Yazhid Blog

.

Monday, 14 November 2016

PEMBAHASAN DAN PEMERIKSAAN BILIRUBIN URINE

BILIRUBIN PADA URIN             Bilirubin pada urin menunjukkan adanya penyakit hepatocellular atau gangguan empedu intra atau ek... thumbnail 1 summary
BILIRUBIN PADA URIN



            Bilirubin pada urin menunjukkan adanya penyakit hepatocellular atau gangguan empedu intra atau ekstrahepatik. Itu adalah tanda-tanda awal dari gangguan ini dan oleh karena itu, sebuah alat diagnostik yang berguna dan penting. Tes-tes untuk bilirubin pada urin harus secara rutin dilakukan pada setiap analisis urin. Bilirubin dibentuk pada sel-sel reticoloendothelial limpa dan sumsum tulang dari kerusakan hemoglobin. Ini berkaitan pada albumin pada aliran darah dan dipindahkan ke hati. Bentuk albumin ini, yang juga diketahui sebagi bilirubin tidak langsung adalah tidak dapat dilarutkan pada air dan tidak muncul pada urin kecuali dalam julah sedikit. Pada sel-sel hati, itu terpisah dari albumin dan berhubungan dengan asam glucuronic dan asam sulfuric untuk membentuk bilirubin terkonjugasi yang dapat larut dalam air, juga dikenal sebagai bilirubin langsung. Sel-sel hati yang membentuk bilirubin terkonjugasi mengeluarkannya kedalam empedu dan kemudian itu dikeluarkan kedalam usus melalui saluran air empedu. Bilirubin yang terkonjugasi pada usus diubah dengan gerak bakteri menjadi urobilinogen. Bilirubin yang berkaitan yang dapat larut dalam air dapat dikeluarkan oleh ginjal meskipun secara normal levelnya pada darah tidak cukup tinggi untuk menghasilkan jumlah signifikan yang timbul pada urin.
NILAI NORMAL RATA-RATA
            Bilirubin normal yang ada dalam urin diperkirakan 0,02 mg/dl, yang mencerminkan tingkat darah yang secara normal rendah dari bilirubin yang terkonjugasi. Jumlah ini tidak terdeteksi oleh tehnik semikuntitatif rutin dan diinterpretasikan sebagai hasil negatif.

KEADAAN PENYAKIT DIMANA BILIRUBIN TERJADI
            Pengeluaran bilirubin pada urin akan mencapai tingkat signifikan pada beberapa proses penyakit yang meningkatkan jumlah bilirubin terkonjugasi pada aliran darah. Pada beberapa penyakit hati yang berkaitan dengan perantara menular atau hepatotoxic, sel-sel hati tidak mampu untuk menegeluarkan semua bilirubin yang terkonjugasi pada empedu, sehingga sejumlahnya dikembalikan ke darah untuk menaikkan tingkat darah dan meneyebabka bilirubinuria.
            Pada penyakit gangguan biliary, biliary stasis mengganggu penegeluaran normal bilirubin terkonjugasi melalui jalur usus, kemudian menyebabkan penambahan pada airan darah dengan hasil bilirubinuria. Karena bilirubin mungkin timbul pada urin sebelum tanda-tanda disfungsi hati lainnya (penyakit kuning) timbul, bilirubinuria adalah sebuah tanda diagnostik yang penting dari penyakit hati dan sebuah tes bilirubin harus menjadi bagian dari setiap analisis urin rutin.
            Pengeluaran bilirubin pada urin tidak meningkat ketika ada sebuah peningkatan pada jumlah bilirubin yang tidak terkonjugasi pada sirkulasi. Jenis peningkatan ini terjadi pada anemia hemolitik karena semakin besar pelepasan hemoglobin menuntun ke semakin besarnya produksi bilirubin yang dikelilingi albumin. Meskipun demikian, hati yang tidak sakit atau hati yang normal dapat mengkonjugasikan semua kelebihan bilirubin dan mengeluarkan seluruh jumlahnya kedalam biliary tract.
PENENTUAN
            Bilirubin Reagent area pada BILI-LABSTIX, MULTISTIX dan N-MULTISTIX adalah tes semikuantitatif paling sederhana untuk penentuan bilirubin. Reagent Area di resapi dengan 4- dichloroaniline yang stabil yang berekasi dengan bilirubin pada urin untuk membentuk senyawa azobilirubin yang berwarna kecoklat-coklatan ke keungu-unguan. Reagent Strip dimasukkan ke dalam urin segar yang tidak tersentrifugis, dibuka untuk dipindahkan kelebihan urin dan setelah 20 detik menunggu, dibandingkan ke bagan warna pada botol reagent strip. Hasilnya diinterpretasikan sebagai negatif dan +1 sampai +3, atau jumlah bilirubin kecil, sedang, dan besar. Tes tersebut memiliki sensitifitas 0,2 pada 0,4 mg bilirubin/dl (prosedur Golden dan Snavely).
            Reaksi positif yang salah mungkin terjadi dengan urin dari pasien yang mengkonsumsi chloropromazine dosis besar. Memetabolisme obat-obat tertentu seperti pyridium mungkin memberi warna kemerah-merahan.
ICTOTEST Reagent Tablets dan Spacial Test Mats adalah metode yang sangat sensitif dan tepat untuk penentuan kualitatif bilirubinuria. ICTOTEST Reagent Tablets mengandung p – nitrobenzenediazonium, p-toluenesoltonate, sodium bicaronate, asam sulfasalisil dan asam borik. Mats tersusun dari campuran asbes cellulose.
1.      Masukkan 5 tetes urin pada satu mat spesial, jika bilirubin ada dalam spesimen, bilirubin akan diserap kedalam permukaan mat.
2.      Tempatkan sebuah ICTOTEST Reagent Tablet pada bidang yang dibasahkan dari mat tersebut
3.      Alirkan 2 tetes air pada tablet tersebut
4.      Ketika jumlah bilirubin tinggi ada pada spesimen urin, warna biru ke ungu terbentuk didalam 30 detik. Kecepatan pembentukan warna dan intensitas perkembangan warna adalah sebanding terhadap jumlah bilirubin pada urin. Jumlah bilirubin normal pada urin memberi hasil tes negatif. Konsentrasi yang paling kecil dari bilirubin yang dapat dipercaya dideteksi oleh metode ini adalah 0,05 sampai 0,1 mg/dl. Warna orens ke merah mungkin menunjukkan urobilin, indican atau salisilat pada urin. Urin dari pasien yang menerima dosis besar chlropromazine (Thorazine) mungkin menghasilkan hasil positif yang keliru.
Horrison Spot Test (Fouchet Test)
1.      Masukkan 5 ml urin yang diasamkan kedalam tabung tes
2.      Tambahkan 5 ml 10 % larutan barium klorida
3.      Kocok dan saring
4.      Untuk presipitat sisa pada kertas saring, tambahkan 1 tetes reagent yang terbuat dari: asam trichloroacetic 25 gm, 10% larutan ferric chloride 10 ml dan air yang disuling 100 ml
5.      Ketika bilirubin ada, warna hijau atau biru-hijau berkembang.


Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts