Yazhid Blog

.

Tuesday, 22 November 2016

PEMERIKSAAN URINE

ANALISIS URIN             Analisis urin adalah kebiasaan untuk banyak pasien yang dilihat di kantor dokter atau klinik medis dan untuk ... thumbnail 1 summary
ANALISIS URIN

            Analisis urin adalah kebiasaan untuk banyak pasien yang dilihat di kantor dokter atau klinik medis dan untuk setiap pemeriksaan kesehatan. Pengetesan tersebut biasanya diulangi secara tahunan atau serutin mungkin jika dokter menganggap perlu. Analisis urin adalah salah satu prosedur yang paling berguna yang tersedia pada dokter sebagai sebuah indicator kesehatan atau penyakit, khususnya pada daerah metabolisme dan penyakit ginjal.
            Analisis urin seringkali dilakukan pada urin pasien pada saat masuk rumah sakit dan sering diulangi untuk mengevaluasi status kesehatan sembari pasiendi opname. Langkah-langkah yang dilibatkan pada analisis urin rutin dapat dibagi menjadi tiga kategori utama. Prosedur keempat – deteksi dan semiquantitation bacteriuari – sekarang dapat juga dilakukan dengan mudah pada laboratorium analisis urin. Observasi utama dan penentuan ketepatan pada masing-masing kategori dicatat pada garis besar dibawah ini:
  1. Ciri Umum dan Pengukuran
    1. Rupa
    2. Specific Gravity
    3. Reaksi (pH)
    4. Sifat lain seperti osmolalitas, volume per unit waktu dan warna juga harus dikenali
  2. Penentuan Bahan Kimia
    1. Protein
    2. Glukosa
    3. Keton
    4. Bilirubin
    5. Hemoglobin
    6. Nitrit
    7. Urobilinogen
    8. Tes lain jika diusulkan (seperti phenylketones, porphyrins, tes kehamilan)
  3. Pengujian Mikroskopik dari pemisahan sediment
    1. Sel
    2. Cast
    3. Kristal
    4. Bakteri
    5. Ragi dan parasit
    6. Spermatozoa
    7. Pencemaran dan artifact
  4. Deteksi dan Semiquantitation Bacteriuria
    1. Conventional culture plate methods (membutuhkan fasilitas dan personel yang terlatih khusus di bidan laboratorium mikrobiologi)
    2. Tes nitrit dan Culture Strip Methods (cocok untuk laboratorium analisis urin)

PROSEDUR STANDAR
            Kebanyakan pengetesan dilakukan pada spesimen urin, yang baru saja dikeluarkan pasien. Spesimen tersebut dikumpulkan pada tabung yang bersih dan kering dan diuji dalam satu jam untuk mencegah perubahan atau kemerosotan/keburukan pada urin tersebut. Jika spesimen tersebut harus diuji lebih dari satu jam sebelum analisis, contoh tersebut harus didinginkan pada suhu 5o C.
            Pada laboratorium, prosedur pertama adalah untuk mencatat cirri fisik urin tersebut; kedua adalah untuk mengukur specific gravity dan pH dan ketiga adalah untuk melaksanakan tes bahan kimia. 10-12 ml aliquot dari spesimen urin yang tercampur seluruhnya disentrifus dan sisa sediment disingkirkan kembali ¼-1 ml urin untuk pengujian mikroskopik.
            Sisa spesimen urin harus disimpan sampai semua prosedur dilengkapi sehingga beberapa dari tes tersebut mungkin diulang, jika dibutuhkan, atau tes-tes khusus lainnya dapat dilakukan, jika sangat dianjurkan.

TES KIMIA URINE


            Impregnated Reagent Strip secara kimia tersedia untuk penentuan pH urin, protein, glukosa, keton, bilirubin, hemoglobin, nitrit, dan urobilinogen. Strip-strip ini digunakan pada analisis urin dasar dan akhirnya menggantikan metode yang lebih lama dan lebih praktis. Sebagai tambahan, strip bahan reaksi lain, tablet-tablet kimia, slide yang dipilih secara selektif, dan tes-tes pemeliharaan yang disederhanakan tersedia untuk penentuan-penentuan-penentuan khusus.
            Deskripsi yang lebih jelas dari semua prosedur diatas pada analisis urin dasar yang digambarkan diatas disajikan pada bab berikut.



Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts