Yazhid Blog

.

Monday, 14 November 2016

MAKALAH PEMERIKSAAN CREATINI

BAB I PENDAHULUAN L A T A R  B E L A K A N G Tugas yang paling penting dari ginjal adalah mengeksresikan bahan-bahan yang tidak lag... thumbnail 1 summary
BAB I
PENDAHULUAN

L A T A R  B E L A K A N G
Tugas yang paling penting dari ginjal adalah mengeksresikan bahan-bahan yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh ke dalam ureum (fungsi eksresi). Tugas lain dari ginjal adalah pencegahan pengeluaan cairan yang berlebih-lebihan.
Kreatinin/insulin adalah suatu karbohidrat asing yang berasal dari tanaman akan dieksresi seluruhnya oleh ultra filtrasi di dalam glomerulus. Bahan lain seperti asam urat adalah antibiotik pensilin pada dasarnya dieksresi secara aktif oleh sel tubulus ginjal atau tidak melalui proses filtrasi di glomerulus.

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Kreatinin
Kreatinin merupakan produk sisa dari perombakan kreatin fosfat yang terjadi di otot. Kreatinin adalah zat racun dalam darah, terdapat pada seseorang yang ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan normal.

2.      Patologi Kreatinin
Kreatinin terbentuk akibat penguraian otot. Tingkat kreatinin dalam darah mengukur fungsi ginjal. Tingkat yang tinggi biasanya karena masalah dalam ginjal. Tingkat kreatinin biasa dipakai oleh dokter untuk mengetahui baik-buruknya fungsi ginjal.
Kreatinin merpakan produk akhir keratin yang tebentuk secara spontan dan sifatnya irreversible. Produksi kreatinin setiap hari stabil kurang lebih 2% dari keratin dalam waktu 24 jam.
Kreatinin ataupun bentuk simpanan energinya, yaitu fosfo keratin terdapat di dalam otot, otak dan darah. Kreatinin(keratin anhidrida) terbentuk di dalam otot dari keratin fosfat melelui proses dehidrasi non enzimatik yang irreversible dan hilangnya fosfat.
Ekskresi kreatinin di dalam urin 24 jam pada diri seseorang akan tampak konstan tiap-tiap harinya dan sebanding dengan masa ototnya. Kreatinin dalam jumlah renik juga terdapat secara normal di urine, ATP yang diperlukan sebagai sumber energi konstan untuk siklus kontraksi-relaksi otot yang dapat dihasilkan melalui :
*      Glikolisis dengan menggunakan glukosa darah atau glukogen otot
*      Melalui fosforilasi oksidatif
*      Keratin fosfat
*      Dari dua molekul ADP
Kreatinin fosfat merupakan simpanan energi yang utama di otot. Kreatinin fosfat mencegah deplesi ATP yang cepat dengan menyediakan fosfat energi tinggi yang siap digunakan untuk menghasilkan ATP dan ADP. Keratin fosfat terbentuk dari ATP dan keratin pada saat otot berdad dalam keadaan relaksasi dan kebutuhan akan ATP yang tidak begitu besar. Kadar kreatinin dapat meninggi pada penuunan fungsi ginjal.
Uji Faal yang paling tepat adalah mengukur eksresi bahan-bahan di dalam urin yang hanya di filtrasi oleh glomerulus dan sama sekali tidak direabsorbsi oleh tubulus.
Kreatinin suatu kabohidrat asing yang berasal dai tanaman akan dieksresi seluruhnya oleh ultra filtrasi di dalam glomerulus. Bahan lain seperti asam urat atau antibiotik penicilin pada dasarnya dieksresi secara aktif oleh saluran tubulus ginjal atau tidak melalui proses filtrasi oleh glomerulus.

3.      Prinsip Pemeriksaan
Keatinin dalam suasana alkali akan membentuk suasana kompleks warna merah jingga dengan asam pikrat. Absorbansi dari kompleks warna ini sebanding dengan konsentrasi kreatinin dalam sampel.

4.      Metode Pemeriksaan
Adapun metode pemeriksaan yang dilakukan untuk pemeriksaan kreatinin dibedakan menjadi 3 yaitu :


1.      Pra Analitik
ü                Persiapan Pasien : Hindari pemakaian obat atau zat yang dapat mempengaruhi faktor pemeriksaan kreatinin.
ü                    Persiapan Sampel :  Hindari sampel yang hemolisis dan lipemik.

2.      Analitik
ü    Persiapan Alat dan Bahan
-    Alat
                                          Tabung Reaksi
Alat Sentrifus
Pipet
Spektro (photometer 4010)

-    Bahan
Reagen
TCA
H2O
Asam Fic
NaOH
Filtrat

ü    Cara Kerja

o  Masukkan sampel darah ke dalam tabung reaksi, kemudian sentrifus selama ± 5 menit dengan menggunakan alat sentrifuse.
o Setelah disentrifus maka akan terpisah serum dan endapan.
o Pipet serum sebanyak 500 µl kemudian dimasukkan kedalam tabung yang berisi TCA sebanyak 500 µl.
o Sentrifus dengan menggunakan alat sentrifus selama 5 menit.


BLANKO
STANDAR
SAMPEL
Larutan 1 (As.Fic)

Larutan 2 (NaOH)

TCA

H2O

Standar

Filtrat
500

500

200

200

-

-
500

500

200

-

200

-
500

500

-

-

-

400

3.      Pasca Analitik
5.      Penyakit yang ditimbulkan dari kreatinin

6.      Makanan Yang Dapat Mempengaruhi Kadar Kreatinin Dalam Tubuh



Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts