Yazhid Blog

.

Monday, 7 November 2016

MORFOLOGI LEKOSIT DAN KELAINANNYA

MORFOLOGI LEKOSIT DAN KELAINANNYA Dalam keadaan normal akan ditemukan dua kelompok lekosit pada sediaan apus yaitu yang bergranula ... thumbnail 1 summary
MORFOLOGI LEKOSIT DAN KELAINANNYA


Dalam keadaan normal akan ditemukan dua kelompok lekosit pada sediaan apus yaitu yang bergranula dan tidak bergranula. Yang termasuk sel-sel bergranula adalah netrofil, eosinofil, dan basofil, sedangkan yang tidak bergranula adalah limfosit dan monosit. Pada sel-sel lekosit kelainan morfologinya dapat dijumpai pada granula, sitiplasma, dan intinya. Kelainan pada sel lekosit ini dapat dijumpai pada kelainan herediter maupun kelainan yang didapat.

Kelainan Morfologi Netrofil

  1. Granula Toksik
-          Merupakan suatu granula azurofilik dijumpai pada infeksi berat, inflamasi
-          Granula kasar dijumpai pada anemia aplastik dan myelofibrosis
-          Pada netrofil yang tidak mempunyai granula dijumpai pada sindrom myelodisplasia dan beberapa myeloid leukemia dan jarang ada kelainan bawaan yang dimanifestasikan dengan PMN yang tidak normal.
-          Granula ini memberikan reaksi positif pada pulasan peroksidase dan pada pulasan akaline fosfatase menunjukkan aktifitas enzim yang meningkat
-          Dibedakan dengan anomali Alder-Reily dengan granula yang besar, warna merah dan jumlahnya banyak.
  1. Vakuolisasi Sitoplasma
Pada sediaan apus yang langsung dibuat terlihat vakuole yang berukuran kecil, ini menunjukkan adanya infeksi berat dan ketoasidosis diabetik


  1. Hipersegmentasi
Netrofil yang mempunyai 5-6 lobus pada intinya, dimana inti ini dihubungkan dengan kromatin, dijumpai pada anemia megaloblastik, pergeseran kekanan dengan hipersegmentasi terlihat pada anemia, pasca pegobatan sitostatika (methotrexate) dan pasien yang menjalani pengobatan hydroxiuren tampak hipersegmentasi yang menyolok.
  1. Dohle Bodies
Sisa-sisa ribosom dan retikulosit yang rusak dengan bentuk oval atau bulat, berwarna biru abu-abu dan biasanya ditemukan pada bagian perifer netrofil, dijumpai pada infeksi berat, keganasan, anomali May-Heglin, luka bakar dan setelah pengobatan dengan kemoterapi
  1. Netrofil Piknotik
Merupakan sebagian sel netrofil yang mati khususnya bila ada infeksi, juga dapat timbul pada darah normal invitro setelah disimpan 11-18 jam pada suhu 4­­0 C. Sel ini berbentuk bulat,tebal dengan sedikit inti dan sitoplasma merah jambu gelap
  1. Anomali Pelger
Suatu kelainan bawaan yaitu berkurangnya segmentasi pada netrofil dan kromatin inti menjadi halus.
  1. Pseudo-Pelger
Gambaran ini mirip dengan anomali Pelger dimana netrofil hipogranular dan intinya tidak teratur, dapat dilihat pada sindroma mielodisplasia, leukemia mieloid akut,leukemia mieloid kronik.
  1. Sindroma Chediak-Higashi
Kelainan herediter yang jarang dijumpai. Pada netrofil dijumpai granula azurofilik yang berukuran raksasa pada pewarnaan peroksidase
  1. Sel Lupus Erimatosus (LE sel)
Sel fagosit dari netrofil yang memfagosit massa intisehingga nampak sebagai massa homogen yang berwarna merah. LE sel dapat dipakai untuk membantu menegakkan diagnosis sistemik lupus eritromatosus. Sel LE juga ditemukan pada arthritis rheumatoid, hipersensitif obat-obatan, dan penyakit-penyakit kolagen termasuk lupus hepatitis 
  1. Reaksi leukemoid
Merupakan leukositosis relativ ditandai pergeseran kekiri yang nyata. Reaksi leukemoid dapat ditemukan pada tuberculosis, dan pada sindrom Down. Infeksi bakteri yang hebat, keganasan, hemolisis yang cepat dan luka bakar.

Kelainan Pada Eosinofil
Eosinofilia berat dapat terjadi pada infeksi parasit dan apabila jumlahnya sangat banyak,disebut sindrom hipereosinofil. Eosinofil dengan granula abnormal sering ditemukan pada beberapa tipe leukemia mieloid akut, leukemia mieloid kronik, dan mielodisplasia.

Kelainan Pada Basofil
Basofil nampak meningkat pada kelainan mieloproliferatif dan khas pada leukemia mieloid kronik

Kelainan Pada Monosit
Jumlah monosit meningkat dijumpai pada infeksi kronik dan inflamasi seperti tuberculosis, chrohn`s disease, leukemia mieloid kronik, leukemia akut. Pada leukemia mielomonositik kronik, maturasi monosit meningkat sampai 100 kali.

Kelainan Pada Limfosit
Limfosit atipik adalah limfosit yang besar dengan diameter lebih 20 mikron, sitoplasma lebih biru, inti besar dengan kromatin terbuka dan sitoplasma berlebihan dengan bentuk teratur.Pada beberapa limfosit atipik dapat didiagnosis sebagai mononukleosis infeksiosa, infeksi virus, dan reaksi immunologis.

Kelainan Pada Trombosit
Trombosit raksasa dapat terlihat pada sindrom Bernard-Soulier dengan gejala gangguan perdarahan. Pada sindrom May-Heglin terlihat trombosit yang besar berwarna merah. Trombosit besar didapatkan juga pada sindrom mielodisplasia, leukemia akut tipe AML-M7.



Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts