Yazhid Blog

.

Saturday, 5 November 2016

PEMBAHASAN PEMERIKSAAN pH URINE

pH URIN             Ginjal dan jantung adalah dua organ utama yang mengatur keseimbangan asam dalam tubuh. Jantung mengeluarkan k... thumbnail 1 summary


pH URIN

            Ginjal dan jantung adalah dua organ utama yang mengatur keseimbangan asam dalam tubuh. Jantung mengeluarkan karbondioksida. Sementara ginjal mengatur pengeluaran asam yang tidak mudah menguap yang dihasilkan oleh proses metabolisme normal dari jaringan-jaringan. Keasaman urin utamanya berkaitan dengan asam pospat, dengan hanya sedikit bagian yang dikontribusikan oleh asam-asam organic seperti asam pyruvic, asam lactic dan asam citric. Asam-asam ini dikeluarkan pada urin sebagai garam, sodium, potassium, kalsium dan ammonium. Ginjal mengatur pengeluaran berbagai cations untuk memelihara keseimbangan asam normal. Hal ini dilakukan melalui penyerapan kembali sejumlah ion sodium oleh tubulus dan seiring dengan pengeluaran tubular akan hydrogen dan ammonium dalam pertukaran. Urin makin bertambah meningkatkan asam karena jumlah sodium disimpan oleh peningkatan tubuh.

NILAI NORMAL RATA-RATA
            pH urin adalah ukuran konsentrasi ion hydrogen urin. pH dibawah 7 menunjukkan urin asam; pH diatas 7, urin alkalin. Ginjal normal sanggup menghasilkan urin yang dapat bervariasi dari pH 4,5 sampai lebih besar daripada 8.0. Urin normal yang baru dikeluarkan dari pasien pada diet normal adalah asam dan memiliki pH sekitar 6,0. pH darah normal bervariasi dari 7,34 sampai 7,42.

URIN ASAM
            Urin asam yang berlebihan, dengan pH lebih rendah daripada 6,0, mungkin dikeluarkan oleh pasien pada diet protein tinggi. Pengobatan tertentu seperti ammonium klorida dan asam mandetic mungkin juga menghasilkan urin asam. Pasien dengan acidosis dan diabetes mellitus yang tidak dikontrol mengeluarka urin yang mengandung sejumlah besar asam.

URIN ALKALIN/URIN BASA
            Urin alkalin sering dikeluarkan setelah makanan sebagai respon normal terhadap pengeluaran HCL pada getah perut. Urin alkalin terjadi pada individual-individual yang mengkonsumsi makanan-makanan yang tinggi pada sayuran, buah jeruk, susu dan produk-produk susu. Obat-obat tertentu, seperti sodium bikarbonat, potassium sitrat, dan acetazolamide, menyebabkan pembentukan urin alkalin. Renal tubular acidosis adalah penyakit khusus ginjal dimana tubulus ginjal tidak mampu mengeluarkan ion hydrogen meskipun acidosis sistematik ada dalam tubuh. pH urin dari pasien-pasien ini biasanya diperkirakan tetap normal dan tidak pernah dibawah pH 6.0.
            Kerusakan yang serupa pada pengeluaran ion hydrogen terjadi pada sindrom Fanconi. Urin alkalin mungkin menunjukkan apakah infeksi saluran kemih atau kemungkinan kontaminasi bakteri dari spesimen.
            Antibiotic tertentu (seperti neomycin, kanamycin dan streptomycin) adalah yang paling efektif pada pengobatan infeksi saluran kemih ketika mereka dikeluarkan pada urin alkalin. Pengeluaran salisilat mempertinggi alkalinitas. Pembentukan batu ginjal tergantung pada pH urin. Fosfat dan kalsium karbonat berkembang pada urin alkalin sementara asam uric, cystine dan batu kalsium axalate presipitat pada urin asam. 

METODE PENENTUAN
            Pengukuran yang akurat dari pH urin dapat dilakukan hanya pada spesimen yang baru dikeluarkan. Urin menjadi lebih alkalin karena kehilangan karbondioksida dan perubahan urea menjadi ammonia oleh organisme-organisme bakteri. Jika urin harus disimpan untuk waktu yang cukup lama sebelum analisis, urin harus disimpan pada sebuah wadah kira-kira dalam volume yang sama dan didinginkan.
            Untuk analisis rutin, pH urin diukur dengan indicator paper strips dan grafik wrna. Ketika penentuan yang lebih tepat dibutuhkan, meter pH digunakan dan jawaban didapatkan secara langsung dari meter tersebut.
            Berbagai kertas tes yang diresapi dengan berbagai zat kimia tersedia untuk penentuan pH yang mudah dan cepat. Karena pH urin hampir selalu diukur sebagi bagian dari analisis urin yang lebih lengkap, sangat bermanfaat untuk menggunakan reagent strip penentuan yang multiple seperti COMBISTIX Reagent Strip, Hema Combistix Reagent Strip, Labstix Reagent Strip, Bili LABSTIX Reagent Strip, Multistix Reagent Strip atan N- Mutistix Reagent Strip yang secara bersamaan mengukur pH dan mengecek urin untuk beberapa komponen.                     
            Porsi pH dari masing-masing strip ini diresapi/diisi dengan dua indikator terpisah, methyl merah dan bromthymol biru. Bahan-bahan kimia ini menyediakan perubahan spectrum warna yang luas, dari orens ke hijau ke biru, pada kisaran 5 sampai 9. Reagent strip dimasukkan kedalam spesimen urin dan perubahan warna dibandingkan ke grafik warna standar pada label botol yang menunjukkan pH nilai 5 sampai 9 pada langkah-langkah satu unit pH.
            Kertas indicator Nitrazene adalah sensitif dan spesifik pada pH kisaran 4,0 sampai 8,0. Beberapa kertas pH yang punya kisaran luas juga tersedia tetapi tidak secara khusus berguna untuk penentuan pH urin karena kenaikan pada skala warna terlalu besar untuk mengakhiri perkiraan pH.

Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts