Yazhid Blog

.

Monday, 7 November 2016

MAKALAH PROTEIN

BAB 1 PENDAHULUAN A.  LATAR BELAKANG Dalam kehidupan sehari-hari kita meengenal protein yang biasa terdapat pada telur daging, hati... thumbnail 1 summary
BAB 1
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari kita meengenal protein yang biasa terdapat pada telur daging, hati dan lain-lain. Protein merupakan bagian dari tubuh setelah air. Di dalam tubuh seperlima dari bagiannya adalah protein. 1/5 dalam otot, 1/5 dlm tulang termasuk tulang rawan, dalam kulit selebihnya dalam jaringan lain.Enzim, hormon, darah dan lain-lain adalah sebagian besar terdiri dari protein.

Protein ada yang tidak lengkap mengandung segala macam asam amino, ada pula yang lengkap. Dari yang 20 macam tersebut, ada 10 macam yang bisa dibuat dalam sel, berbahankan asam amino yang terdiri dari 10 jenis. Yang 10 jenis lain tidak bisa dibikin sel hewan, disebut asam amino penting atau esensial yaitu: : valin, leusin, isoleusin, lisin, fenilalamin, arginin, histidin, treonin, triptofan, dan metionin.

satu molekul protein terdiri dari untaian banyak asam amino, jumlahnya bisa ratusan sampai ribuan. Ada protein yang asam amino beruntai ke samping, sehingga membentuk cabang. BM suatu protein belasan sampai ratusan ribu. Protein yang tergolong paling besar ialah globulin, dengan BM = 920.000. Jika protein dipecah atau dicernakan, terbentuk suatu hasil antara yang disebut peptida.
Peptida dirangkai atas beberapa asam amino. Dua asam amino beruntai disebut dipeptida, tiga beruntai disebut tripeptida. Jika beruntaian banyak disebut polipeptida. Ada bagian atau organel sel berupa protein, ada dalam bentuk peptida.

B.     Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui apa pengertian dari protein.
Untuk mengetahui proses pemeriksaan protein dari pra analitik, analitik, sampai proses pasca analitik.
Untuk mengetahui bagaimana tinjauan klinis dari protein

C.  Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
  1. Apa pengertian dari protein ?
  2. Bagaiman proses pemeriksaan protein dari proses pra analitik, analitik, sampai pasca analitik ?
  3. Bagaimana tinjauan klinis dari protein ?





BAB II
PEMBAHASAN

1.   Pengertian Protein


Protein adalah polimer asam amino. Berasal dari kata poli = banyak, dan mer = bulatan atau satuan. Jadi asam amino adalah monomer protein (mono- = satu). Asam amino mengandung dua macam gugus: 1) asam –COOH; 2) amine –NH2. R = gugus metil (-CH3)n, dan n artinya banyak. N = 1 sampai puluhan. Banyak asam amino menentukan besar atau berat molekul (BM) suatu protein. Asam amino, yang tersederhana dan terkecil ialah glisin. Disini R = H atau hidrogen. Lebih besar dari glisin ialah alanin, di sini n = 1. Asam amino yang umum dihasilkan oleh makhluk hidup, hewan atau tumbuhan ada 20 macam: glisin, alanin, serin, sistein, valin, leusin, isoleusin, lisin, fenilalamin, arginin, histidin, treonin, metionin, tirosin, triptofan, prolin, asparagin, asam aspartat, glutamin, dan asam glutamat. Yang ke20 macam itu membina suatu molekul protein, ibarat bata yang menjadi bahan dasar yang membina suatu rumah.
SUATU molekul protein terdiri dari untaian banyak asam amino, jumlahnya bisa ratusan sampai ribuan. Ada protein yang asam amino beruntai ke samping, sehingga membentuk cabang. BM suatu protein belasan sampai ratusan ribu. Protein yang tergolong paling besar ialah globulin, dengan BM = 920.000. Jika protein dipecah atau dicernakan, terbentuk suatu hasil antara yang disebut peptida. Peptida dibina atas beberapa asam amino. Dua asam amino beruntai disebut dipeptida, tiga beruntai disebut tripeptida. Jika beruntaian banyak disebut polipeptida. Ada bagian atau organel sel berupa protein, ada dalam bentukpeptida.

Dalam plasma darah terdapat berpuluh macam protein, seperti albumin untuk mengangkut berbagai zat, globulin untk membina antibodi, fibrinogen untuk pembekuan darah jika terjadi luka atau darah berkontak dengan bagian pembuluh darah yang kesat.

Yang sederhana seperti: albumin, globulin, glutein, histon, kasein, dan vitelin. Albumin pengangkut zat dalam plasma darah, dan globulin pembina bahan kekebalan atau antibodi. Glutein adalah protein yang terkandung dalam biji sereal (padi, jagung, gandum, jelai, sorgum), histon adalah poros lilitan DNA dalam kromosom, kasein terkandung dalam susu, dan vitelin adalah protein yang membina kuning telur.

PROTEIN gabungan yang kompleks ialah seperti hemoglobin,lipoprotein, dan glikoprotein. Hemoglobin (Hb) adalah pigmen pernapasan dalam eritrosit, berguna untuk mengikat oksigen dalam paru. Pigmen ini mengandung unsur besi (Fe), yang membuat eritrosit dan darah keseluruhan jadi berwarna merah.

2. Proses pemeriksaan total protein
Proses pemeriksaan protein meliputi :
  1. Pra analitik
  2. Analitik
  3. Pasca analitik


1.    Pra analitik
Pra analitik adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang pengambilan, persiapan, penyimpanan, dan pengiriman spesimen.
Persiapan pasien secara umum yaitu :
a.    Pasien tidak perlu persiapan khusus
b.Hindari zat-zat yang ada hubungannya dengan peningkatan total protein serum seperti steroid, androgen, angiotensin, digitalis, epinefrin, hormon pertumbuhan, hormon tiroid, insulin,  klofibrat, kontrasepsi oral, progersteron kortikotropin.
c.    Obat yang dapat menurunkan protein total serum in vivo, seperti laksansia, rifampisin, pirazinamid, dekstran dan estrogen.
   Persiapan sampel yaitu :
a.    hindari hemolisa
b.pemakaian torniquet yang terlalu lama



2.  Analitik
Analitik adalah segala sesuatu yang menyangkut cara kerja pemeriksaan glukosa darah meliputi metode tes glukosa, prinsip pemeriksaan, alat dan bahan serta cara kerjanya.
1). Pemeriksaan total protein
*     Metode tes total protein
Biuret
*     Prinsip
Dalam larutan alkali ikatan peptida dari protein akan bereaksi dengan ion Cu membentuk kompleks protein-biuret berwarna ungu. Intensitas warna yang terjadi sesuai dengan konsentrasi protein.
             
Protein + Cu2+                   Kompleks protein Cu2+ (ungu)

*     Alat dan bahan pemeriksaan total protein
     Alat :
- Spektrofotometer sunostik (semi automatik)
- Mikropipet 1000 µL dan 20 µL
- Tabung reaksi
- Stopwatch
- Rak tabung
                 Bahan :
- Serum darah (sampel)
- Reagen Protein

*     Cara kerja
- Dipipet 1000 µL reagen protein kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
- Dipipet 10 µL sampel lalu dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah terisi dengan reagen protein lalu diletakkan tabung tersebut pada rak tabung kemudian diinkubasi selama 10-30 menit pada suhu ruangan (± 25oC).
- Dimasukkan campuran reagen tersebut kedalam pipet (kuvet spektrofotometer) dengan panjang gelombang 546 nm sesuai dengan petunjuk pada program tes total protein pada layar spektrofotometer. Hasil akan terbaca pada display dan dicetak pada print out.
- Dibaca hasil yang diperoleh secara fotometrik.

3.  Pasca Analitik
Pasca analitik adalah kegiatan akhir dari proses analisis suatu sampel. Kegiatan pasca analitik meliputi pembacaan hasil.
Interpretasi hasil pemeriksaan total protein adalah: 6,0-8,3 mg/dl


3. Tinjauan klinis pemeriksaan total protein
Penyakit yang ditimbulkan apabila terjadi penurunan (kekurangan) kadar protein adalah :
-          Hipoproteinemia disebabkan oleh ekskresi protein darah yang berlebihan melalui air seni. Pembentukan albumin yang terganggu seperti pada penderita penyakit hati, absorpsi protein yang berkurang akibat kelaparan atau penyakit usus dan juga pada penyakit ginjal.
-          Kwashiorkor adalah bentuk malnutrisi energi protein yang disebabkan oleh defisiensi protein yang berat; asupan kalori biasanya juga mengalami defisiensi. Gejala dari penyakit ini adalah: perubahan pigmen rambut dan kulit, edema, defisiensi imun, dan perubahan patologis dalam hati.
-          Marasmus adalah bentuk malnutrisi kalori protein yang disebabkan karena terlambat diberi makanan tambahan.gejalanya adalah pertumbuhan lambat, lemak di bawah kulit berkurang, serta otot-otot berkurang dan melemah.

Penyakit yang ditimbulkan apabila terjadi kenaikan (kelebihan) kadar protein adalah :
Kelebihan kadar protein tidak menguntungkan tubuh. Makanan yang tinggi protein biasanya tinggi lemak, sehingga dapat menyebabkan obesitas. Kelebihan protein juga dapat memberatkan ginjal dan hati yang harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen.





BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
-          Protein adalah polimer asam amino (kelompok senyawa organic bernitrogen yang rumit).
-          Penyakit yang timbul akibat kekurangan kadar protein adalah: hipoproteinemia, marasmus, dan kwashiorkor.
-          Kelebihan protein dapat memberatkan Fungsi hati dan ginjal.


SARAN
Adapun saran yang kami ajukan antara lain dalam penulisan makalah ini adalah agar kita semua menjaga pola hidup sehat dan kesehatan kita. Dimana salah satunya menjaga asupan protein agar tidak kelebihan dan tidak kekurangan protein.




DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT. Gramedia Pustaka                                                                           Utama.Jakarta.

Poedjiadi,  Anna. 2005. Dasar-Dasar Biokimia. UI-Press. Jakarta

Sutedjo, A. Y. 2007. Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Amara Books. Yogyakarta.

http:\\ fullnews.cgi.htm.protein. Diakses tanggal 19 desember 2008




Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts