangsangan yang berasal dari dinding pembuluh darah yang terluka (kollagen), sistem koagulasi (trombin), stimulasi trombosit (bahan yang keluar dari reaksi pelepasan), hormon dalam plasma (adrenalin, vasopresin).
Tujuan :
1.      Membantu menegakkan diagnosis gangguan hemostasis karena defek fungsi trombosit kongenital maupun aquisital.
  1. Memonitor secara periodik terhadap penderita diabetes mellitus (DM).
  2. Membantu pemberian obat anti trombosit.


      METODE :
3.1    PRA ANALITIK
        Persiapan Pasien
a.       Jelaskan pada pasien bahwa tes ini digunakan untuk melihat bekuan darah dengan menggunakan darah vena.
b.      Jelaskan untuk tidak takut waktu diambil darahnya, walaupun ada sedikit rasa sakit dan tidak enak.
c.       Jelaskan bahwa pasien tidak boleh makan lemak selama 8 jam sebelum tes, karena darah lipemik dapat mengganggu hasil tes.
d.      Pasien tidak boleh mengkonsumsi aspirin selama 14 hari atau  antiinflamasi lainnya serta antidepresan selama 48 jam sebelum tes. Bila mengkonsumsi harus dilaporkan pada hasil tes.
        Alat: Disposable 2 ml dan 20 ml;  Pipet pasteur;  Tabung plastik; Sentrifus;                   Pipet Effendorf 0,05 ml;  Magnet Stirrer; Stopwatch dan Agregometer dengan perekam, kuvet silikon, eating block 37oC
        Bahan:
a.       Sampel: Platelet Rich Plasma (PRP) dan Platelet Poor Plasma (PPP).
b.      Reagen (Adenosin difosfat (ADP); Kolagen ; Ristosetin sulfat; Adrenalin).
3.2    ANALITIK
        Cara Kerja :
a.       Ambil ± 20 ml darah vena dan campur dengan antikoagulan  sitrat (9:1).
b.      Sampel dijaga pada temperatur 220C untuk menghindari agregasi.
c.       Sentrifuse plasma 15 – 20 menit, 150 – 200 G, temperatur (20 – 220C).
d.      PRP dipisahkan dari eritrosit dan buffy coat, dimasukkan dalam tabung plastik , stabil pada temperatur 20 – 220C selama 3 jam.
e.       Sisa darah disentrifuse 2000 G, selama 20 menit untuk memperoleh PPP.
f.       Nilai agregasi berpengaruh bila jumlah PRP di luar 200.000 – 400.000/mm3. Bila perlu diencerkan hingga memenuhi nilai tersebut.
g.      Digunakan lima reagen agregasi yang tersimpan dalam es.
h.      Siapkan agregometer 30 menit sebelum tes dan selanjutnya, lakukan sesuai petunjuk kit dan agregometer.
3.3    PASCA ANALITIK
a.  Nilai normal agregasi terjadi dalam 3 – 5 menit.
b.  Kelainan bawaan yang dapat menyebabkan agregasi trombosit menurun:
     trombastenia Glanzmann; Bernard Soulier Syndrom dan Strage pool Diseases.
c.  Kelainan didapat yang menyebabkan agregasi trombosit menurun:
    uremia  dan kelainan mieloproliferatif
Tabel 2. Diferensial diagnosis kelainan fungsi trombosit
Keadaan
   Trombosit                          Agregasi
jumlah    Ukuran     ADP  Col    Ri    AA    FVIII

Trombastenia
Sindroma Bernard- Soulier
Cadangan kurang
Defisiensi siklo-oksigenase
Defisiensi sintetatik tromboksan
Terapi aspirin
Sindroma Ehler-Danlos
Penyakit von Willebrand




N            N               0       0       Ab    0       Ab
Besar      Besar         N      N      0       N      0
N            N               1       Ab    1/0     1/0   1/0
N            N               1/N   Ab     N      Ab    -
N            N               1/N   Ab      N     Ab    -
N            N               1       Ab     N/Ab Ab   N/Ab
N            N               N       Ab    N       N     -
N            N               N       N       0       N     N  

 N: normal; 0:absent; 1: hanya gelombang primer; Ab: abnormal; Col: Kolagen;  Ri: ristcetin;                   AA: As. Arakidonat; FVIII: Faktor VIII.
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts