Yazhid Blog

.

Friday, 11 November 2016

PEMBAHASAN DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA URINE

GULA PADA URIN Substansi yang berkurang total yang ditemukan pada urin normal biasanya kurang dari 0,1% adalah glukosa.  Kuantitas ini ... thumbnail 1 summary
GULA PADA URIN

Substansi yang berkurang total yang ditemukan pada urin normal biasanya kurang dari 0,1% adalah glukosa.  Kuantitas ini adalah dibawah yang perlu untuk memberikan reaksi positif dengant tes-tes yang umumnya digunakan pada pengujian urin; oleh karena itu, beberapa  reaksi positif untuk gula menjamin investigasi selanjutnya.
Glukosa adalah gula yang paling umum digunakan pada urin, meskipun gula  lain seperti laktosa, fruktosa, galaktosa dan pentosa juga ditemukan dalam keadaan tertentu.
GLUKOSA
            Adanya sejumlah glukosa yang dapat dideteksi pada urin dikenal sebagai glucosaria atau glucosuria. Glucosuria terjadi kapanpun tingkat glukosa darah melebihi kapasitas penyerapan kembali dari tubulus ginjal, misal ketika glomerular menyaring yang kandungan glukosa lebih banyak daripada tubulus mampu untuk serap kembali (renal threshold). Kondisi tersebut mungkin apakah tidak berbahaya atau pathological dan dokter harus membedakan antara dua jeis tersebut.
            Renal glucosuria terjadi dengan tingkat glukosa darah karena  reabsorpsi tubular akan glukosa dibawah normal, sehingga memungkinkan beberapa glukosa meluap kedalam urin. Ini adalah kondisi yang tidak berbahaya seperti kejadian glucosuria setelah memakan makanan berat atau dalam kaitannya dengan tekanan emosional.
            Diabetes melitus, sebuah keadaan pathological, adalah penyebab utama glucosuria. Kondisi ini berkaitan dengan tingginya tingkat gula darah dan biasanya meningkat pada volume urin. Kandngan gula dari urin diabetes mungkin mencapai setinggi 10%, tetapi nilai 2-5% lebih umum ditemukan. Urin tersebut biasanya warna terang dengan peningkatan specific gravity berkaitan dengan luapan ekstra dari zat padat yang larut.

PEMERIKSAAN GLUKOSA
            Ada berbagai tes untuk glukosa yang mungkin diterapkan pada urin. Jenis tes yang paling umum digunakan ada dua jenis (1) tes reduksi berdasarkan pada reduksi ion-ion logam tertentu oleh glukosa dan (2) tes enzymatik berdasarkan pada tindakan glukosa yang mengoksidasi glukosa. Reduksi ion-ion logam seperti Cu ++ adalah tidak spesifik untuk glukosa karena reaksi mungkin timbul/ disebabkan karena beberapa reduksi substansi yang mungkin ada pada urin, seperti creatinine, asam urik, asam ascorbic atau beberapa gula yang tereduksi lainnya. Kompnen non karbohidrat jarang turut campur, tetapi adakalanya pada urin terkonsentrasi, beberapa percampuran mungkin terjadi. Ketidakspesifikkan dari beberapa tes reduksi dapat berguna untuk mendeteksi gula lainnya daripada glukosa dan ketidakgunaannya pada kesalahan yang mungkin terjadi.
            Metode pengoksidasian glukosa karena metode-metode ini diterapkan pada urin adalah spesifik untuk glukosa, meskipun beberapa komponen seperti asam ascorbic mungkin menghambat tes tersebut.

Tes-tes reduksi

Tes Benedict
            Reagent Benedict terdiri dari tembaga sulfat yang larut pada sodium karbonat, larutan sodium sitrat. Reagent Benedict digunakan dengan memasukkan 5 ml pada tabung tes, tamahkan 5 sampai 8 tetes urin dan menempatkan tabung pada air mendidih selama 5 menit. Setelah pemanasan, tabung tersebut dipindahkan dari bath, dibiarkan dingin di udara dan warna dicatat. Warna bervariasi dari biru (tidak ada substansi yang tereduksi atau gula yang ada) ke hijau, ke kuning, ke orens, ke merah bata yang menunjukkan sebuah gula atau beberapa substansi yang tereduksi lainnya ada. Jumlah dari penurunan substansi yang ada dapat diperkirakan dengan mencatat tingkat perubahan warna seperti dibandingkan pada tes urin yang mengandung sejumlah glukosa yang diketahui. Jumlah 0,1% glukosa mampu memberikan reaksi positif dengan Reagent Benedict.

Clinitest Reagent Tablet


            Tes reduksi tembaga telah digunakan yang disederhanakan dengan CLINITEST, yang terdiri dari sulfat tembaga yang digabungkan kedalam tablet effervercent (tablet yang berbuih) yang mengandung sodium karbonat, asam citric dan sodium hidroksida. Ketika tablet ditamahkan ke tabung tes kecil yang mengandung 10 tetes air dan 5 tetes urin, tablet larut dengan perkembangan karbondioksida dan panaskan. Pada proses tersebut, jika penurunan substansi seperti glukosa ada, warna berubah dari biru ke orens, tergantung pada jumlah gula yang ada. Dengan membandingkan warna tersebut dengan grafik/bagan warna yang menjadi referensi, jumlah penurunan substansi pada urin dapat diperkirakan.
            CLINITEST sensitif pada kira-kira 0,25% glukosa pada urin. CLINITEST agak kurang sensitif daripada Benedict Reagent, tetapi dilain pihak, CLINITEST memberikan reaksi positif salah yang leih sedikit. Biasanya tingkat gula urin 0,1 % atau lebih ditetapkan signifikan.

Tes Nylander
            Tes Nylander berdasarkan reduksi alkalin bismuth subnitrat dengan glukosa. Ketika dipanaskan, campuran Reagent Nylander dan urin yang mengandung glukosa akan menghasilkan presipitat hitam yang bebas bismuth.

Tes pengoksidasian glukosa
            Tes-tes pengoksidasian glukosa enzymatic untuk glukosa seperti yang diterapkan pada urin, adalah spesifik untuk glukosa. Pada tes-tes ini, glukosa yang teroksidasi mengkatalisasi oksidasi glukosa ke gluconolactone dan peroksida. Peroksida pada keberadaan proses peroksida digunakan untuk mengoksidasi sebuah indikator yang beralih menghasilkan perubahan warna. Gula seperti laktosa, fruktosa, galaktosa dan pentosa adalah bukan substrat untuk glukosa dan oleh karena itu tidak bereaksi dengan tes ini.
            Hanya sejumlah besar asam ascorbic yang menghambat reaksi ensim glukosa pada Reagent Strip DIASTIX dan Multiple Reagent Strip. Konsentrasi-konsentrasi yang besar ini adalah mungkin terjadi dengan pemberian parenteral dari asam ascorbic apakah sebagai vitamin atau sebagai antioksidan pada antibiotik seperti tetracycline atau dengan ingesti oral dari kuantitas besar-besaran asam ascorbic.
            Dua bentuk tes tersdia: bentuk cair, yang menggunakan larutan encer dalam kaitannya dengan photometer dan tes strip yang mengandung bidang tes impragneted reagent, dan ketika digunakan dalam kaitannya dengan bagan wrna yang merupakan sistem tes lengkap. Tes Reagent Strip adalah yang paling umum digunakan pada analisis urin.
            DIASTIX Reagent Strip dan tes glukosa akan URISTIX, N-URISTIX, COMBISTIX, HEMA COMBISTIX, LABSTIX, BILI-LABSTIX, MULTISTIX DAN N-MULTISTIX mengandung sistem tes oksidasi glukosa dan spesfik untuk glukosa.
            Kenyataannya, strip-strip tes dimasukkan kedalam sampel urin, kelebihan digeser dengan menyentuh sisi wadah dan reaksi warna glukosa yang dihasilkan dibandingkan pada bagan 6 warna yang berkisar dari biru, yang mengindikasikan konsentrasi glukosa kurang dari 0,1%, ke coklat pada 2% atau lebih. Tes DIASTIX dapat dibaca secara kualitatif pada 10 detik dan secara kuantitaif 30 detik.
            CLINISTIX Reagent Strip adalah tes strip glukosa lainnya yang menggunakan prinsip pengoksidasion glukosa. Hasil tes ini adalah utamanya kualitatif. Penghitungan adalah hanya perkiraan karena pengaruh variabel yang mungkin urin miliki pada perkembangan warna. Lili Tes Tape berdasarkan pada prinsip yang sama. Jika penghitungan diinginkan, CLINITEST atau DIASTIX harus digunakan. CLINITEST akan mendeteksi beberapa gula yang ada dalam urin; sementara, glukosa test strip, DIASTIX dan CLINISTIX, akan membedakan urin yang hanya mengandung glukosa. Ini adalah penting dalam mendeteksi glukosa yang sebenarnya pada keberadaan laktosa atau beberapa penurunan material lainnya. Sangat penting untuk diingat bahwa baik DIASTIX maupun CLINISTIX adalah peka terhadap glukosa pada tingkat 0,1%; kemudian mereka mungkin memberi reaksi positif ketika CLINITEST adalah negatif karena sensitivitas dari yang terakhir ditentukan pada 0, 25%.

NON GLUKOSA
            Karena CLINITEST berekasi dengan semua gula yang menurun, sebuah hasil yang positif akan diobservasi kapanpun gula seperti laktosa, galaktosa, fruktosa atau pentosa ada.
Laktosa
            Laktosa mungkin timbul pada urinn dari wanita yang menyusui. Ini biasanya adalah kondisi sementara yang mengoreksi dirinya sendiri berdasarkan penghentin penyusuan. Laktosa mungkin ditemukan pada sejumlah bekas urin dari bayi berusia 3 sampai 5 hari sebelum sistem pencernaan menjadi berkembang penuh, dan pada anak-anak lainnya dan orang dewasa yang tidak sempurna pada intestinal lactase (usus).
            Adanya laktosa pada urin dapat dideteksi dengan CLINITEST. Pengidentifikasian gula seperti laktosa, meskipun bukan prosedur rutin, dapat dilakukan dengan tes asam mucic, tes osazone, chromography paper dan penghidrolisisan gula tersebut dan pengujian galaktosa dengan metode pengoksidasian galaktosa. Adapun laktosa pada urin biasanya ditentukan fisiologis daripada patologis.
Galaktosa
            Galaktosa ditentukan pada urin bayi yang menderita galactonuria. Anak-anak ini kurang pada enzim yang perlu untuk mengubah galaktosa menjadi glukosa. Ini adalah kondisi yang kuat yang dapat diperbaiki dengan mengeliminasi laktosa dan sumber galaktosa lainnya dari makanan. Jika tidak dilakukan, bayi tersebut akan secra cepat memburuk secara fisik dan secara mental ke kematian dini. Kadangkala, orang dewasa yang ingest kuantitas susu yang besar atau makanan lain yang mengandung laktosa akan menunjukkan sejumlah galaktosa pada urin. Ini tidak memiliki signifikansi klinis dan menghilang dengan reduksi galaktosa yang masuk.
            Galaktosa dapat dideteksi dengan CLINITEST dan diidentifikasi dengan tes asam mucic, paper chromatography dan tes oksidasi galaktosa.
Fruktosa
            Fruktosa kadang-kadang terjadi pada urin dari pasien dengan penyakit atau gangguan hepatis. Keberadaan fruktosa dapat dideteksi dengan CLINITEST. Fruktosa dapat diidentifikasi dengan tes Selivanoff dan Paper Chromatography.
Pentosa
            pentosuria dikaitkan dengan jenis tertentu terapi obat dan dengan beberapa kondisi turun temurun. Pada kedua kasus diatas, keberadaan pentosa pada urin ditentukan tidak  berbahaya, tetapi keberadaan pentosa dapat menyebabkan masalah-masalah diagnostik. Keberadaan pentosa dapat ditentukan dengan CLINITEST, dan pentosa dapat mengurangi Reagent Benedict pada suhu ruangan.
            Identifikasi pentosa dapat dilakukan dengan Tes Tauber, Tes Osazone dan paper chromatography.


Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts