Yazhid Blog

.

Saturday, 5 November 2016

STRUKTUR GINJAL DAN PEMBENTUKAN URIN

STRUKTUR GINJAL DAN PEMBENTUKAN URIN Latar belakang dasar tentang struktur ginjal dan pembentukan urin adalah sebuah bantuan untu... thumbnail 1 summary

STRUKTUR GINJAL DAN PEMBENTUKAN URIN


Latar belakang dasar tentang struktur ginjal dan pembentukan urin adalah sebuah bantuan untuk memahami analisis urin dan interpretasi tes.
Analisis urin digunakan untuk dua tujuan. Pertama adalah untuk memastikan adanya gangguan tubuh, seperti ketidaknormalan endokrin dan metabolisme dimana ginjal tersebut berfungsi secara normal dan oleh karena itu, mengeluarkan produk akhir metabolisme untuk sebuah penyakit khusus. Tujuan kedua adalah untuk mendeteksi kondisi intrinsik yang mungkin mempengaruhi ginjal atau jalan perkencingan. Ginjal yang sakit tidak dapat berfungsi secara normal dalam pengaturan volume dan komposisi cairan tubuh dan dalam memelihara/mempertahankan homeostasis. Sebagai konsekuensinya substansi-substansi yang secara normal dipelihara oleh ginjal atau dikeluarkan dalam jumlah kecil mungkin timbul atau muncul pada urin dalam kuantitas yang besar dan substansi-substansi yang secara normal mungkin dikeluarkan mungkin ditahan. Elemen-elemen struktur seperti sel darah merah, leukosit, sel-sel dari jalan perkencingan dan cast dari ginjal yang sakit, atau jalan perkencingan yang lebih rendah mungkin timbul pada urin.
ANATOMI GINJAL
            Unit fungsional dari ginjal adalah nephron. Diperkirakan ada satu juta nephron pada setiap ginjal.
            Setiap nephron terdiri dari sebuah glomerulus, yang merupakan system penyaringan dan sebuah tubule dimana cairan yang disaring lewat. Ketika cairan melewati tubulus, berbagai perubahan terjadi: unsur pokok tertentu di serap kembali oleh lapisan sel tubulus dan sustansi-sustansi lainnya dikeluarkan dalam lumen untuk ekskresi akhir. Hampir semua air yang melewati glomelurus diserap kembali oleh tubulus. Setiap glomelurus terdiri dari sebuah jaringan pembuluh yang dikelilingi oleh sebuah membrane (Bowman’s capsule) yang berlanjut untuk membentuk Bowman space dan permulaan tubulus ginjal. Afferent arteriole membawa darah dari arteri ginjal kedalam glomelurus dimana afferent arteriole terbagi untuk membentuk jaringan. Pembuluh-pembuluh ini menyatu kembali untuk membentuk afferent arteriole, dimana darah meninggalkan glomelurus. Pembuluh darah kemudian mengikuti jalan tubulus membentuk jaringan pembuluh.
            Bagian tubulus dari masing-masing nephron memiliki beberapa struktur dan segmen yang berbeda. Bagian yang paling atas berlanjut dengan glomelurus adalah proximal convoluted tubule, yang diikuti oleh thin-walled segment  dan distal convoluted tubule. Decending limb dari proximal tubule, thin walled segment, dan distal tubule membentuk simpai yang dikenal sebagai simpai Henle.
            Distal convoluted tubule dari beberapa nephron mengalir kedalam sebuah kumpulan tubulus. Jumlah dari tubulus bergabung membentuk papillary ducts. Puncak-puncaknya langsung mengarah ke hilus dan berakhir di kalises. Kalises ini menghubungkannya dengan pelvis ginjal. Urin yang lewat dari pelvis ginjal turun ke ureter dan kedalam kandung kemih, dimana urin tinggal sampai dikeluarkan.
FORMASI URIN
            Ginjal (gambar 1) harus dianggap organ penting yang memelihara lingkungan internal dengan secara selektif mengeluarkan berbagai substansi. Menurut kebutuhan spesifik tubuh memperkirakan 1200 ml darah mengalir melalui ginjal setiap menit. Ini menunjukkan sekitar seperempat dari volume total darah. Darah memasuki glomelurus dari setiap nephron (gambar 2) dengan melewati afferent arteriole kedalam jaringan glomelurus.
            Dinding kapilari pada glomelurus sangat permeable untuk air dan komponen molekular dengan berat rendah dari plasma. Mereka menyaring melalui dinding kapilari dan melekatkan membran kapsul Bowman ke dalam ruang bowman. Dari sini plasma menyaring yang lewat didalam tubulus dimana penyerapan kembali akan beberapa substansi, sekresi yang lainnya dan konsentrasi urin terjadi.
            Banyak komponen dari penyaringan plasma, seperti glukosa, air dan asam amino, baik sebagian maupun keseluruhan diserap kembali pada tubulus proximal, sementara tubulus distal lebih banyak air yang diserap dan potassium dan ion-ion hydrogen dikeluarkan. Simpai Henle dan system pengumpulan tubulus adalah daerah utama dimana urin terkonsentrasi sebagai mekanisme untuk penghematan air dalam tubuh.
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts