Yazhid Blog

.

Friday, 25 November 2016

MAKALAH SIANIDA

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Sianida terdiri dari banyak senyawa dengan berbagai tingkat kompleksitas kimia dan toksis... thumbnail 1 summary


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sianida terdiri dari banyak senyawa dengan berbagai tingkat kompleksitas kimia dan toksisitas, saat manusia dihadapkan dalam gas, cair, dan bentuk padat dari berbagai sumber alam dan antropogenik. Setiap hari, orang dapat terkena sianida tingkat rendah yang berasal dari makanan, merokok dan sumber-sumber lain. Orang dapat terkena sianida yang mematikan dapat berasal dari kecelakaan, bunuh diri atau pembunuhan. Menghirup gas sianida, terutama di ruang tertutup, menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.
Selama ribuan tahun, sianida telah digunakan sebagai racun. Sejak zaman Mesir kuno, beberapa tanaman mengandung derivat sianida, seperti kacang almond pahit, biji ceri, biji buah persik, dan singkong, telah digunakan sebagai racun mematikan (Sykes, 1981). Biji buah persik digunakan dalam eksekusi peradilan oleh orang Mesir kuno yang dipajang di Museum Louvre, Paris, dan papirus Mesir mengacu pada "hukuman persik." Bangsa Romawi menggunakan biji ceri sebagai metode eksekusi (juga dikenal sebagai "kematian ceri"). Untuk pertama kalinya sianida diproduksi secara terang-terangan dengan bertujuan untuk membunuh selama Perang Dunia I, pada akhir tahun 1915 dan awal tahun 1916.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Jelaska defenisi sianida ?
2.      Bagaimana Penggunaan sianida ?
3.      Jelaskan macam-macam sianida serta sifat racunnya ?
4.      Jelaskan bagaiman masuknya senyawa sianida ke tubuh
5.      Jelaskan toksisitas sianida ?
6.      Bagaiman gejala klinis tubuh yang terpapar sianida?
7.      Bagaimana pemeriksaan laboratorium tubuh yang yang terpapar sianida ?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Defenisi sianida
Hidrogen sianida (HCN) atau prussic acid atau sianida adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan merupakan jenis racun yang paling cepat aktif dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian dalam waktu beberapa menit (akut). Sianida merupakan senyawa kimia yang mengandung (C=N) dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Kelompok CN ini dapat ditemukan dalam banyak senyawa dalam bentuk gas, padat atau cair. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN− ini sangat beracun. Sianida dapat terbentuk secara alami maupun dengan buatan manusia, seperti HCN (Hidrogen Sianida)dan KCN (Kalium Sianida). Sianida dapat terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia (sintetis).
2.2  Penggunaan Sianida
Sianida dalam dosis rendah dapat ditemukan di alam dan ada pada setiap produk yang biasa kita makan atau gunakan. Sianida dapat diproduksi oleh bakteri, jamur dan ganggang.. Adapun penggunaan sianida adalah:
1.      Pada peindustrian dan pekerjaan
a.       Pemadam kebakaran
b.      Industri  karet
c.       Industri  plastic
d.      Industri  kulit
e.       Pertambangan
f.       Penyepuhan dengan listrik(electroplating)
g.      Pengelasan
h.      Petugas laboratorium dan ahli kimia
i.        Pekerja yang menggunakan pestisida
j.        Pengasapan
k.      Industri kertas

2.      Pada Militer :
Sianida sebagai komponen yang sangat mematikan digunakan untuk meracuni angota keluarga kerajaan dan orang-orang yang dianggap dapat mengganggu keamanan. Tidak itu saja, Napoleon III mengusulkan untuk menggunakan sianida pada bayonet pasukannya Selama perang dunia pertama, Perancis menggunakan asam hidrosianik yang berbentuk gas. Tetapi racun sianida yang berbentuk gas ini mempunyai efek yang kurang mematikan dibandingkan dengan bentuk cairnya. Sianida yang digunakan oleh militer NATO (North American Treaty Organization) adalah yang jenis cair yaitu asam hidrosianik (HCN).
2.3  Macam-macam sianida serta sifat racunnya.
A.    Sianida sintetis
Sianida sintetis jauh lebih cepat aktif dibandingkan dengan sianida alami (asal tanaman). Ada tiga bentuk sianida sintetis. Pertama, senyawa sianida sederhana (simple cyanide compounds), kedua adalah sianida kompleks logam sangat lemah dan sangat kuat (weak and moderately strong metal-cyanide complexes), bentuk terakhir senyawa sianida adalah sianida kompleks logam kuat.
1.      senyawa sianida sederhana (simple cyanide compounds).
Seperti natrium sianida (NaCN) dan kalium sianida (KCN) yang dikenal dengan nama potas, berupa kristal putih dan sering digunakan sebagai racun ikan. Potas mudah diperoleh di pasaran dan bersifat seribu kali lebih toksik pada hewan yang hidup di air (sejenis ikan) dibandingkan pada manusia (William 2008). Kalsium sianida Ca(CN) bersifat mudah larut dalam air dan digunakan sebagai bahan pupuk, yaitu urea`
2.      sianida kompleks logam sangat lemah dan sangat kuat (weak and moderately strong metal-cyanide complexes).
Sianida ini yang secara langsung menghasilkan gas dari suatu asam, seperti cyanide amenable to chlorination (CATC) yang bersifat cepat mematikan (akut). Sianida dalam bentuk gas paling cepat menimbulkan keracunan, diikuti sianida dalam bentuk garam yang mudah larut atau tidak larut, dan urutan terakhir yang berbentuk sianogen (sianida asal tanaman) (Leybell 2006). Gas sianida yang dikenal dengan nama zyklon B pernah digunakan Jerman pada Perang Dunia II. Gas sianida dengan konsentrasi 3.500 ppm (sekitar 3.200 mg/m) dapat mematikan manusia dalam waktu satu menit karena ion sianida dapat menghentikan sel-sel respirasi dengan cara menghambat enzim sitokrom c oksidase.
3.      sianida kompleks logam kuat.
Bentuk terakhir senyawa sianida adalah sianida kompleks logam kuat. Sianida dalam bentuk ion dan dibebaskan dengan cara reflux distillation yang menghasilkan sianida kuat.
B.     Sianida Alami
Kandungan racun sianida juga terdapat pada beberapa taanaman, salah satu contohnya adalah singkong. Walaupun singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pada beberapa jenis singkong tertenu juga dapat menimbulkan keracunan, karena singkong mengandung senyawa yang berpotensi racun. Hidrogen sianida (HCN) atau asam sianida ini merupakan racun pada singkong, masyarakat mengenal sebagai racun asam biru karena adanya bercak warna biru pada singkong dan akan menjadi toksin (racun) bila dikonsumsi pada kadar HCN lebih dari 50 ppm.
2.4  Masuknya senyawa sianida ke tubuh
Jalur masuk sianida atau bahan kimia umumnya ke dalam tubuh berbeda menurut situasi paparan.  Metode kontak dengan racun secara umum melalui cara berikut:
1.       Melalui mulut karena tertelan (ingesti).
Sebagian keracunan terjadi melalui jalur ini anak-anak sering menelan racun secara tidak sengaja dan orang dewasa terkadang bunuh diri dengan menelan racun. Saat racun tertelan dan mulai mencapai lambung, racun dapat melewati dinding usus dan masuk kedalam pembuluh darah, semakin lama racun tinggal di dalam usus maka jumlah yang masuk ke pembuluh darah juga semakin besar dan keracunan yan terjadi semakin parah
2.      Melalui paru-paru karena terhirup melalui mulut atau hidung (inhalasi).
Racun yang berbentuk gas, uap, debu, asap atau spray dapat terhirup melalui mulut dan hidung dan masuk ke paru-paru. Hanya partikel-partikel yang sangat kecil yang dapat melewati paru-paru. Partikel-partikel yang lebih besar akan tertahan dimulut, tenggorokan dan hidung dan mungkin dapat tertelan.
3.      Melalui kulit yang terkena cairan atau spray.
Orang yang bekerja dengan zat-zat kimia seperti pestisida dapat teracuni jika zat kimia tersemprot atau terciprat ke kulit mereka atau jika pakaian yang mereka pakai terkena pestisida. Kulit merupakan barier yang melindungi tubuh dari racun, meskipun beberapa racun dapat masuk melalui kulit
2.5  Toksisitas
Tingkat toksisitas dari sianida bermacam-macam. Dosis letal dari sianida adalah;
a.       Asam hidrosianik sekitar 2,500–5,000 mg•min/m3
b.      Sianogen klorida sekitar 11,000 mg•min/m3.
c.       Perkiraan dosis intravena 1.0 mg/kg,
d.      Perkiraan dalam bentuk cairan yang mengiritasi kulit 100 mg/kg.
e.       Perkiraan dalam bentuk oral 1,52mg/kg
f.       Ada juga yang melaporkan kematian bisa terjadi pada dosis 200-300 ppm. Dosis 110-135 ppm bisa mengakibatkan kefatalan setelah terpapar 30-60 menit, sedangkan pada konsentrasi 45-54 ppm sianida masih bisa ditoleransi oleh tubuh.
2.6  Gejala Klinis
Efek utama dari racun sianida adalah timbulnya hipoksia jaringan yang timbul secara progresif. Gejala dan tanda fisik yang ditemukan sangat tergantung dari;
a.       Dosis sianida
b.      Banyaknya paparan
c.       Jenis paparan
d.      Tipe komponen dari sianida
Sianida dapat menimbulkan banyak gejala pada tubuh, termasuk pada tekanan darah, penglihatan, paru, saraf pusat, jantung, sistem endokrin, sistem otonom dan sistem metabolisme. Biasanya penderita akan mengeluh timbul rasa pedih dimata karena iritasi dan kesulitan bernafas karena mengiritasi mukosa saluran pernafasan. Gas sianida sangat berbahaya apabila terpapar dalam konsentrasi tinggi. Hanya dalam jangka waktu 15 detik tubuh akan merespon dengan hiperpnea, 15 detik setelah itu sesorang akan kehilangan kesadarannya. 3 menit kemudian akan mengalami apnea yang dalam jangka waktu 5-8 menit akan mengakibatkan aktifitas otot jantung terhambat karena hipoksia dan berakhir dengan kematian.
Dalam konsentrasi rendah, efek dari sianida baru muncul sekitar 15-30 menit kemudian, sehingga masih bisa diselamatkan dengan pemberian antidotum.
Tanda awal dari keracunan sianida adalah;
a.       Hiperpnea sementara,
b.      Nyeri kepala,
c.       Dispnea
d.      Kecemasan
e.       Perubahan perilaku seperti agitasi dan gelisah
f.       Berkeringat banyak, warna kulit kemerahan, tubuh terasa lemah dan vertigo juga dapat muncul.
Tanda akhir sebagai ciri adanya penekanan terhadap CNS adalah koma dan dilatasi pupil, tremor, aritmia, kejang-kejang, koma penekanan pada pusat pernafasan, gagal nafas sampai henti jantung, tetapi gejala ini tidak spesifik bagi mereka yang keracunan sianida sehingga menyulitkan penyelidikan apabila penderita tidak mempunyai riwayat terpapar sianida.
Karena efek racun dari sianida adalah memblok pengambilan dan penggunaan dari oksigen, maka akan didapatkan rendahnya kadar oksigen dalam jaringan. Pada pemeriksaan funduskopi akan terlihat warna merah terang pada arteri dan vena retina karena rendahnya penghantaran oksigen untuk jaringan. Peningkatan kadar oksigen pada pembuluh darah vena akan mengakibatkan timbulnya warna kulit seperti “cherry-red”, tetapi tanda ini tidak selalu ada.
2.7  Pemeriksaan laboratorium
Dari pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya penurunan tekanan partial oksigen (PO2) dengan adanya asidosis laktat. Pemeriksaan darah dan urin sangat penting pada mereka yang sering terpapar agen ini. Selain itu juga, pemeriksaan ini akan menentukan pemberian jenis terapi. Konsentrasi sianida dalam darah sangat berhubungan dengan gejala klinis yang akan ditimbulkannya.1
Karena sel darah merah banyak mengandung sianida di dalam darahnya, maka pemeriksaan seluruh komposisi darah sangat diperlukan. Hal ini cukup sulit dilakukan karena waktu paruh sianida yang pendek sehingga kandungan sianida dalam darah dengan cepat dapat berkurang. Oleh sebab itu, faktor waktu dan kondisi tempat penyimpanan sangat penting dalam menentukan hasil pemeriksaan.


BAB III
KESIMPULAN
3.1  Kesimpulan
sianida adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan merupakan jenis racun yang paling cepat aktif dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian dalam waktu beberapa menit (akut). Sianida merupakan senyawa kimia yang mengandung (C=N) dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Apabila terpapar pada tubuh manusia dapat menyebabkan keracunan yang disertai tanda awal dari keracunan sianida adalah;
a.       Hiperpnea sementara,
b.      Nyeri kepala,
c.       Dispnea
d.      Kecemasan
e.       Perubahan perilaku seperti agitasi dan gelisah
f.       Berkeringat banyak, warna kulit kemerahan, tubuh terasa lemah dan vertigo juga dapat muncul.





Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts