Yazhid Blog

.

Tuesday, 25 November 2014

Makalah kelainan metabolisme karbohidrat

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang      Dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan aktivitas baik yang merupakan kebiasaan misa... thumbnail 1 summary
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
     Dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan aktivitas baik yang merupakan kebiasaan misalnya berdiri, berjalan, mandi, makan dan sebagainya. Untuk melakukan  aktivitas kita memerlukan energi. Energi yang diperlukan ini diperoleh dari bahan yang dikonsumsi. Pada umumnya, bahan makanan itu mengandung tiga kelompok utama senyawa kimia yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Salah satu penghasil energi terbesar yaitu karbohidrat glukosa. Karbohidrat glukosa merupakan karbohidrat terpenting dalam kaitannya dengan penyediaan energi di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena semua jenis karbohidrat baik monosakarida, disakarida maupun polisakarida yang dikonsumsi oleh manusia akan terkonversi menjadi glukosa di dalam hati. Glukosa ini kemudian akan berperan sebagai salah satu molekul utama bagi pembentukan energi di dalam tubuh.
     Berdasarkan bentuknya, molekul glukosa dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu molekul D-Glukosa dan L-Glukosa. Faktor yang menjadi penentu dari bentuk glukosa ini adalah posisi gugus hidrogen (-H) dan alkohol (–OH) dalam struktur molekulnya. Glukosa yang berada dalam bentuk molekul D & L-Glukosa dapat dimanfaatkan oleh sistim tumbuh tumbuhan, sedangkan sistim tubuh manusia hanya dapat memanfaatkan D Glukosa. Di dalam tubuh manusia glukosa yang telah diserap oleh usus halus kemudian akan terdistribusi ke dalam semua sel tubuh melalui aliran darah. Di dalam tubuh, glukosa tidak hanya dapat tersimpan dalam bentuk glikogen di dalam otot & hati namun juga dapat tersimpan pada plasma darah dalam bentuk glukosa darah (blood glucose). Di dalam tubuh selain akan berperan sebagai bahan bakar bagi proses metabolisme, glukosa juga akan berperan sebagai sumber energi utama bagi kerja otak. Melalui proses oksidasi yang terjadi di dalam sel-sel tubuh, glukosa kemudian akan digunakan untuk mensintesis molekul ATP (adenosine triphosphate) yang merupakan molukel molekul dasar penghasil energi di dalam tubuh. Dalam konsumsi keseharian, glukosa akan menyediakan hampir 50—75% dari total kebutuhan energi tubuh. Untuk dapat menghasilkan energi, proses metabolisme glukosa akan berlangsung melalui 2 mekanisme utama yaitu melalui proses anaerobik dan proses aerobik. Proses metabolisme secara anaerobik akan berlangsung di dalam sitoplasma (cytoplasm) sedangkan proses metabolisme anaerobik akan berjalan dengan mengunakan enzim ysebagai katalis di dalam mitochondria dengan kehadiran Oksigen (O2).

1.2     Tujuan Penulisan
     Tujuan yang ingin dicapai pada penulisan makalah ini adalah  sebagai berikut :
1.    Untuk mengetahui apa pengertian dari gula.
2.    Untuk mengetahui apa saja sumber gula karbohidrat.
3.    Untuk mengetahui bagaimana metabolisme karbohidrat di dalam tubuh.
4.    Untuk mengetahui apa saja kelainan dari metabolisme karbohidrat.
5.    Untuk mengetahui bagaimana proses pemeriksaan glukosa.

1.3     Rumusan Masalah
                 Adapun masalah yang akan dibahas pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Apa pengertian dari gula ?
2.    Apa saja sumber gula karbohidrat ?
3.    Bagaimana metabolisme karbohidrat di dalam tubuh ?
4.    Apa saja kelainan dari metabolisme karbohidrat ?




BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Glukosa (Gula)
Gula, yang dalam bahasa Inggrisnya adalah Sugar dan dalam bahasa Yunani dikenal dengan Glyco merupakan sumber energi utama dalam kehidupan sel-sel ditubuh kita. Gula adalah suatu gugus bangun kimia yang terdiri dari gabungan beberapa karbohidrat. Sedangkan karbohidrat itu sendiri didalam struktur bangunnya mengandung suatu gugus karbon. Sebagai contoh: enam rantai karbon disebut dengan Hexose, dan dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan nama Glukosa, Galaktosa, Fruktosa dan Mannosa. Dengan kata lain, kompleks dari beberapa karbohidrat kita sebut Gula, selanjutnya gabungan dari beberapa Gula (oligosaccharides dan polysaccharides) disebut Glycans.

Struktur Kimia Glukosa

Karbohidrat glukosa merupakan karbohidrat terpenting dalam kaitannya dengan penyediaan energi di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena semua jenis karbohidrat baik monosakarida, disakarida maupun polisakarida yang dikonsumsi oleh manusia akan terkonversi menjadi glukosa di dalam hati. Glukosa ini kemudian akan berperan sebagai salah satu molekul utama bagi pembentukan energi di dalam tubuh.

2.2  Sumber Gula Karbohidrat
Karbohidrat adalah komponen dalam makanan yang merupakan sumber energi yang utama bagi organisme hidup karbohidrat terdapat dalam berbagai bentuk termasuk gula sederhana atau monosakarida, disakarida dan polisakarida.
Semua jenis karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida , proses penyerapan ini terjadi di usus halus Glukosa dan galaktosa memasuki aliran darah dengan jalan transfer aktip, sedangkan fruktosa dengan jalan difusi setelah dengan usus halus, glukosa akan menuju kehepar melalui vena poitae, sebagian karbohidrat ini diikat di dalam hati dan disimpan sebagai glikogen, sehingga kadar gula darah dapat dipertahankan dalam batas-batas normal, yaitu 70-110 mg/dl.
2.3  Metabolisme Karbohidrat di dalam Tubuh
Metabolisme oksidatif glukosa menghasilkan sebagian besar energi yang digunakan di dalam tubuh. Glukosa dalam makanan sebagian besar terdapat dalam bentuk disakarida, yaitu secara kimiawi terikat ke molekul gula lain; sukrosa adalah glukosa plus fruktosa; laktosa adalah glukosa plus galaktosa; maltosa adalah dua molekul glukosa.
Metabolisme glukosa menghasilkan asam piruvat, asam laktat dan asetilkoenzim A (asetil-KoA) sebagai senyawa-senyawa antara oksidasi lengkap glukosa menghasilkan karbondioksida, air, dan energi yang disimpan sebagai senyawa fosfat berenergi tinggi adenosin trifosfat (ATP).
Glukosa dapat disimpan di hati atau otot sebagai glikogen. Hati juga dapat mengubah glukosa melalui jalur-jalur metabolik lain menjdai asam lemak, yang disimpan sebagai trigliserida, atau menjadi asam amino yang digunakan untuk memebentuk protein. Hati dapat membentuk glukosa dari asam lemak, dan juga dari asam amino (glukoneogenesis).Glukosa di dalam darah dikendalikan oleh beberapa mekanisme homeostatik yang dalam keadaan sehat, mempertahankan kadar glukosa dalam rentang 70-110 mg/dL dalam keadaan puasa. Setelah ingesti makanan yang mengandung banyak glukosa, secara normal kadar glukosa darah tidak melebihi 170 mg/dL.
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa. Gula ini kemudian oleh sel dioksidasi (dibakar) dengan bantuan oksigen yang kita hirup menjadi energi dan gas CO2 dalam bentuk respirasi / pernafasan. Energi yang dihasilkan dan tidak digunakan akan disimpan dibawah jaringan kulit dalam bentuk lemak.
Di dalam tubuh manusia, glukosa yang telah diserap oleh usus halus kemudian akan terdistribusi ke dalam semua sel tubuh melalui aliran darah. Di dalam tubuh, glukosa tidak hanya dapat tersimpan dalam bentuk glikogen di dalam otot & hati namun juga dapat tersimpan pada plasma darah dalam bentuk glukosa darah (blood glucose). Di dalam tubuh selain akan berperan sebagai bahan bakar bagi proses metabolisme, glukosa juga akan berperan sebagai sumber energi utama bagi kerja otak. Melalui proses oksidasi yang terjadi di dalam sel-sel tubuh, glukosa kemudian akan digunakan untuk mensintesis molekul ATP (adenosine triphosphate) yang merupakan molukel molekul dasar penghasil energi di dalam tubuh. Dalam konsumsi keseharian, glukosa akan menyediakan hampir 50—75% dari total kebutuhan energi tubuh.
·      Reaksi pembakaran gula dalam tubuh :
C6H12O6 (gula) + 6O2 (udara yang dihirup) —> Energi + 6CO2 (udara  yang dikeluarkan) + 6H2O (keringat atau air seni)

2.4  Kelainan Metabolisme Karbohidrat
Kelainan yang ditimbulkan jika kadar glukosa darah meningkat adalah penyakit diabetes melitus (DM). Sedangkan kelainan yang ditimbulkan jika kadar glukosa dalam darah menurun adalah hipoglikemia. Selain itu, ada beberapa kelainan-kelainan yang ditimbulkan dari metabolisme gula karbohidrat yang abnormal yaitu galaktosemia dan glikogenosis.
1.         Diabetes Melitus (DM)
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat.
·           Penyebab
                      Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.
·         Gejala
          Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).
          Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi). Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi). Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga.
2.         Hipoglikemia


Hipoglikemia merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya kandungan glukosa normal dalam darah. Hipoglikemia bisa terjadi jika penderita kurang makan atau tidak makan pada waktunya atau melakukan olah raga yang terlalu berat tanpa makan. Jika kadar gula darah terlalu rendah, organ pertama yang terkena pengaruhnya adalah otak.
Untuk melindungi otak, tubuh segera mulai membuat glukosa dari glikogen yang tersimpan di hati. Proses ini melibatkan pelepasan epinefrin (adrenalin), yang cenderung menyebabkan rasa lapar, kecemasan, meningkatnya kesiagaan dan gemetaran. Berkurangnya kadar glukosa darah ke otak bisa menyebabkan sakit kepala.
Hipoglikemia harus segera diatasi karena dalam beberapa menit bisa menjadi berat, menyebabkan koma dan kadang cedera otak menetap.
Jika terdapat tanda hipoglikemia, penderita harus segera makan gula.
Gejala-gejala dari kadar gula darah rendah :
§  Rasa lapar yang timbul secara tiba-tiba
§  Sakit kepala
§  Kecemasan yang timbul secara tiba-tiba
§  Badan gemetaran
§  Berkeringat
§  Bingung
§  Penurunan kesadaran, koma.

3.         Galaktosemia
        Galaktosemia  adalah keadaaan dimana kadar galaktosa yang tinggi dalam darah, biasanya disebabkan oleh kekurangan enzim galaktose 1-fosfat uridil transferase. kelainan ini merupakan kelainan bawaan. Sekitar 1 dari 50.000-70.000 bayi terlahir tanpa enzim tersebut. pada awalnya mereka tampak normal, tetapi beberapa hari atau beberapa minggu kemudian, nafsu makannya akan berkurang, muntah, tampak kuning (jaundice) dan pertumbuhannya yang normal terhenti. Hati membesar, di dalam air kemihnya ditemukan sejumlah besar protein dan asam amino, terjadi pembengkakan jaringan dan penimbunan cairan dalam tubuh.
        Jika pengobatan tertunda, anak akan memiliki tubuh yang pendek dan mengalami keterbelakangan mental. banyak yang menderita katarak. Kebanyakan penyebabnya tidak diketahui. Diduga suatu galaktosemia jika pada pemeriksaan laboratorium, di dalam air kemih ditemukan galaktosa dan galaktose 1-fostate. untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan darah dan sel-sel hati, yang akan menunjukkan tidak adanya enzim galaktose 1-fosfat uridil transferase.
        Susu dan hasil olahan susu (yang merupakan sumber dari galaktosa) tidak boleh diberikan kepada anak yang menderita galaktosemia. demikian juga halnya dengan beberapa jenis buah-buahan, sayuran dan hasil laut (misalnya rumput laut). Seorang wanita yang diketahui membawa gen untuk penyakit ini sebaiknya tidak mengkonsumsi galaktosa selama kehamilan. Seorang wanita hamil yang menderita galaktosemia juga harus menghindari galaktosa. jika kadar galaktosanya tinggi, galaktosa dapat melewati plasenta dan sampai ke janin, menyebabkan katarak.
        Penderita galaktosemia harus menghindari galaktosa seumur hidupnya. Jika diobati secara adekuat, tidak akan terjadi keterbelakangan mental. tetapi tingkat kecerdasannya lebih rendah dibandingkan dengan saudara kandungnya dan sering ditemukan gangguan berbicara. Pada masa pubertas dan masa dewasa, anak perempuan seringkali mengalami kegagalan ovulasi (pelepasan sel telur) dan hanya sedikit yang dapat hamil secara alami.

4.         Glikogenosis
        Glikogenosis (penyakit penimbunan glikogen) adalah sekumpulan penyakit keturunan yang disebabkan oleh tidak adanya 1 atau beberapa enzim yang diperlukan untuk mengubah gula menjadi glikogen atau mengubah glikogen menjadi glukosa (untuk digunakan sebagai energi).
        Pada glikogenosis, sejenis atau sejumlah glikogen yang abnormal diendapkan di dalam jaringan tubuh, terutama di hati. Gejalanya timbul sebagai akibat dari penimbunan glikogen atau hasil pemecahan glikogen atau akibat dari ketidakmampuan untuk menghasilkan glukosa yang diperlukan oleh tubuh. Usia ketika timbulnya gejala dan beratnya gejala bervariasi, tergantung kepada enzim apa yang tidak ditemukan.
·           Diagnosis
        Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap contoh jaringan (biasanya otot atau hati), yang menunjukkan adanya enzim yang hilang.
·           Pengobatan
        Pengobatan tergantung kepada jenis penyakitnya. Untuk membantu mencegah turunnya kadar gula darah, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat dalam porsi kecil sebanyak beberapa kali dalam sehari. Pada beberapa anak yang masih kecil, masalah ini bisa diatasi dengan memberikan tepung jagung yang tidak dimasak setiap 4-6 jam. kadang pada malam hari diberikan larutan karbohidrat melalui selang yang dimasukkan ke lambung.
                 Penyakit penimbunan glikogen cenderung menyebabkan penimbunan asam urat, yang dapat menyebabkan gout dan batu ginjal. untuk mencegah hal tersebut seringkali perlu diberikan obat-obatan.ada beberapa jenis glikogenesis, untuk mengurangi kram otot, aktivitas anak harus dibatasi.
5.         Intoleransi Fruktosa Herediter
                 Intoleransi Fruktosa Herediter adalah suatu penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat menggunakan fruktosa karena tidak memiliki enzim fosfofruktaldolase. Sebagai akibatnya, fruktose 1-fosfatase (yang merupakan hasil pemecahan dari fruktosa) tertimbun di dalam tubuh, menghalangi pembentukan glikogen dan menghalangi perubahan glikogen menjadi glukosa.
                 Mencerna fruktosa atau sukrosa (yang dalam tubuh akan diuraikan menjadi fruktosa, kedua jenis gula ini terkandung dalam gula meja) dalam jumlah yang lebih, bisa menyebabkan:
§  hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah) disertai keringat dingin
§  tremor (gerakan gemetar diluar kesadaran)
§  linglung
§  mual
§  muntah
§  nyeri perut
§  kejang (kadang-kadang)
§  koma.
                 Jika penderita terus mengkonsumsi fruktosa mengalami kerusakan ginjal dan hati, menghasilkan penyakit kuning, muntah, pemburukan jiwa, pingsan, dan kematian. Gejala ronis termasuk tidak mau makan, kegagalan untuk berkembang pesat, gangguan pencernaan, kegagalan hati, dan kerusakan ginjal.
                 Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan contoh jaringan hati yang menunjukkan adanya enzim yang hilang. Juga dilakukan pengujian respon tubuh terhadap fruktosa dan glukosa yang diberikan melalui infus. Karier (pembawa gen untuk penyakit ini tetapi tidak menderita penyakit ini) dapat ditentukan melalui analisa DNA dan membandingkannya dengan DNA penderita dan DNA orang normal. Pengobatan terdiri dari menghindari fruktosa (biasanya ditemukan dalam buah-buahan yang manis), sukrosa dan sorbitol (pengganti gula) dalam makanan sehari-hari. Serangan akut dirawat denganmemberi glukosa dengan infuse.Serangan hipoglikemia diatasi dengan pemberian tablet glukosa, yang harus selalu dibawa oleh setiap penderita intoleransi fruktosa herediter. Anak yang terus makan makanan berisi fruktosa mengalami kerusakan ginjal dan hati, menghasilkan penyakit kuning, muntah, pemburukan jiwa, pingsan, dan kematian. Gejala ronis termasuk tidak mau makan, kegagalan untuk berkembang pesat, gangguan pencernaan, kegagalan hati, dan kerusakan ginjal.

6.         Fruktosuria
                 Fruktosuria merupakan suatu keadaan yang tidak berbahaya, dimana fruktosa dibuang ke dalam air kemih. Fruktosuria disebabkan oleh kekurangan enzim fruktokinase yang sifatnya diturunkan. 1 dari 130.000 penduduk menderita fruktosuria. Fruktosuria tidak menimbulkan gejala, tetapi kadar fruktosa yang tinggi di dalam darah dan air kemih dapat menyebabkan kekeliruan diagnosis dengan diabetes mellitus. Tidak perlu dilakukan pengobatan khusus.

7.         Pentosuria
                 Pentosuria adalah suatu keadaan yang tidak berbahaya, yang ditandai dengan ditemukannya gula xylulosa di dalam air kemih karena tubuh tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk mengolah xylulosa. Pentosuria hampir selalu hanya ditemukan pada orang Yahudi. Pentosuria tidak menimbulkan masalah kesehatan, tetapi adanya xylulosa dalam air kemih bisa menyebabkan kekeliruan diagnosis dengan diabetes mellitus. Tidak perlu dilakukan pengobatan khusus.

8.         Intoleransi Pada Laktosa (Lactose Intolerance)
                 Intoleransi Pada Laktosa (Lactose Intolerance) merupakan gangguan pencernaan yang terjadi karena kurang atau tidak adanya enzim lactose.baik primer yang biasanya karena keturunan atau sekunder karena adanya kelainan mukosa usus dan sering ditemukan pada anak-anak/ bayi dengan gejala diare. Lebih dari setengah orang dewasa menderita Intoleransi terhadap lactose. Orang dewasa keturunan kulit hitam dan keturunan Asia kurang mampu menguraikan laktosa dibandingkan keturunan eropa atau kulit putih lainnya. Mekanisme hilangnya enzim lactose belum diketahui dengan jelas tetapi hal ini berkaitan dengan genetic. Penanganannya adalah menghindari makanan yang mengandung laktosa.

9.         Kekurangan Isomaltase-Sukrosa
                 Kekurangan enzim ini menyebabkan intoleransi terhadap sukrosa didalam makanan. Penanganannya dilakukan dengan menghindari sukrosa.

10.     Kerusakan Disakarida Bawaan (Bereditary Defects)
                 Kekurangan enzim disakaridase menyebabkan intoleransi terhadap disakarida (disaccharide intolerance).
BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Gula, yang dalam bahasa Inggrisnya adalah Sugar dan dalam bahasa Yunani dikenal dengan Glyco merupakan sumber energi utama dalam kehidupan sel-sel ditubuh kita. Gula adalah suatu gugus bangun kimia yang terdiri dari gabungan beberapa karbohidrat. Sedangkan karbohidrat itu sendiri didalam struktur bangunnya mengandung suatu gugus karbon.
2.    Glukosa terdapat luas di alam dalam jumlah sedikit, yaitu di dalam sayur, buah, sirup jagung, sari pohon, dan bersamaan dengan fruktosa dalam madu.
3.    Metabolisme glukosa menghasilkan asam piruvat, asam laktat dan asetilkoenzim A (asetil-KoA) sebagai senyawa-senyawa antara oksidasi lengkap glukosa menghasilkan karbondioksida, air, dan energi yang disimpan sebagai senyawa fosfat berenergi tinggi adenosin trifosfat (ATP).
4.    Kelainan yang ditimbulkan jika kadar glukosa darah meningkat adalah penyakit diabetes melitus (DM). Sedangkan kelainan yang ditimbulkan jika kadar glukosa dalam darah menurun adalah hipoglikemia. Selain itu, ada beberapa kelainan-kelainan yang ditimbulkan dari metabolisme gula karbohidrat yang abnormal yaitu galaktosemia dan glikogenosis.

3.2  Saran
Adapun saran yang ingin diajukan pada penulisan makalah ini adalah agar kita senantiasa selalu menjaga kesehatan dan pola hidup kita dimana salah satunya menghindari kadar glukosa yang berlebih dalam tubuh. Oleh karena itu sebaiknya mengkonsumsi makanan yang mengandung cukup karbohidrat saja sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts