Yazhid Blog

.

Tuesday, 25 November 2014

Makalah manajemen laboratorium (peraturan dasar,penanganan masalah umum,jenis pekerjaan)

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Pengelolaan Laboratorium (Laboratory Management) adalah usaha untuk mengelola l aboratorium.... thumbnail 1 summary
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pengelolaan Laboratorium (Laboratory Management) adalah usaha untuk mengelola laboratorium. Bagaimana suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat lab yang canggih, dengan staf propesional yang terampil belum tentu dapat beroperasi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen laboratorium yang baik.
Oleh karena itu manajemen lab adalah suatu bahagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium. Suatu manajemen lab yang baik memiliki sistem organisasi yang baik, uraian kerja (job description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas yang efektif, efisien, disiplin, dan administrasi lab yang baik pula.
Secara umum manajemen sering didefinisikan sebagai, “Getting things done through other people – menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”. Telah disebutkan berkali-kali bahwa supervisor merupakan manajer lini terdepan yang melaksanakan pekerjaan manajemen untuk merencanakan, mengorganisir, mengeksekusi rencana, serta mengendalikan dan mengontrol proses pekerjaan menuju hasil yang diharapkan.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana peraturan dasar dalam manajemen laboratorium ?
2.      Bagainama cara penanganan masalah umum dalam manajemen laboratorium ?
3.      Apa jenis – jenis pekerjaan dalam manajemen laboratorium ?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui manajemen laboratorium
2.      Untuk mengetaui fungsi manajemen dalam laboratorium
3.      Untuk mengetahui peraturan dasar dalam manajemen laboratorium
4.      Untuk mengetahui cara penanganan masalah umum dalam manajemen laboratorium
5.      Untuk  mengetahui jenis – jenis pekerjaan dalam manajemen laboratorium


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Peraturan Dasar Dalam Manajemen Laboratorium
                  Beberapa peraturan dasar untuk menjamin kelancaran jalannya pekerjaan di Laboratorium harus dipenuhi, antara lain :
v  Jangan makan didalam laboratorium
v  Jangan minum didalam laboratorium
v  Dilarang merokok (No-smoking). Ini sangat berbahaya karena :
ü  Kontaminasi melalui tangan
ü  Ada api/uap/gas yang bocor/mudah terbakar
ü  Uap/gas beracun, akan terhisap melalui pernafasan
v  Dilarang meludah, akan menyebabkan terjadinya kontaminasi
v  Dilarang berlari, terutama bila ada bahaya kebakaran, gempa, dan sebagainya. Jadi harus tetap berjalan saja.
v  Jangan bermain dengan alat lab yang anda belum tahu cara penggunaannya.
v  Sebaiknya tanyakan pada orang yang tahu atau pada technician.
v  Harus selalu menulis label yang lengkap, terutama terhadap pemakaian bahan - bahan kimia.
v  Dilarang mengisap/menyedot dengan mulut. Semua alat pipet harus menggunakan bola karet pengisap (pipet - pump).
v  Pakai baju lab, dan juga pakai sarung tangan dan gogles, terutama sewaktu menuang bahan-bahan kimia yang berbaya (mis. Asam keras).
v  Jangan membuat peraturan sendiri
v  Beberapa peraturan lainnya yang spesifik, terutama dalam pemakaian Sinar X. Sinar Laser, alat-alat sinar ULV, Atomi c Adsorption, Flamephoto-meter, Bacteriological Glove Box With UV light dan sebagainya, harus benar-benar menuruti peraturan yang khusus untuk hal itu. Semua peraturan tersebut di atas ditujukan untuk keselamatan kerja.
2.2  Penanganan Masalah Umum Dalam Manajemen Laboratorium
v  Mencampur zat-zat kimia
Jangan campur zat kimia tanpa mengetahui sifat reaksinya. Jika tidak tahu tanyakan pada orang yang mengetahuinya.
v  Zat-zat baru atau kurang diketahui
Berkonsultasilah bagi keamanan laboratorium sebelum menggunakan zat - zat kimia baru atau yang kurang diketahui. Harus dicheck secara teratur semua zat – zat kimia yang digunakan, karena mungkin menimbulkan resiko.
v  Membuang material-material yang berbahaya
Sebelum membuang material-material yang berbahaya harus diketahui resiko yang mungkin terjadi. Karena itu pastikan bahwa cara membuangnya tidak menimbulkan bahaya. Jika tidak tahu tanyakan pada orang yang mengetahuinya. Demikian juga terhadap air buangan dari Laboratorium. Apakah ada bak penampung khusus atau dibuang begitu saja. Sebaiknya harus ada bak penampung khusus, karena disitu telah banyak tercemar dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Bak ini juga harus ditreatment, agar dapat dinetralisasi.
v  Tumpahan
Tumpahan asam diencerkan dahulu dengan air dan dinetralkan dengan CaC03 atau soda ash, dan untuk basa dengan air dan dinetraliser dengan asam encer. Setelahnya dipel, dan pastikan kain-kain yang digunakan bebas dari asam atau alkali. Tumbahan minyak, harus ditaburi dengan pasir, kemudian disapu dan dimasukkan dalam tong yang terbuat dari logam dan ditutup rapat.
Catatan: Penanganan terhadap lain-lain masalah yang belum diketahui, sebaiknya berorientasi/berkonsultasi dengan ahlinya sebelum mengambil tindakan. lngat keselamatan (safety used) adalah lebih diutamakan dari yang lainnya.
2.3  Jenis – Jenis Pekerjaan Dalam Manajemen Laboratorium
Berbagai pekerjaan lab (lab-activities) mis : praktek mahasiswa, penelitian (researchs), praktek thesis mahasiswa, praktek dari Program Pasca Sarjana, public services (pekerjaan dari luar), harus lebih dahulu didiskusikan dengan Kepala Laboratorium. Nanti bersama - sama dengan Kalab (Kepala Laboratorium) dibicarakan bagaimana jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. Jenis pekerjaan yang akan diteliti/dilaksanakan bertujuan untuk :
Ø  Efisiensi penggunaan bahan-bahan kimia, air, listrik, dan gas dan alat-alat lab yang dipakai.
Ø  Efisiensi biaya-biaya (cost)
Ø  Efisiensi tenaga dan waktu, baik dari staf pengajar maupun dari laboratorium.
Ø  Pelaksanaan pekerjaan yang lebih cepat.
Ø  Meningkatkan kualitas staff pengajar (to improve staff know how as they works) Makalah Pelatihan Manajemen Laboratorium
Ø  Meningkatkan sklis/keterampilan laboran.
Ø  Baik staff pengajar dan laboran harus dapat bekerja sama dengan baik sebagai satu Team-Work (=Team Configuration). Bekerja dengan satu team, jauh lebih baik dari pada bekerja secara sendiri/mandiri.
Ø  Meningkatkan pendapatan (income) dari lab yang bersangkutan. Hal ini dimungkinkan karena orang-orang akan tahu bahwa jenis pekerjaan ini (mis : yang dituju), dapat dilakukan di lab dari Fakultas Pertanian USU.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengelolaan Laboratorium (Laboratory Management) adalah usaha untuk mengelola Laboratorium. Bagaimana suatu Laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat lab yang canggih, dengan staf propesional yang terampil belum tentu dapat beroperasi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manaJemen Laboratorium yang baik.
3.2 Saran
penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar penulisan makalah selanjutnya dapat lebih baik lagi. Demikian penulis mngucapkan terimakasih.
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts