Yazhid Blog

.

Tuesday, 25 November 2014

Makalah jaringan tubuh

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang  Jaringan dalam  biologi  adalah sekumpulan  sel  yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. J... thumbnail 1 summary
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang 
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.
Jaringan dimiliki oleh organisme yang telah memiliki pembagian tugas untuk setiap kelompok sel-selnya. Organisme bertalus, seperti alga ("ganggang") dan fungi ("jamur"), tidak memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk struktur-struktur khas mirip organ, seperti tubuh buah dan sporoforTumbuhan lumut dapat dikatakan telah memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki jaringan pembuluh yang jelas.
1.2 Rumusan Masalah      
1.      Apa saja Klasifikasi jaringan
2.      Bagaimana Fungsi jaringan
3.      Bagaimana contoh jaringan itu
1.3 Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui Klasifikasi jaringan
2.      Untuk mengetahui fungsi jaringan
3.      Untuk mengetahui contoh jaringan


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Jaringan
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jadi, jaringan hamper dimiliki oleh makhluk hidup bersel banyak (multisluler). Setiap makhluk hidup berasal dari perkembangbiakan secara kawin (generatif) ataupun secara tak kawin (vegetatif) pada perkembangbiakan secara kawin terjadi percampuran antara sel ovum dan spermamembentuk satu sel zigot. Zigot membelah terus-menerus sehingga terbentuk embrio, dan embrio berkembang menjadi individu baru. Sel zigot membelah berkali-kali, mula-mula membentuk sel yang seragam (blastula). Sel-sel tersebut belum mempunyai fungsi khusus.
Pada saat perkembangan embrio, sel-sel tersebut berkembang menjadi berbagai jenis sel yang bentuknya sesuai dengan fungsinya. Sel mengalami diferensiasi dan spesialisasi. Jadi dari sel yang seragam berubah menjadi berbagaijenis sel yang bentuknya sesuai dengan fungsinya.
2.2 Klasifikasi Jaringan Tubuh
A.  Jaringan Penguat
Jaringan penguat disebut juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang.
Yang termasuk jaringan penguat adalah :
v  Jaringan Ikat
Jaringan ikat terdiri dari serabut, sel-sel dan cairan ekstra seluler. Cairan ekstra seluler dan serabut disebut matriks.Fungsi jaringan ikat adalah mengikat atau mempersatukan jaringan-jaringan menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ, menjadi selubung organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh.
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua:
v  Jaringan ikat longgat
Ciri – ciri : sel – selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastic. Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ – organ, pembuluh darah dan saraf. Fungsinya untuk membungkus organ – organ tubuh, pembuluh darah dan saraf.
v  Jaringan ikat padat
Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih. Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon.
Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot.Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar tulang.Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh.
B. Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)
Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim, pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan. Fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.
Ada 3 macam jaringan tulang rawan :
v  Kartilago hialin
Matriksnya bening kebiruan. Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin tulang rawan pada batang tenggorok dan cabang batang tenggorok, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan pada ujung tulang panjang. Kartilago hialin merupakan bagian terbesar dari kerangka embrio juga membantu pergerakan persendian, menguatkan saluran pernafasan, memberi kemungkinan pertumbuhan memanjang tulang pipa dan memberi kemungkinan tulang rusuk bergerak saat bernafas.
v  Kartilago fibrosa
Matriksnya berwarna gelap dan keruh. Jaringan ini terdapat pada perekatan ligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian tulang pinggang, pada calmam antar ruas tulang belakang dan pada pertautan antar tulang kemaluan kiri dan kanan. Fungsi utama untuk memberikan proteksi dan penyokong.
v  Kartilago elastic
Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Jaringan ini terdapat pada dawn telinga, epiglottis, pembuluh eustakius dan laring.
C.  Jaringan Tulang
Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka.
Tulang dapat dibagi menjadi 2 macam :
Ø  Tulang keras, bila matriks tulang rapat dan padat. Contoh : tulang pipa
Ø  Tulang spons, bila matriksnya berongga. Contoh : tulang pendek.
D.    Jaringan Darah
Jaringan darah merupakan jaringan penyokong khusus, karena berupa cairan.
Bagian-bagian dari jaringan darah adalah :
v  Sel darahDibagi menjadi sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengangkut oksigen dan sel darah putih (lekosit) berfungsi untuk melawan benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
v  Keping-keping darah (trombosit)Berfungsi dalam proses pembekuan darah.
v  Plasma darah
Komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan, hormon, zat sisa hasil metabolisms, antibodi dan lain-lain.

E.     Jaringan Limfe/Getah Bening
Asal jaringan limfe adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah, komponen terbesarnya adalah air dimana terlarut zat-zat antara lain glukosa, garam-garam, asam lemak. Komponen selulernya adalah limfosit.
Jaringan limfe menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfe. Fungsi jaringan limfe selain untuk kekebalan tubuh (adanya limfosit) juga untuk mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.
2.3 Fungsi Jaringan Tubuh
Ada empat kelompok jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasuk manusiadan organisme multiseluler tingkat rendah seperti artropoda: jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan penyokong, dan jaringan saraf.
v  Jaringan epitelium.
Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaankulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresidan penyerapan.
Jaringan epitel terdiri dari 3 macam:
·         Eksotelium: epitel yang membungkus bagian luar tubuh
·         Endotelium: epitel yang melapisi organ dalam tubuh
·         Mesotelium: epitel yang membatasi rongga tubuh
Fungsi jaringan epitelium yakni:
·         Absorpsi, misalnya pada usus yang menyerap sari-sari makanan
·         Sekresi, contohnya testis yang mensekresikan sperma
·         Ekskresi, kulit yang mengeluarkan keringat
·         Transportasi, mengatur tekanan osmosis dalam tubuh
·         Proteksi, kulit melindungi jaringan tubuh di bawahnya
·         Penerima rangsang, kulit yang menanggapi rangsang dari luar
·         Pernapasan, kulit katak berfungsi sebagai alat pernapasan
·         Alat gerak, selaput kaki pada kulit katak membantu dalam pergerakan
·         Mengatur suhu tubuh, kulit mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat jika tubuh kepanasan

v  Jaringan pengikat
Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
v  Jaringan otot
Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.
v  Jaringan saraf
adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.
v  Jaringan penyokong
adalah jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang yang berfungsi untuk memberi bentuk tubuh,melindungi tubuh,dan menguatkan bentuk tubuh.
2.4  Contoh Jaringan Tubuh

v  Jaringan Tulang
Ø  Jenis Tulang
Pada dasarnya tulang dibedakan atas tulang rawan dan tulang sejati ( tulang keras). Pengelompokan ini terutama berdasarkan zat-zat penyusun tulang. Secara fisik, tulang rawan berbeda dengan tulang sejati. Tulang rawan tampak lebih transparan dan bersifat lentur, sedangkan tulang sejati tampal bewarna gelap dan bersifat kaku.
1.      Tulang rawan
Tulang rawan atau kartilago tidaklah sekuat struktur tulang, tetapi mereka dikenal bersifat lentur dan disebut dengan kondrin. Tulang rawan menjadi lentur karena matriksnya mengandung serabut-serabut kolagen dan elastik. Kandungan serabut kolagen yang tinggi makin menguatkan tulang rawan tersebut. Kartilago tidak memiliki sel-sel saraf dan pembuluh darah. Oleh karena itu, mereka dianggap sangat cocok untuk mengisi ruang-rung kosong antar tulang ( sebagai sendi).Pada anak-anak, tulang rawan berasal dari jaringan Mesenkim ( embrional )  tetapi pada orang dewasa dibentuk oleh perikondrium ( selaput tulang rawan ) yang banyak mengandung sel pembentuk tulang rawan (kondrosit). Sel-sel tulang rawan ini terletak di dalam suatu rongga kecil yang disebut lakuna.
ada stadium embrio, rangka hewan mamalia terdiri atas kartilago (tulang rawan). Pada perkembangan selanjutnya, sebagian mengalami osifikasi (mengeras) menjadi tulang keras dan hanya sebagian kecil yang tersisa pada stadium dewasa. Misalnya pada daun telinga, hidung, serta antarruas tulang belakang dan tulang dada.Tulang rawan berfungsi sebagai rangka tubuh pada awal embrio, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi.

Ada tiga tipe kartilago, yaitu :
o   Kartilago hialin, merupakan tipe kartilago yang bersifat keras dan sedikit fleksibel. Kartilago hialin memiliki matriks yang mengandung serabut elastis lebih banyak daripada serabut kolagen, berwarna putih kebiruan, mengkilat, dan jernih sehingga mereka tampak seperti kaca. Fungsinya adalah membantu pergerakan, membantu jalannya pernapasan, memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu pergerakan persendian. Kartilago hialin ditemukan pada ujung tulang panjang, puncak hidung, ujung tulang-tulang rusuk, laring, dan trakea.
o   Kartilago fibrosa, merupakan tipe kartilago yang bersifat lebih kuat dibandingkan kartilago hialin. Sebab, matriks dari kartilago fibrosa terdiri atas beberapa deretan tebal serabut kolagen dan Matriks pada jaringan ini sedikit dan berwarna gelap serta keruh.  Kartilago fibrosa dikenal tahan terhadap tekanan dan ketegangan. Fungsinya adalah untuk memberikan kekuatan dan melindungi jaringan yang lebih dalam, memberikan sokongan dan proteksi. Mereka anatara lain ditemukan di antara tulang-tulang vertebra dan daerah lutut, perekatanligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian tulang pinggang, dan pada pertautan antartulang kemaluan kiri dan kanan.
o   Kartilago elastic, merupakan tipe kartilago yang lebih fleksibel dibandingkan dengan kartilago hialin, karena matriksnya paling banyak mengandung serabut elastic. Matriksnya berwarna kuning. Fungsinya adalah memberikan fleksibelitas dan menguatkan jaringan tulang rawan . Kartilago elastik antara lain ditemukan pada, embrio , daun telinga dan epiglottis, bronkiolus, pembuluh. Dalam perkembangannya, kartilago tidak mengalami proses remodeling atau perubahan bentuk, seperti halnya yang terjadi pada tulang. Oleh karena itu, kartilago dikatakan sebagai materi kerangka embrio yang ideal.


2.      Tulang sejati ( osteon )
Jaringan tulang sejati ini tersusun oleh sel-sel tulang yang disebut osteosit. Osteosit di bentuk oleh osteoblas. Osteoblas berasal dari fi broblas. Oleh karena itu, osteoblas berperan penting dalam proses pembentukan tulang.Tulang sejati berbeda dengan tulang rawan, sebab tulan sejati mengalami mineralisasi yaitu proses perubahan penyusunan materi organik menjadi materi anorganik.
Mineral yang dominan pada tulang ini adalah kalsium dan fosfat. Matriksnya padat terdiri dari zat pelekat kolagen dan endapan garam-garam mineral (terutama garam kapur atau kalsium), dan karena  Usia manusia atau hewan yang makin bertambah maka akan menurunkan kadar kolagen dan meningkatkan kadar zat kapur, proses ini disebut pengapuran.  Proses pengapuran ini disebut kalsifikasi. Jaringan tulang ini banyak terdapat di dalam tubuh menyusun rangka. Tulang sejati dapat menjadi kuat karena adanya garam-garam mineral ( terutama berupa kalsium pospat ) dan serabut-serabut protein di dalam matriks tulang. contohnya dari berat tubuh mamalia dewasa, 15% berupa tulang. Oleh karena itu susunan tulang menjadi keras dan kaku  Fungsinya adalah melindungi organ-organ tubuh dalam yang lemah dan mengikat otot-otot.  Berdasarkan strukturnya, tulang sejati ( Tulang keras, selanjutnya akan disebut tulang saja ) dapat dibedakan atas tulang kompak dan tulang spons.
3.      Tulang kompak
Tulang kompak merupakan tipe tulang dengan matriks yang tersusun rapat dan padat, misalnya pada tulang panjang. Secara histologi, tulang kompak telah terorganisasi dengan rapi. Pada penampang melintang sebuah tulang panjang, sel-sel tulang yang disebut osteosit terdapat di dalam lacuna. Lakuna merupakan rongga kecil yang tersusun di dalam lingkaran-lingkaran kosentris mengelilingi sebuah kanal pusat ( kanal Havers ). Ruang-ruang antar lacuna biasa berisi matriks. Di dalam matriks terdapat beberapa kanal kecil yang berperan sebagai penghubung satu lacuna dengan lacuna lainnya dan dengan kanal Havers. Kanal-kanal kecil itu disebut kanalikuli. Melalui kanalikuli itulah sel-sel tulang memperoleh oksegen dan bahan makanan serta membuang limbah.
4.      Tulang spons
Tulang spons merupakan tipe tulang dengan matriks yang tersusun longgar atau berongga- rongga seperti struktur sarang lebah. Susunan matriks demikian disebut trabekula. Pada tulang spons tidak terdapat sistem Havers. Contohnya pada tulang-tulang pipih, tulang pendek, Meskipun lebih ringan dibanding tulang kompak dan strulturnya berongga, tulang spons masih termasuk kuat untuk menahan suatu tekanan. Tulang spons tidak terorganisasi seperti tulang         kompak. Letak osteosit tidak teratur di dalam trabekula. Ruang-ruang kosong dalam tulang spons seringkali berisi tulang merah. Kanalikuli berperan   menyalurkan nutrisi dari sumsum tulang merah.
Ø  Bentuk Tulang
Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan atas tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, tulang sesamoid, dan tulang tidak beraturan.
·         Tulang pipa
Tulang pipa atau tulang panjang merupakan tulang yang berbentuk seperti pipa dengan kedua ujung membulat berbentuk bonggol. Kedua ujung tulang pipa yang membulat disebut epifise. Sebagian besar epifise disusun oleh tulang spons yang mengandung sumsum tualng merah. Pada epifise biasa terdapat lapisan tipis kartiligo halian tempat terjadinya persendian.
bagian tengah atau bagian yang memanjang disebut diafisae. Pada diafise terdapat rongga besar yang berisi sumsum tulang kuning. Dinding rongga tersebut disusun oleh tulang kompak dan dilapisi oleh suatu membrane tipis yang disebut endosteum.
Diantara epifise dan diafise terdapat metafise. Pada metafise terdapat suatu bagian yang disebutcakra epifise.cakra epifis  terdiri atas tulang rawan dan mengandung banyak osteoblas Cakra epifise merupakan bagian tulang pipa yang dapat tumbuh memanjang terutama dalam usia pertumbuhan.
Cakraepifisis orang dewasa ( sekitar umur 20 ) tidak tumbuh meninggi lagi karena sudah menulang semua. Kemudian tulang pipa juga memiliki lapisan periostum yang menyelimuti seluruh tulang. Periosteum, yaitu selaput yangmenyelimuti bagian luar tulang. Periosteum mengandungosteoblas (sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat, dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempat melekatnya otototot skeleton ke tulang dan berperan dalam nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusuk.
Sumsum tulang-tulan pipa dibedakan atas sumsum tulang merah dan sumsum tulang kuning. Sumsum tulang merah berperan aktif dal;am pembentukan sel-sel darah merah , sel darah putih, dan keeping darah. Sumsum tulang kuning tidak aktif dalam pembentukan  sel-sel darah. Mereka keanyakan  hanya berperan sebagai tempat penyimpanan cadangan makan ( pembentuk lemak ). Sumsum tulang kuning dapat berperan membentuk sel-sel darah jika seorang menderita penyakit anemia hebat, misalnya karena penyakit malaria, cacing tambang, atau pendarahan hebat.
Sumsum tulang dapat rusak karena pengaruh obat-obat sulfa yang berlebihan dan pengaruh racun yang dikeluarkan oleh cacing tambang. Seorang anak yang masih bayi, seluruh bagian tulangnya berisi sumsum tulang merah. Pada orang dewasa, sumsum merah hanya terdapat pada bagian tulang yang berongga, sedangkan bagian lainnya berisi sumsum kuning.
Pada permukaan luar tulang pipa terdapat semacam selaput yang disebut periosteum. Periosteum berperan untuk melindungi tulang dan tempat melekatnya tendon dan ligament. Periosteum menutupi semua permukaan luar tulang, kecuali pada daerah persendian. Periosteum mengandung banyak pembuluh darah, pembuluh limfa dan saraf. Oleh karena itu, kerusakan pada peristeum akibat patah tulang dapat menyebabkan rasa sakit / nyeri. Contoh tulang pipa antara lain adalah tulang paha, tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang betis, dan tulang kering.
·         Tulang pipih
Tulang pipih merupakan tulang yang berbentuk seperti lempengan. Tulang pipih mempunyai dua lapisan tulang kompak, yaitu lamina eksterna dan interna ossis karnii. Kedua lapisan dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa disebut diploe.  dan di tengahnya berupa lapisan tulang seperti bunga karang (spons) yang di dalamnya berisi sumsum merah sebagai tempat pemben-tukan selsel darah Tulang piph berperan untuk melindungi organ-organ dibawahnya dan tempat melekatnya otot. Contoh tulang pipih antara lain adalah tulang tengkorak, tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belikat.
·         Tulang pendek
Tulang pendek merupakan tulang yang strukturnya berukuran pendek dan berbentuk bulat atau kubus. Tulang ini mempunyai inti tulang spongiosa yang dikelilingi tulang kompak.tulang pendek berperan dalam meredam pengaruh goncangan yang keras dan terdapat pada persendian yang kompleks. Contoh tulang pendek adalah tulang telapak tangan dan telapak kaki., ruas – ruas tulang belakang.
·         Tulang sesamoid
Tulang sesamoid merupakan tulang kecil berbentuk biji. Tulang sesamoid terdapat di dalam tendon yang menghubungkan tulang-tulang ke otot. Contoh tulang sesamoid adalah tulang palela.



·         Tulang tidak beraturan
Tulang tidak beraturan merupakan tulang-tulang dengan bentuk tidak menetu. Contoh tulang ini adalah tulang vertebra, tulang rahang, tulang wajah, dan tulang pangg


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya denganpenyakit adalah histopatologi.
Ada empat kelompok jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasukmanusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti artropoda: jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan penyokong, dan jaringan saraf.
3.2  Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun agar dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi, atas perhatiannya penulis ucapkan terimakasih.







Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts