Yazhid Blog

.

Wednesday, 7 December 2016

CARA PEMBUATAN DAN PENGENCERAN LARUTAN GIEMSA UNTUK SEDIAAN DARAH TEPI


PROSEDUR KERJA PEMBUATAN LARUTAN GIEMSA UNTUK PEWARNAAN SEDIAAN DARAH TEPI




Dilaboratorium khususnya bidang hematologi yang menggunakan apusan darah tepi dalam berbagai pemeriksaan tidak akan terlepas dari larutan giemsa. Apusan darah yang akan diperiksa terlebih dahulu dilakukan perwaraan giemsa. Sehingga peran larutan ini dapat dikatakan sangat vital untuk parameter ini.  Pewarnaan Giemsa adalah pulasan yang terdiri dari eosin, metilin azur dan metilen blue berguna untuk mewarnai sel darah dan melakukan fiksasi sendiri dengan metil alkohol. Kualitas Giemsa mempengaruhi hasil pewarnaan pada sediaan hapusan darah. Kualitas Giemsa dikatakan baik apabila Giemsa dibuat baru dan dikatakan kurang baik apabila Giemsa yang sudah disimpan lebih dari 1 hari (Gandasoebrata, 2007).
Oleh karena itu setiap tenaga analis yang bekerja dilaboratium perlu mengetahui bagaimana pembuatan atau pengenceran larutan giemsa serta lama waktu pendiaman atau inkubasi dari setiap konsentrasi larutan giemsa yang digunakan dalam pewarnaan. Hal ini sangat penting karena akan menentukan hasil analisa pada setiap sampel yang akan diamati. Dengan mengetahui bagaimana cara pembuatan atau pengenceran larutan giemsa tentunya akan lebih memberikan hasil presisi dan akurasi yang lebih baik lagi. Berikut ini merupakan cara pembuatan larutan giemsa serta lama waktu inkubasi dari setiap konsentrasi larutan giemsa.


PROSEDUR KERJA PENGENCERAN LARUTAN GIEMSA

      1.     LARUTAN GIEMSA KONSENTRASI 5%
Pengenceran larutan giemsa dengan konsentrasi 5% yaitu perbandingan antara giemsa dan buffer adalah 1:20
Keterangan :
1 bagian giemsa
19 bagian buffer

Cara pengencerannya :
·     Dipipet buffer kedalam gelas ukur sebanyak 19 mL kemudian ditambahkan geimsa sebanyak 1 mL
·      Lakukan pewarnaan giemsa 5% waktu pendiaman adalah 30 – 45 menit

Catatan :
Buffer yang digunakan dalam pembuatan larutan giemsa biasanya adalah buffer phospat dengan pH 6,4. Namun dilaboratorium seperti puskemas yang masih minim dalam ketersediaan bahan atau reagen kerja dapat mengganti buffer dengan menggunakan Aquades dengan pH yang netral. Perubahan pH dalam larutan giemsa dapat mempengaruhi hasil pengamatan morfologi sel darah, contohnya jika pada pH yang kurang dari 6,0 morfologi lekosit akan memperlihatkan inti yang kurang jelas.

       2.     LARUTAN GIEMSA KONSENTRASI 10%
Pengenceran larutan giemsa dengan konsentrasi 10% yaitu perbandingan antara giemsa dan buffer adalah 1:10
Keterangan :
1 bagian giemsa
9 bagian buffer

Cara pengencerannya :
·         Dipipet buffer kedalam gelas ukur sebanyak 9 mL kemudian ditambahkan geimza sebanyak 1 mL
·         Lakukan pewarnaan giemsa 10% dengan waktu pendiaman selama 20 – 25 menit

       3.     LARUTAN GIEMSA KONSENTRASI 20%
Pengenceran larutan giemza dengan konsentrasi 20% yaitu perbandingan antara giemza dan buffer adalah 1:5
Keterangan :
1 bagian giemza
4 bagian buffer

Cara pengencerannya :
·         Dipipet buffer kedalam gelas ukur sebanyak 4 mL kemudian ditambahkan geimza sebanyak 1 mL. Homogenkan
·         Lakukan pewarnaan giemsa 20% waktu pendiaman adalah 10 – 15 menit




SEMOGA BERMANFAAT
LEBIH DAN KURANGNYA MOHON DIMAAFKAN.
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts