Yazhid Blog

.

Tuesday, 25 November 2014

Makalah sistem informasi laboratorium

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang                  Dewasa ini laboratorium merupakan salah satu lingkungan yang paling dinamis d... thumbnail 1 summary
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
                 Dewasa ini laboratorium merupakan salah satu lingkungan yang paling dinamis dalam pelayanan kesehatan. Masyarakat medis memberikan tekanan pada laboratorium untuk memperluas jangkauan pelayanan karena persaingan terutama sektor swasta yang semakin tajam pada era globalisasi saat ini. Dalam menghadapi persaingan tersebut, laboratorium secara terus menerus harus mengevaluasi dan memadukan teknologi yang berubah sangat cepat ke dalam kegiatan pelayanannya.
                 Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, laboratorium harus menerapkan standar pelayanan yang sama, tidak membedakan antara pelanggan yang satu dan yang lain. Bagi laboratorium, pelanggan berarti organsiasi atau orang yang menerima atau berkepentingan terhadap produk laboratorium yaitu laporan pemeriksaan, termasuk pendapat dan interpretasi terhadap hasil tersebut. Untuk organisasi yang besar pelanggan dapat internal atau eksternal bagi laboratorium.
                 Ukuran kepuasan pelanggan erat kaitannya dengan mutu pelayanan yang diberikan. Dalam kaitannya dengan laboratorium, data hasil pemeriksaan bisa dikatakan mempunyai mutu tinggi apabila data hasil tersebut memuaskan pelanggan dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis sehingga precision dan accuracy (ketelitian dan ketepatan) yang tinggi dapat dicapai. Selain itu, data tersebut harus mempunyai kemampuan telusuran pengukuran dan terdokumentasi dengan baik, sehingga dapat dipertahankan secara ilmiah maupun hukum. Hal itu berarti seluruh metode dan prosedur operasional laboratorium harus terpadu, mulai dari perencanaan pengambilan sampel, penanganan, pemeriksaan dan/atau kalibrasi, sampai pemberian laporan hasil ke pelanggan. Oleh karena itu kebutuhan perbaikan kualitas pelayanan adalah merupakan suatu kebutuhan yang paling mendasar bagi kelangsungan hidup laboratorium dalam era kompetisi yang semakin ketat.
                 Dimensi kepuasan pelanggan terhadap pelayanan laboratorium diantaranya adalah:
1) Perlindungan atas kerahasiaan informasi dan hak kepemilikan pelanggan terhadap data hasil pemeriksaan;
2) Keakuratan, kejelasan dan tidak meragukan, serta objektivitas laporan pemeriksaan;
3) Ketepatan waktu penyampaian laporan hasil pemeriksaan.

1.2   Rumusan Masalah
1.  Pengertian sistem informasi ?
2.  Laboratorium Kesehatan ?
3.  Sistem Informasi Laboratorium Kesehatan ?
4.  Struktur Organisasi Sistem Informasi Laboratorium Kesehatan ?
5.  Manfaat Sistem Informasi Laboratorium ?
6.` Keuntungan Sistem Informasi Laboratorium ?
7.   Kelemahan Sistem Informasi Laboratorium ?

1.3   Tujuan Penulisan
                 Tujuan dari dibuatnya makalah tentang sistem informasi laboratorium ini yaitu agar para pembaca mendapat pengetahuan mengenai sistem informasi laboratorium
           

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Informasi
                 Sistem informasi merupakan sekumpulan komponen pembentuk system yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya, yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Kriteria dari sistem informasi antara lain fleksibel, efektif dan efisien. Adapun tujuan dari suatu sistem informasi adalah menciptakan suatu wadah komunikasi yang efisien dalam bidang bisnis. Sistem informasi berbasis internet merupakan sistem informasi yang memanfaatkan secara maksimal kegunaan dari computer dan juga jaringan komputer. Selain itu, sistem informasi berbasis internet merupakan suatu sistem dimana interaksi manusia dan komputer menjadi peranan yang sangat penting.
                 Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi yang terdiri dari operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan.
2.2  Laboratorium Kesehatan
                 Laboratorium kesehatan adalah sarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang baik berasal dari manusia dan bukan dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor yang dapat mempengaruhi pada kesehatan perorangan dan masyarakat. 
                 Fungsi Laboratorium kesehatan adalah memberikan pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat dan pelayanan klinis. Pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat dilakukan untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Sedangkan pelayanan laboratorium klinis dilakukan untuk mendukung upaya penyembuhan, pemulihan kesehatan serta untuk penegakkan diagnosis suatu penyakit.

2.3 Sistem Informasi Laboratorium Kesehatan
                 Sistem informasi laboratorium kesehatan adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mempertahankan, mengolah, mengambil dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh laboratorium kesehatan tentang kegiatan pelayanannya untuk pengambilan keputusan manajemen.
                 Tujuan utama dari sistem informasi laboratorium kesehatan adalah mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data dengan serapi mungkin, mudah dibaca dan tepat waktu. Penyajian data laboratorium yang lebih rapi dan tepat waktu selain dapat juga dimanfaatkan di luar penggunaan tradisional, seperti untuk mempengaruhi perubahan pola perintah dokter, memantau perubahan pola kerentanan antibiotik secara lengkap, dan melakukan kajian lini produk serta penentuan biaya.
                 Proses dalam sistem informasi laboratorium kesehatan berupa kegiatan pengelolaan pelayanan laboratorium meliputi:
1.      Pencatatan data pasien, data sampel, data instansi, data jenis dan tarif pemeriksaan, hasil pemeriksaan, data reagen dan pemakaian reagen, data pemeriksa
2.      Perhitungan biaya pemeriksaan
3.      Perhitungan statistik laboratorium meliputi cakupan pemeriksaan laboratorium, rerata jumlah pemeriksaan per hari
4.      Perhitungan jumlah pemakaian reagen pemeriksaan
5.      Perhitungan jumlah pendapatan laboratorium per periode waktu serta
            perhitungan angka pencapaian target pendapatan.
                             


                              Sistem Informasi Laboratorium terdiri dari :
1.      Input (sub input)
2.      Proses (sub proses)
3.      Output (sub output)

*      Input
1.         Form pendaftaran pasien dan sampel dan permohonan pemeriksaan
2.         Register pemeriksaan pasien klinis dan non klinis
3.         Daftar jenis dan tarif pemeriksaan sesuai daftar retribusi pelayanan laboratorium
4.         Register hasil pemeriksaan klinis dan non klinis
5.         Buku pencatatan pemakaian reagen
6.         Form laporan hasil pemeriksaan klinis dan non klinis.
*      Proses
1.      Pencatatan data pasien, data sampel, data instansi, data jenis dan tarif pemeriksaan, hasil pemeriksaan, data reagen dan pemakaian reagen, data pemeriksa
2.      Perhitungan biaya pemeriksaan
3.      Perhitungan statistik laboratorium meliputi cakupan pemeriksaan laboratorium, rerata jumlah pemeriksaan per hari
4.      Perhitungan jumlah pemakaian reagen pemeriksaan
5.      Perhitungan jumlah pendapatan laboratorium per periode waktu serta perhitungan angka pencapaian target pendapatan.

*      Output
1.      Informasi mengenai biaya pemeriksaan
2.      laporan hasil pemeriksaan laboratorium klinis dan non klinis
3.      rekapitulasi hasil dan riwayat pemeriksaan laboratorium
4.      laporan statistik hasil pemeriksaan
5.      laporan keuangan
6.      laporan pemakaian reagen
7.      laporan pengguna layanan (pelanggan).

2.4 Struktur Organisasi
                        Struktur organisasi tersebut terdiri dari :
1.      Kepala laboratorium
2.      Kepala jabatan fungsional
3.      Sub bagian tata usaha
4.      Unit Kimia Kesehatan
5.      Unit Mikrobiologi
6.      Unit Imunologi dan Pathologi
                        Tugas pokok dan fungsi masing-masing adalah:
·         Kepala Laboratorium
Kepala laboratorium mempunyai tugas mempimpin pelaksanaan tugas pokok .
·         Sub Bagian Tata Usaha
Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan sebagian tugas Kepala Labkeskab dalam memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas – tugas di bidang pelayanan kesekretariatan yang meliputi pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan, hukum, surat menyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan.        Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Sub Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
1)        Penyiapan bahanbahan penyusunan program pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan, hukum, suratmenyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan.
2)        Pengumpulan bahanbahan koordinasi di bidang pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan, hukum, suratmenyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan.
3)        Pengolahan / analisa bahanbahan penyusunan evaluasi dan pelaporan guna pemberian saran/masukan pertimbangan kepada pimpinan dalam pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan, hukum, suratmenyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan.
4)        Pengurusan dokumen/bahanbahan koordinasi dibidang pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan, hukum, suratmenyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga,perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan.
5)        Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

·         Unit Kimia Kesehatan
Unit Kimia Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengambilan, pemeriksaan, analisa sampel kimia lingkungan dan toksikologi.
·         Unit Mikrobiologi
Unit Mikrobiologi mempunyai tugas melakukan pengambilan, pemeriksaan, analisa sampel mikrobiologi.


·         Unit Imunologi dan Pathologi
Unit Imunologi dan Pathologi mempunyai tugas melakukan pengambilan, pemeriksaan, analisa sampel imunologi dan pathologi.
·         Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas yang bersifat teknis sesuai dengan kebutuhan dan keahlian.
2.5 Manfaat Sistem Informasi Laboratorium
                 Manfaat dari sistem informasi laboratorium kesehatan dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Memberikan pelayanan kepada pelanggan yang lebih baik, dengan cara menganalisis kehilangan pemanfaatan Labkeskab oleh pelanggan akibat tidak memberikan pelayanan sebaik dan secepat mungkin.
2.      Periode pengembalian (payback periode) Metode ini dilakukan untuk menilai proyek investasi dengan dasar lamanya investasi tersebut dapat tertutup dengan aliran kas yang masuk. Secara ekonomi, pengembangan sistem ini akan mempunyai nilai tambah, sebabperkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah menuntut organisasi, instansi pemerintahan, institusi pendidikan untuk terjun dalam persaingan di dunia maya. Kemampuan untuk menunjukkan jati diri merupakan suatu nilai tambah yang senantiasa diharapkan oleh suatu organisasi, instansi, institusi untuk memenangkan persaingan bisnis
3.      Kelayakan jadual mempunyai tujuan untuk menilai waktu yang diperlukan bagi selesainya pengembangan sistem informasi laboratorium kesehatan. Penilaian kelayakan jadual ini, digunakan untuk menentukan bahwa pengembangan sistem akan dapat dilakukan dalam waktu yang telah ditetapkan


2.6 Keuntungan Sistem Informasi Laboratorium
                 Beberapa keuntungan sistem informasi laboratorium adalah:
1.      Berkurangnya kesalahan dalam hasil-hasil pelaporan dengan adanya penyajian data yang lebih baik
2.      Meningkatkan produktivitas, dengan berkurangnya pengarsipan, pemetaan yang memakan waktu lebih pendek dengan pencarian hasil
3.      Berkurangnya biaya kertas, dengan menggunakan kertas komputer sebagai ganti formulir yang mahal
4.      Mudah dibaca, karena laporan-laporan dicetak tidak ditulis tangan dan dipersiapkan dengan rapi
5.      Pengumpulan data statistik secara cepat karena terkomputerisasi.

2.7 Kelemahan Sistem Informasi Laboratorium
                        Sistem informasi laboratorium masih mempunyai kelemahan yaitu:
1.      Pencatatan data identitas pasien/sampel yang berulang-ulang
2.      Proses pencatatan/pengumpulan, pengolahan data dan pembuatan laporan masih dilakukan secara manual memungkinkan terjadinya kesalahan perhitungan
3.      Output yaitu laporan mengenai informasi biaya tidak tersedia dengan cepat, laporan hasil pemeriksaan klinis masih ditulis dengan tulis tangan pada format yang telah disediakan, rekapitulasi hasil dan riwayat pemeriksaan laboratorium belum tersedia, laporan keuangan dan laporan statistik laboratorium belum lengkap, laporan tentang daftar pelanggan eksternal belum tersedia.






BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
                 Sistem informasi laboratorium kesehatan adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mempertahankan, mengolah, mengambil dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh laboratorium kesehatan tentang kegiatan pelayanannya untuk pengambilan keputusan manajemen.
                 Tujuan utama dari sistem informasi laboratorium kesehatan adalah mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data dengan serapi mungkin, mudah dibaca dan tepat waktu. Penyajian data laboratorium yang lebih rapi dan tepat waktu selain dapat juga dimanfaatkan di luar penggunaan tradisional, seperti untuk mempengaruhi perubahan pola perintah dokter, memantau perubahan pola kerentanan antibiotik secara lengkap, dan melakukan kajian lini produk serta penentuan biaya.

3.2 Saran
                 Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun agar dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi, atas perhatiannya penulis ucapkan terimakasih.


Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts