Yazhid Blog

.

Tuesday, 29 November 2016

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA KADAR VITAMIN C PADA BUAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1      Latar Belakang Buah adalah suatu produk dari tanaman yang dapat dimakan dalam keadaan segar ataupun terola... thumbnail 1 summary
BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Buah adalah suatu produk dari tanaman yang dapat dimakan dalam keadaan segar ataupun terolah (processed), dan tidak dapat disimpan lama/tidak dapat dikendalikan Buah-buahan merupakan suatu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan zat yang memiliki berbagai manfaat dan kegunaan. Nilai gizi secara khusus dari buah-buahan terletak pada penyediaan vitamin – vitamin, khususnya vitamin C atau asam askorbat, karoten (provitamin A), berbagai vitamin B, khususnya asam folat, dan mineral-mineral khususnya unsur-unsur Ca dan Fe.
Zat yang terkandung didalam tiap jenis buah–buahan memiliki jumlah serta kadar yang berbeda–beda. Tiap buah tersebut memiliki karakteristik dan tingkat kematangan yang beragam sehingga membuat kandungan zat yang terdapat didalamnya juga berbeda – beda. Beberapa zat dan bahan yang terkandung didalamnya selain kandungan vitamin C diantaranya adalah total asam, pektin dan pHnya.
Vitamin C merupakan suplemen yang sangat penting bagi tubuh manusia dimana dianjurkan sebesar 30-60 mg per hari. Diantara kegunaan vitamin ini yaitu sebagai senyawa utama tubuh yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting mulai dari pembuatan kolagen, pengangkut lemak, sampai dengan pengatur tingkat kolesterol. Dikarenakan khasiat penting yang terkandung dalam vitamin C itulah, maka banyak orang yang memburu sumber-sumber vitamin C baik dalam bentuk alami maupun dalam bentuk kemasan tablet. Akan tetapi banyak persepsi orang yang salah berkaitan dengan sumber vitamin C dalam bentuk alami.

1.2     Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan kadar vitamin C pada berbagai buah.
BAB II
LANDASAN TEORI
Vitamin (bahasa inggris, vitalamine) adalah sekelompok senyawa organic amino berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organism, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Nama ini berasal dari gabungan kata bahan lain yang artinya hidup dan amina mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N). Vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat tumbuh dan berkembang. Vitamin tersebut antara lain A, C, D, E, K, dan B. Tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan K dalam bentuk provitamin aktif (Challen, 1997).
Berdasarkan sifat fisiknya vitamin dapat dikelompokkan menjadi vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K). vitamin ini terdapat dalam lemak dan bagian berminyak dari makanan. Vitamin ini hanya dicerna oleh empedu karena tidak larut dalam air (Syahruddin, 2007).
Vitamin C atau asam askorbat merupakan senyawa organik derivat heksosa yang mempunyai
berat molekul 178 dengan rumus molekul C6H8O6, titik cairnya 190-192 0C, bersifat larut dalam air, sedikit larut dalam asetone dan alcohol yang mempunyai berat molekul rendah, dengan logam akan membentuk garam, mudah teroksidasi dalam keadaan larutan terutama pada kondisi basa, katalisator Fe dan Cu, enzim askorbat oksidase, sinar serta suhu tinggi, peka terhadap panas, stabil dalam kondisi asam (pH rendah) dan kondisi kristal kering terbentuk kristal warna putih, reduktor kuat, rasanya masam, mudah teroksidasi menjadi asam dehidroaskorbat tetapi mudah tereduksi menjadi asamaskorbat kembali dan tidak berbau (Thamrin, 2012).
Asam askorbat (vitamin C) adalah turunan heksosa dan diklasifikasikan sebagai karbohidrat yang erat kaitannya dengan monosakarida. Vitamin C dapat disintesis dari D-glukosa dan D-galaktosa dalam tumbuh-tumbuhan dan sebagian besar hewan. Vitamin C terdapat dalam dua bentuk dialam yaitu L-asam askorbat (bentuk tereduksi) dan L-asam dehidroaskorbat (bentuk teroksidasi). Oksidasi bolak-balik L-asam askorbat menjadi L-asam dehidroaskorbat terjadi apabila bersentuhan dengan tembaga, panas, atau alkali (Alkhilender, 2003).
Vitamin C memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya aterosklerosis. Vitamin C mempunyai hubungan dengan metabolime koleserol. Kekurangan vitamin C menyebabkan peningkatan sintesis kolesterol. Peran vitamin C dalam metabolisme kolesterol adalah melalui cara vitamin C meningkatkan laju kolesterol dibuan, dalam benuk empedu, vitamin C meningkatkan kadar HDL tingginya kadar HDL akan menurunkan resiko menderita penyakit aterosklerosis (Khomsan, 2010).



BAB III
ALAT DAN BAHAN
3.1    Alat yang digunakan :
1.         Batang pengaduk
2.         Botol semprot
3.         Buret asam 25 mL
4.         Gelas kimia 100 mL, 500 mL, 1000mL
5.         Gelas ukur 100 mL
6.         Hot plate
7.         Iodin flash
8.         Karet penghisap
9.         Klem dan Statif
10.     Labu ukur 20 mL, 50 mL, 200 mL, 500 mL, 1000 mL
11.     Pipet tetes
12.     Pipet volume 50 mL
13.     Sendok tanduk
14.     Timbangan analitik dan digital
3.2    Bahan yang digunakan :
1.         Aquadest
2.         Indikator amilum 1%
3.         Larutan H2SO4 4N
4.         Larutan HCl 6N
5.         Larutan I2 0,01 N
6.         Larutan K2Cr2O7 0,01 N
7.         Larutan Na2S2O3.5H2O 0,01 N
8.         Sampel buah (rambutan, jeruk nipis, jeruk bali, langsat, nenas, mangga,)



BAB IV
PROSEDUR KERJA
4.1    Perhitungan Reagen
1.      Pembuatan HCl 6 N 20 mL
N =
N =
N  12,06 ek/L
Pengenceran :
N1 . V1  N2 . V2
12,06. V1 = 6.20
V=
V1 = 9,95 mL
V1 = 10 mL
2.      Pembuatan H2SO4 4 N 200 mL
N =
N =
N  36,05 ek/L
Pengenceran :
N1 . V1  N2 . V2
36,05. V1 = 4.200
V=
V1 = 22,19 mL
V1 = 22,2 mL
3.      Larutan Na2S2O3.5H2O 0,01 N 1000 mL
N   = 
0,01=
g =
g = 2,48 gram
4.      Pengenceran I2 0,1 N menjadi 0,01 N 500 mL
N1 . V1  N2 . V2
0,1. V1 = 0,01 . 500
V=
V1 = 50 mL
5.      Larutan K­2Cr2O7 0,01 N 25 mL
N   = 
0,01=
g =
g = 0,01125 gram


6.      Indikator amilum 1%
 
g = 1 gram





4.2    Prosedur Pembuatan Reagen
1.      Larutan HCl 6N 20 mL
a.       Disiapkan alat dan bahan
b.      Dipipet 10 mL HCl
c.       Dimasukkan kedalam labu tentukur 20 mLyang berisi aquadest 2/3 dari labu tentukur.
d.      Dicukupkan volumenya hingga tanda batas.
e.       Dihomogenkan dan diberi etiket
2.      Larutan H2SO4 4N 200 mL
a.       Disiapkan alat dan bahan
b.      Dipipet 22,2 mL H2SO4
c.       Dimasukkan kedalam labu tentukur 200 mLyang berisi aquadest 2/3 dari labu tentukur.
d.      Dicukupkan volumenya hingga tanda batas.
e.       Dihomogenkan dan diberi etiket
3.      Larutan Na2S2O3.5H2O 0,01 N 1000 mL
a.       Disiapkan alat dan bahan
b.      Ditimbang 2,48 gram Na2S2O3.5H2O dalam gelas kimia
c.       Dilarutkan dengan aquadest bebas CO2 didalam gelas kimia
d.      Dipindahkan kedalam labu ukur 1000 mL dan dicukupkan volumenya sampai tanda batas.
e.       Dihomogenkan dan diberi etiket
4.      Pengenceran I2 0,01 N 500 mL
a.       Disiapkan alat dan bahan
b.      Dipipet I2  sebanyak 50 mL lalu dimasukkan dalam labu ukur 500 mL
c.       Ditambahkan aquadest secukupnya sampai tanda batas
d.      Dihomogenkan  dan diberi etiket

5.      Larutan K2Cr2O7 0,01 N 25 mL
a.       Disiapkan alat dan bahan
b.      Ditimbang kuantitatif  0,1125 gram K2Cr2O7 dalam gelas kimia
c.       Dilarutkan dengan aquadest didalam gelas kimia
d.      Dipindahkan kedalam labu ukur 25 mL dan dicukupkan volumenya sampai tanda batas.
e.       Dihomogenkan dan diberi etiket
6.      Indikator amilum 1% 100 mL
a.       Disiapkan alat dan bahan
b.      Ditimbang amilum sebanyak 1 gram dalam gelas kimia 100 mL
c.       Dilarutkan dengan aquadest hingga 100 mL
d.      Dipanaskan sambil diaduk hingga warna larutan menjadi bening
e.       Didinginkan dan diberi etiket.
7.      Aquadest bebas CO2
a.       Disiapkan alat dan bahan
b.      Dimasukkan aquadest didalam gelas kimia 1000 mL
c.       Dipanaskan hingga mendidih, lalu ditutup menggunakan aluminium foil
d.      Didinginkan pada air mengalir
e.       Aquadest bebas CO2 siap digunakan.



4.3    Analisa (Prosedur Kerja)
1.      Pembakuan Na2S2O3.5H2O 0,01 N dengan K2Cr2O0,01 N
K2Cr2O0,01 N



1.      Dipipet sebanyak 10 mL lalu dimasukkan dalam iodin flash (triplo)
2.      Ditambahkan 2 gram KI
3.      Ditambahkan 1 gram NaHCO3
4.      Ditambahkan 5 mL HCl 6 N
5.      Disimpan dalam tempat gelap selama 10 menit
6.      Dititrasi dengan  Na2S2O3.5H2O 0,01 N
Kuning tua kuning muda



7.      Ditambahkan amilum 1 % sebanyak 2 mL
8.      Titrasi dilanjutkan dengan Na2S2O3.5H2O 0,01 N
Biru mantap bening



9.      Dihitung normalitas Na2S2O3.5H2O 0,01 N
N = 0,0102
 






2.      Penetapan kadar vitamin C pada berbagai sampel
Sampel (sari buah)
 



1.      Ditimbang sampel sebanyak 10 gram lalu dimasukkan kedalam iodin flash.
2.      Ditambahkan aquadest bebas CO2 sebanyak 50 mL
3.      Ditambahkan H2SO4 4 N sebanyak 5 mL lalu dikocok selama 10 menit
4.      Ditambahkan 10 mL I2 0,01 N dan indikator amilum 1% sebanyak 2 mL
5.      Dititrasi dengan Na2S2O3.5H2O 0,01 N
Putih kekuning-kuningan biru mantap bening keruh
 


6.     
% vitamin C
Dihitung kadar sampel

                                                     
Catatan : untuk buah yang kandungan vitamin Cnya tinggi maka perlu diencerkan menggunakan aquadest bebas CO2.
4.4    Data Pengamatan
1)      Penimbangan K2Cr2O0,01 N secara praktikum:
Berat kertas + berat sampel    : 0,3927 gram
Berat kertas                            : 0,2806 gram-
Berat sampel                          : 0,1121 gram
Normalitas K2Cr2O0,01 N secara praktikum :
N  
N =
N                
N  0,0915 ek/L
Pengenceran K2Cr2O0,01 N 50 mL:
N1 . V1 = N2 . V2
0,0915 . V1 = 0,01 . 50
V1 =
V1 = 5,46 mL
Normalitas K2Cr2O7 5,46 mL :
N1 . V1    = N2 . V2
0,0915 . 5,46 = N2 . 50
N2 =
N2 = 0,0099 ek/L
2)      Pembakuan Na2S2O3.5H2O 0,01 N dengan K2Cr2O7 0,01 N
Erlenmeyer
Vol. K2Cr2O7
Vol. Na22O3.5H2O
Perubahan warna
I
10 mL
9,50 mL
Bening → Kuning kecoklatan → Biru mantap → Bening

II
10 mL
9,70 mL
III
10 mL
9,90 mL
     
10 mL
9,70 mL
Pada saat TAT ekuivalen Na­2S2O3. 5H2O  ekuivalen K2Cr2O7
N Na­2S2O3. 5H2O
              =
= 0,0102 ek/L
3)      Tabel titrasi blanko
Erlenmeyer
Volume blanko (mL)
Perubahan warna
I
5,25 mL
Bening → Kuning kecoklatan → Biru mantap → Bening

II
6,40 mL
III
6,30 mL
4)      Penetapan kadar vitamin C
a.       Buah rambutan
Erlenmeyer
Berat sampel (gram)
Vol. Na22O3.5H2O (mL)
Perubahan warna
I
10,0184 gram
1,70 mL
Bening → Kuning kecoklatan → Biru mantap → Bening

II
10,1219 gram
1,55 mL
III
10,0236 gram
1,10 mL
Penetapan kadar vitamin C :
% vitamin C =
% vitamin CI       =
                          =
                          = 0,03%
% vitamin CII      =
                          =
                          = 0,04%
% vitamin CIII     =
                          =
                          = 0,047%
Sehingga % kadar rata-rata vitamin C adalah :
=
=
= 0,039%
Penentuan vitamin C dalam ppm
ppm vitamin C =
ppm vitamin CI     =
                             =
                             = 3,18 ppm
ppm vitamin CII     =
                             =
                             = 4,30 ppm
ppm vitamin CIII    =
                             =
                             = 4,66 ppm
Sehingga ppm vitamin C pada sampel adalah :
=
=
= 4,05 ppm
b.      Buah Jeruk Nipis

Erlenmeyer
Berat sampel (gram)
Vol. Na22O3.5H2O (mL)
Perubahan warna
I
10,0258 gram
4,95 mL
Bening → Kuning kecoklatan → Biru mantap → Bening

II
10,0252 gram
4,95 mL
III
10,0342 gram
5,15 mL
Penetapan kadar vitamin C :
% vitamin C =
% vitamin CI       =
                          =
                          = 0,13%
% vitamin CII      =
                          =
                          = 0,65%
% vitamin CIII     =
                          =
                          = 0,51%
Sehingga % kadar rata-rata vitamin C adalah :
=
=
= 0,43%
Penentuan vitamin C dalam ppm
ppm vitamin C =
ppm vitamin CI     =
                             =
                             = 13,43 ppm
ppm vitamin CII     =
                             =
                             = 64,91 ppm
ppm vitamin CIII    =
                             =
                             = 51,43 ppm
Sehingga ppm vitamin C  pada sampel adalah :
=
=
= 43,25 ppm

c.    Buah Jeruk Bali

Erlenmeyer
Berat sampel (gram)
Vol. Na22O3.5H2O (mL)
Perubahan warna
I
10,0001 gram
5,00 mL
Bening → Kuning kecoklatan → Biru mantap → Bening

II
10,0207 gram
5,20 mL
III
10,0196 gram
5,30 mL
Penetapan kadar vitamin C :
% vitamin C =
% vitamin CI       =
                          =
                          = 0,11%
% vitamin CII      =
                          =
                          = 0,54%
% vitamin CIII     =
                          =
                          = 0,45%
Sehingga % kadar rata-rata vitamin C adalah :
=
=
= 0,37%
Penentuan vitamin C dalam ppm
ppm vitamin C =
ppm vitamin CI       =
                             =
                             = 11,22 ppm
ppm vitamin CII        =
                             =
                             = 53,74 ppm
ppm vitamin CIII       =
                             =
                             = 44,79 ppm
Sehingga ppm vitamin C  pada sampel adalah :
=
=
= 36,58 ppm

d.         Buah nenas

Erlenmeyer
Berat sampel (gram)
Vol. Na22O3.5H2O (mL)
Perubahan warna
I
10,0260 gram
3,40 mL
Bening → Kuning kecoklatan → Biru mantap → Bening

II
10,0071 gram
3,30 mL
III
10,0027 gram
3,35 mL
Penetapan kadar vitamin C :
% vitamin C =
% vitamin CI       =
                          =
                          = 0,017%
% vitamin CII      =
                          =
                          = 0,028%
% vitamin CIII     =
                          =
                          = 0,026%
Sehingga % kadar rata-rata vitamin C adalah :
=
=
= 0,024%
Penentuan vitamin C dalam ppm
ppm vitamin C =
ppm vitamin CI     =
                             =
                             = 1,66 ppm
ppm vitamin CII     =
                             =
                             = 2,78 ppm
ppm vitamin CIII    =
                             =
                             = 2,65 ppm
Sehingga ppm vitamin C pada sampel adalah :
=
=
= 2,36 ppm
e.       Buah Mangga Madu
Erlenmeyer
Berat sampel (gram)
Vol. Na22O3.5H2O (mL)
Perubahan warna
I
10,0010 gram
4,45 mL
Bening → Kuning kecoklatan → Biru mantap → Bening

II
10,0084 gram
5,40 mL
III
10,0061 gram
4,20 mL
Penetapan kadar vitamin C :
% vitamin C =
% vitamin CI       =
                          =
                          = 0,007%
% vitamin CII      =
                          =
                          = 0,009%
% vitamin CIII     =
                          =
                          = 0,019%
Sehingga % kadar rata-rata vitamin C adalah :
=
=
= 0,012%
Penentuan vitamin C dalam ppm
ppm vitamin C =
ppm vitamin CI     =
                             =
                             = 0,72 ppm
ppm vitamin CII     =
                             =
                             = 0,90 ppm
ppm vitamin CIII    =
                             =
                             = 1,88 ppm
Sehingga ppm vitamin C pada sampel adalah :
=
=
= 1,17 ppm
f.    Buah Langsat
Erlenmeyer
Berat sampel (gram)
Vol. Na22O3.5H2O (mL)
Perubahan warna
I
10,0141 gram
4,20 mL
Bening → Kuning kecoklatan → Biru mantap → Bening

II
10,0286 gram
4,05 mL
III
10,0337 gram
4,10 mL
Penetapan kadar vitamin C :
% vitamin C =
% vitamin CI       =
                          =
                          = 0,0094%
% vitamin CII      =
                          =
                          = 0,0210%
% vitamin CIII     =
                          =
                          = 0,02%


Sehingga % kadar rata-rata vitamin C adalah :
=
=
= 0,0168%
Penentuan vitamin C dalam ppm
ppm vitamin C =
ppm vitamin CI     =
                             =
                             = 0,94 ppm
ppm vitamin CII     =
                             =
                             = 2,10 ppm
ppm vitamin CIII    =
                             =
                             = 1,97 ppm



Sehingga ppm vitamin C pada sampel adalah :
=
=
= 1,67 ppm
g.      Buah jeruk manis
Erlenmeyer
Berat sampel (gram)
Vol. Na22O3.5H2O (mL)
Perubahan warna
I
10,0320 gram
1,70 mL
Bening → Kuning kecoklatan → Biru mantap → Bening

II
10,0324 gram
1,55 mL
III
10,0263 gram
1,10 mL
Penetapan kadar vitamin C :
% vitamin C =
% vitamin CI       =
                          =
                          = 0,02%
% vitamin CII      =
                          =
                          = 0,04%
% vitamin CIII     =
                          =
                          = 0,04%
Sehingga % kadar rata-rata vitamin C adalah :
=
=
= 0,03%
Penentuan vitamin C dalam ppm
ppm vitamin C =
ppm vitamin CI     =
                             =
                             = 2,86 ppm
ppm vitamin CII     =
                             =
                             = 3,93 ppm
ppm vitamin CIII    =
                             =
                             = 3,80 ppm
Sehingga ppm vitamin C pada sampel adalah :
=
=
= 3,53 ppm




BAB V
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini kami melakukan pengujian vitamin C pada berbagai buah (rambutan, mangga madu, jeruk nipis, jeruk bali, nenas, langsat, dan jeruk manis) secara kuantitatif dengan menggunakan metode iodimetri karena sifat vitamin C dapat bereaksi dengan iodin. Penentuan ini dilakukan dengan menggunakan larutan Na2S2O3.5H2O yang telah dibakukan oleh K2Cr2O7. Indikator yang digunakan adalah amilum 1%.
Vitamin C atau asam askorbat merupakan nutrient yang tidak larut dalam air, berat molekul 178 dengan rumus molekul C6H8O6 dan sukar larut pelarut organik serta sedikit larut dalam aseton atau alkohol yang mempunyai berat molekul rendah. Vitamin C muda teroksidasi yang dipengaruhi oleh panas, sinar, atau enzim oksidasi serta katalis tembaga dan besi. Oksidasi akan terhambat bila vitamin C dibiarkan dalam keadaan asam atau suhu rendah.
Vitamin C memiliki sifat yang mudah rusak dan mudah larut dalam air, sehingga mudah teroksidasi. Pada saat titrasi, perubahan warna yang menjadi standar adalah pada saat 15 detik pertama agar hasil yang diperoleh lebih valid.
Proses pengujian pada masing-masing sampel dilakukan sebanyak 3 kali pentitrasian sehingga diperoleh kadar rata-rata vitamin C pada buah rambutan adalah 0,039%  dan jika dinyatakan dalam ppm kandungan vitamin C pada buah rambutan adalah 4,05 ppm. Pada buah langsat kadar vitamin C nya adalah 0,0168% dan dinyatakan dalam ppm kandungan vitamin C nya adalah 1,67 ppm. Untuk jeruk manis kadar vitamin Cnya adalah 0,03% dan 3,53 ppm. Buah mangga madu kandungan vitamin Cnya adalah 0,012% dan 1,17 dinyatakan dalam ppm. Sedangkan kandungan vitamin C pada jeruk nipis dan jeruk bali adalah 0,43 % dan 0,37 % jika dinyatakan dalam ppm maka kandungan vitamin C pada buah jeruk nipis dan jeruk bali adalah 43,25 ppm dan 36,58 ppm. Dan untuk sampel buah nenas kandungan vitamin Cnya adalah 0,024 % dan 2,36 ppm.
Kadar vitamin C dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keadaan buah tersebut semakin layu atau tidak segarnya buah menyebabkan kadar vitamin C berkurang, waktu dalam mengekstraksi buah juga mempengaruhi kadar vitamin C semakin lama waktu mengekstraksi kandungan vitamin C pada buah akan semakin berkurang. Karena itulah hasil yang diperoleh pada saat titrasi tidak tetap.
Adapu fungsi vitamin C pada tubuh adalah menjaga berat badan, menjaga sistem pencernaan karena kadar serat yang cukup tinggi, jka kekurangan vitamin C akan menyebabkan scorbut atau pendarahan gusi, mudah terjadi luka dan infeksi tubuh, pertumbuhan bayi terhambat, pembentukan tulang yang tidak normal pada bayi dan anak-anak.




BAB VI
PENUTUP
6.1        Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan bahwa :
1)      % kadar rata-rata vitamin C pada buah rambutan adalah 0,04% dan ppm rata-ratanya adalah 4,05 ppm.
2)      Pada buah langsat kadar vitamin C nya adalah 0,0168% dan dinyatakan dalam ppm kandungan vitamin C nya adalah 1,67 ppm.
3)      Untuk jeruk manis kadar vitamin Cnya adalah 0,03% dan 3,53 ppm.
4)      Buah mangga madu kandungan vitamin Cnya adalah 0,012% dan 1,17 dinyatakan dalam ppm.
5)      Kandungan vitamin C pada jeruk nipis dan jeruk bali adalah 0,43 % dan 0,37 % jika dinyatakan dalam ppm maka kandungan vitamin C pada buah jeruk nipis dan jeruk bali adalah 43,25 ppm dan 36,58 ppm.
6)      Untuk sampel buah nenas kandungan vitamin Cnya adalah 0,024 % dan 2,36 ppm.
6.2        Saran
Sebaiknya sampel yang akan digunakan masih segar serta dalam mengekstraksi waktunya jangan terlalu lama agar kadar vitamin C pada buah tidak berkurang.




Daftar Pustaka
Alkheinder. 2003. Dasar-Dasar Biokimia I. Jakarta : erlangga
Challen, Jack. 1997. The post present and future of vitamins. New York
Khomsan, Ali.2010. Pangan Dan Gizi Untuk Kesehatan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Syahruddin. 2007. Biokimia. UPT MKU Universitas Hasanuddin : Makassar
Thamrin, Husni, dkk. 2012. Penuntun Praktikum Kimia Pangan. Poltekkes kemenkes Padang.: Jurusan Gizi


Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts