Yazhid Blog

.

Monday, 7 November 2016

PEMBAHASAN PEMERIKSAAN BAKTERI DALAM URINE

PENEMUAN BAKTERI             Penemuan bakteri dalam urin dapat dianggap menunjukkan sebuah infeksi sistem urin hanya jika bahan per... thumbnail 1 summary
PENEMUAN BAKTERI


            Penemuan bakteri dalam urin dapat dianggap menunjukkan sebuah infeksi sistem urin hanya jika bahan percobaan adalah sebuah aliran sampel yang bersih yang dikumpulkan dibawah kondisi-kondisi aseptik dalam sebuah wadah yang steril yang ditutup dengan segera dengan sebuah penutup yang steril. Perhatian yang sangat teliti harus dilatih selama pengumpulan dan setelah itu, untuk menghindari kntaminasi bahan percobaan urin dengan organisme-organisme secara kebetulan atau patogen-patogrn potensial dari sumber-sumber luar kedalam urin tersebut. Lebih baik, percobaan untuk bakteri seharusnya mulai dalam sejam dari waktu pengumpulan urin. Tetapi, jika hal ini tidak mungkin, bahan percobaan harus didinginkan pada suhu 50c dengan segera setelah pengumpulan dan diuji dalam 8 jam. Dalam keadaan tersebut seharusnya sebuah bahan pengawet tidak ditambahkan ke urin yang dimaksud untuk tes-tes pemeliharaan bakteriologis. Tipe yang lebih baik dari bahan percobaan adalah urin pagi hari atau jika hal ini tidak praktis, urin yang telah incubasi dalam kandung kemih sekurang-kurangnya 4 jam. Perhatikan bab III untuk deskripsi detail dari metode-metode yang sesuai untuk mendapatkan sebuah spesimen urin untuk diuji bakterinya.
KONSENTRASI-KONSENTRASI BAKTERI DAN INTERPRETASINYA
            Konsentrasi bakteri dalam urin secara umum bermanfaat untuk membedakan antara infeksi sistem urin dan kontaminasi bahan percobaan. Sebagai sebuah hasil penemuan laboratorium tentang banyaknya hubungan dengan kondisi-kondisi klinis, sebuah “tingkat kritis” konsentrasi bakteri, sekarang secara umum digunakan dalam menilai pentingnya bakteri klinis.
            Bakteri dianggap “signifikan” ketika penemuan laboratorium menunjukkan kehadiran 100.00 (105) atau lebih bakteri per ml bahan percobaan urin. Sebaliknya, apabila kontaminasi sebuah bahan percobaan steril dengan bakteri dari sumber-sumber luar yang telah ada, perhitungan mungkin dapat serendah 10.000 (104) atau bahkan 1000 (103) atau kurang per ml. Ketika perhitungannya berada antara 103 dan 105 ,kemungkinan sebuah infeksi sistem urin yang baru mulai di anjurkan dan dalam hal tersebut dokter dapat meminta bahan percobaan urin yang bersih lain diambil untuk percobaan ulang.
            Bahkan sebuah perhitungan bakteri yang sangat rendah, cukup untuk menegaskan diagnosis tersebut ketika gejala-gejala klinis infeksi sistem urin juga hadir. Perhitungan rendah dapat terjadi pada pasien dengan infeksi sistem urin yang jelas jika bahan percobaan urin sangat cair, atau telah tinggal dalam kandung kemih untuk waktu yang singkat saja. Percobaan seperti itu, juga dapat terjadi selama tahap awal pengobatan dengan sebuah agen antimikrobis.
            Infeksi sistem urin yang berarti dapat hadir pada pasien yang belum mengalami gejala. Kendatipun tanpa kehadiran gejala, infeksi ini serius karena memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan ginjal yang parah sebelum pasien menyadarinya. Kondisi ini dikenal sebagai sebuah “significant asymptomatic bacteriuria” dan dapat ditetapkan sebagai penemuan 105 atau lebih bakteri per ml urin dalam ketidakhadiran gejala-gejala klinis. Dengan kedatangan/kehadiran baru saja tersebut yang lebih mudah, metode-metode yang kurang mahal untuk pendeteksian dan setengah pengukuran bakteri, para dokter sementara menemukannya semakin berguna untuk permintaan tes-tes bakteri bagi tipe pasien-pasien beresiko tinggi kendatipun gejala tidak ada. Tipe resiko tinggi termasuk pasien hamil, anak-anak sekolah (khususnya perempuan), penderita diabetes dan pasien dengan sebuah sejarah awal infeksi sistem urin.
TIPE-TIPE UMUM BAKTERI DALAM INFEKSI SISTEM URIN
            Bakteri tipe negatif secara normal hadir dalam usus besar merupakan organisme-organisme yang secara umum paling banyak teridentifikasi dalam infeksi sistem urin. Dari hal ini, Escherichia Coli, proteus species, klebsiella dan acruginosa paling sering ditemukan. Organisme-organisme positif seperti streptococcus Faecalis dan Staphylococcus aureus menyebabkan sedikit agak kurang infeksi.

METODE-METODE DETEKSI BERSAMA DENGAN ANALISIS URIN
            Beberapa metode yang tersedia untuk pendeteksian dan setengah pengukuran bakteri dalam urin. Metode tersebut bergerak dari pengujian mikroskopis dan tes-tes kimiawi ke tehnik-tehnik pengobatan yang akhir-akhir ini dikembangkan yang khususnya cocok untuk penggunaan dalam laboratorium analisis urin. Tehnik-tehnik pengobatan conventional agar-plate culture untuk pengukuran yang persis dan identifikasi spesies-spesies bakteri dan keturunan-keturunanannya berada diluar wilayah pembahasan buku ini sejak mereka (para ilmuan) mendapat pelaihan dan pengalaman dalam mikrobiologi dan fasilitas-fasilitas sebuah laboratorium mikrobiologi.

Pengujian Mikroskopik
            Ketika sedimen yang tersentrifus diuji secara mikroskopik sebagai bagian analisis urin umum, dapat menampakkan bekteri ketika hadir/ada. Kebanyakan “rods” negatif yang penting secara khusus mudah untuk diidentifikasi, bentuk-bentuk coccal merupakan bentuk yang sedikit lebih sulit untuk diidentifikasi. Penemuan 20 atau lebih bakteri setiap area dengan kekuatan tinggi, dapat menunjukkan sebuah infeksi sistem urin, sementara kehadiran hanya beberapa bakteri seharusnya diinterpretasikan dengan hati-hati, mungkin sebuah infeksi sistem urin yang tidak dapat dinyatakan atau tidak termasuk hingga kajian-kajian yang lebih pasti dihadirkan.
            Sebuah “stained Smear of uncentrifuged urin/urin tersentrifus” juga dapat diuji dibawah pencelupan lensa minyak/kaca untuk mendeteksi bakteri. Penemuan bakteri pada pertimbangan pulsan cairan bakteri penting. Tehnik tersebut terdiri dari pelepasan butiran urin ke udara kering pada sebuah kaca mikoroskopik. Setelah butiran tersebut panas/hangat sempurna dalam sebuah api, butiran tersebut diwarnai dengan warna gram atau warna biru methylene (warna wright). Warna gram, walaupun secara sedikit lebih kompleks dalam metode penggunaannya, dianggap lebih unggul untuk pengidentifikasian bakteri.
Tehnik warna Gram:
  1. Tutuplah kaca mikroskop selama 1 menit dengan 1% warna kristal lembayung
  2. Basahilah dengan air
  3. Tutuplah dengan larutan yodium gram selama 30 menit
  4. Kurangi warna dengan 95% Ethylalcohol atau acetone hingga tidak ada lagi bahan celup yang menghalangi kaca mikroskop
  5. Warnai kembali dengan mencairkan Safranin selama 30 menit. Lap dan keringkan
Tes Kimiawi
            Beberapa jenis tes kimiawi telah digunakan untuk mendeteksi bakteri, termasuk penentuan konsumsi glukosa, aktivitas enzim-enzim tertentu, pengurangan triphenyltetrazolium chloride dan pengurangan nitrat-nitrat menjadi nitrit-nitrit. Dengan pengecualian tes nitrit, penyaringan kimiawi belum dibuktikan secara praktis bagi penggunaan secara umum.
            Tes nitrit adalah tes yang tidak mahal dan cepat, dan tes tersebut memberikan sebuah metode yang tidak langsung bagi pendeteksian awal bakteri penting. Organisme-organisme infeksi umum, misalnya spesies enterobacter, citrobacter, escherichia, proteus, klebsiella dan pseudomonas berisi enzim-enzim yang mengurangi nitrat dalam urin menjadi nitrit. Strip tes analisis urin seperti N-MULTISTIX, N-URISTIX, MICROSTIX-NITRIT dan 3 strip bahan reaksi MICROSTIX berisi area-area bahan reaksi yang mengubah warna dalam kehadiran nitrit.
            Wilayah bahan reaksi nitrit pada strip bahan reaksi ini disejajarkan supaya terdapat pembatas warna merah muda yang berkembang dalam 30 menit, menunjukkan sebuah jumlah nitrit yang dihasilkan oleh 105 atau lebih organisme per ml bahan percobaan urin. Kemudian sebuah hasil positif dari sebuah penyaringan tes nitrit merupakan sebuah indikasi tetap bakteri penting. Bagaimanapun, sebuah hasil tes negatif tidak pernah harus diartikan sebagai indikasi ketiadaan bakteri, ada banyak alasan untuk hal ini.
            Urin di pagi hari atau urin yang telah tinggal dalam kandung kemih untuk beberapa jam, lebih baik untuk wilayah sebuah hasil tes nitrit positif dalam kehadiran bakteri penting daripada sebuah spesiemn urin acak yang mungkin telah berada dalam kandung kemih hanya dalam sebuah waktu yang singkat. Di akhir jenis bahan percobaan, disana mungkin telah terdapat waktu yang tidak cukup untuk pembalikan nitrat menjadi nitrit yang telah terjadi. Terdapat kejadian-kejadian jarang dimana nitrat tidak muncul dalam urin dan seorang pasien dengan tipe ini dapat memiliki bakteri penting tanpa sebuah tes nitrit positif. Beberapa warna patogen-patogen urin tidak menghasilkan enzin-enzim penting untuk mengurangi/mereduksi nitrat menjadi nitrit – alasan lain, mungkin terdapat bakteri penting, kendatipun sebuah tes nitrit negatif.

Tes Pemeliharaan Semikuantitatif Yang Disederhanakan
            Laboratorium analisis urin sekarang dapat digunakan dengan baik, mudah untuk mengartikan tes-tes pemeliharaan untuk pendeteksian dan pengukuran setengah dari bakteri dengan ketelitian yang lebih besar daripada kemungkinan dengan tes-tes nitrit. Beberapa jenis strip bahan percobaan atau gelas kaca mikroskop yang ditutupi dengan “agar” yang tersedia. Gelas tersebut dicelupkan dalam urin, disisipkan dalam sebuah tabung steril dan diincubasi pada suhu 370c. Koloni-koloni dihitung atau kemunculannya dibandingkan dengan sebuah grafik referensi 12 hingga 24 jam kemudian. Banyak kerugian pendapatan penyimpanan yang berlanjut ini sebelum penggunaan dalam sebuah pendingin dan beberapa mengambil tempat banyak dengan cukup untuk memperoleh sebuah standar inkubator jika banyak tes yang sementara dilaksanakn secara simultan.
            MICROSTIX-3 Reagent Strip, semua tes bakteri 3 cara mengandung reagent nitrit dan da blok media culture terdehidrasi. Salah satu pertumbuhan dari semua jenis bakteri umumnya ditemukan pada infeksi saluran kemih sementara yang lainnya mendukung pertumbuhan dari hanya jenis gram negatif.
            Dalam penggunaan tes 3 cara, strip MICROSTIX-3 dipindahkan dari pembungkusnya, diperhatikan untuk tidak menyentuh atau sebaliknya mengkontaminasi area tes. Strip tersebut dimasukkan pada spesimen urin selama lima detik dan pindahkan. Tes nitrit dibaca 30 detik kemudian, beberapa tingkat warna merah muda menunjukkan adanya 105 atau lebih organisme-organisme per ml urin. Strip tersebut kemudian dimasukkan dan ditutup pada kantong plastik steril yang disediakan, diinkubasi selama 12 sampai 18 jam, dan hasilnya dibaca tanpa memindahkan dari kantong transparan. Spot berwarna magenta pada lapisan media culture yang menunjukkan lokasi bakteri dan kepadatan dari spot-spot ini dibandingkan dengan grafik yang disediakan. Jika bakteri ada, perbandingan ini menunjukkan tingkat konsentrasi (101, 102,103, 104 atau 105 atau lebih bakteri per ml) sebaik konsentrasi relatif dari bakteri gram negatif dan keseluruhan bakteri.
            Karena lapisan media culture pada MICROSTIX-3 terdehidrasi, pendinginan tidak diperlukan, dan produk tersebut stabil pada suhu ruangan. Inkubator kecil, tidak mahal dan terkontrol secara thermostatistik yang didesain secara khusus untuk inkubasi MICROSTIX-3 membuat sistem pengujian bakteri ini sangat praktis untuk laboratorium analisis urin. Inkubator tersebut menempati sekitar jarak yang sama pada sebuah meja atau bangku laboratorium seperti pada rata-rata buku teks, dan inkubator mengakomodasi 30 kantong. Dengan membaca hasil tes culture tanpa memindahkan strip MICROSTIX-3 dari kantong transparan yang ditutup, pengusiran akan patogen yang berbahaya kedalam lingkungan laboratorium dihindari. Setelah hasil dibaca dan dicatat, kantong yang masih tertutup dapat dengan mudah dan dengan aman di atur dengan pembakaran.


Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts