Yazhid Blog

.

Tuesday, 25 November 2014

Makalah fosfolipid

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang                  Secara umum senyawa yang disebut lipid biasanya di artikan sebagai suatu senyaw... thumbnail 1 summary
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
                 Secara umum senyawa yang disebut lipid biasanya di artikan sebagai suatu senyawa yang dalam pelarut tidak larut dalam air, namun larut dalam organik. Contohnya benzena, eter, dan kloroform. Suatu lipid tersusun atas asam lemak dan gliserol. Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya, maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin, trigliserida, steril ester dan fosfolipid), kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid), kombinasi dengan protein (lipoprotein). lipid yang sangat bervariasi struktur dan fungsinya, mulai dari volatile sex pheromones sampai ke karet alam. Berdasarkan komponen dasarnya, lipid terbagi ke dalam lipid sederhana (simple lipid), lipid majemuk (compound lipid), dan lipid turunan(derived lipid).
                 Berdasarkan sumbernya, lipid dikelompokkan sebagai lemak hewan (animal fst), lemak susu (milk fat), minyak ikan (fish oil), dll. Klasifikasi lipid ke dalam lipid majemuk karena lipid tersebut mengandung asam lemak yang dapat di sabunkan, sedangkan lipid sederhana tidak mengandung asam lemak dan tidak dapat di sabunkan. Lipid seperti lilin (wax), lemak, minyak, dan fosfolipid adalah ester yang jika dihidrolisis dapat menghasilkan asam lemak dan senyawa lainnya termasuk alkohol. Steroid tidak mengandunga asam lemak dan tidak dapat dihidolisis. Lipid berperan penting dalam komponen struktur membran sel.
                 Lemak dan minyak dalam bentuk trigliserol sebagai sumber penyimpan energi, lapisan pelindung, dan insulator organ-organ tubuh beberapa jenis lipid berfungsi sebagai sinyal kimia, pigmen, juga sebagai vitamin, dan hormon. Fosfolipida memiliki seperti trigliserida. Bedanya, pada fosfolipida satu asam lemaknya digantikan oleh gugus fosfat yang mengikat gugus alcohol yang mengandung nitrogen, contohnya yaitu fosfatidiletanolamin (sefalin), fosfatidilkolin (lesitin), dan fosfatidilserin.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Pengertian fosfolipid
2.      Bagaimana sifat fosfolipid
3.      Apa fungsi dari fosfolipid
4.      Bagaimna cara biosintesis fosfogliserida
5.      Bagaimna penggolongan dan jenis fosfolipid
1.3 Tujuan Penulisan
1.      Agar dapat mengetahui pengertian fosfolipid
2.      Agar dapat mengetahui sifat fosfolipid
3.      Agar dapat mengetahui fungsi fosfolipid
4.      Agar  dapat mengetahui cara biosintesis fosfogliserida
5.      Agar dapat memahami penggolongan dan jenis fosfolipid




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Fosfolipid
                 Fosfolipid adalah golongan senyawa lipid dan merupakan bagian dari membran sel makhluk hidup bersama dengan protein, glikolipid dan kolesterol. Fosfolipid terbentuk dari gliserol dengan dua gugus alkohol yang membentuk gugus ester dengan asam lemak (dari kelas yang berbeda), dan satu gugus alkohol membentuk gugus ester dengan asam fosforat. Oleh karenanya fosfolipid ialah suatu fosfogliserida. Senyawa-senyawa dalam golongan fosfogliserida ini dapat dipandang sebagai derivat asam alfa fosfatidat. Gugus yang diikat oleh asam fosfatidat ini antara lain kolin , etanolamina, serin dan inositol. Dengan demikian senyawa yang termasuk foslipid ini ialah fosfatidilkolin, fosfatidiletanolamina, fosfatididilserin dan fosfatidilinositol. Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti salah satu rantai asam lemak.
            Penggunaan fosfogliserida adalah:
1.      Sebagai komponen penyusun membran sel
2.      Sebagi agen emulsi

Struktur dari Fosfolipid
Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel
            Fosfolipid terdiri atas empat komponen:
1.      asam lemak
2.      gugus fosfat,
3.      alkohol yang mengandung nitrogen, dan
4.      suatu kerangka.
                 Fosfolipid memiliki kerangka gliserol dan 2 gugus asil. Pada posisi ketiga dari kerangka gliserol di tempati oleh gugus fosfat yang terikat pada amino alkohol. Molekul fosfolipid dapat dipandang terdiri dari dua bagian, yaitu kepala dan ekor. Bagian kepala memiliki muatan positif dan negatif serta bagian ekor tanpa muatan. Bagian kepala karena bermuatan bersifat hidrofilik atau larut dalam air, sedangkan bagian ekor bersifat hidrofobik atau tidak larut dalam air. Fosfolipid digolongkan sebagai lipid amfipatik.
2.2 Sifat Fosfolipid
                 Pada umumnya fosfolipid terdapat dalam sel tumbuhan, sel hewan dan juga pada manusia. Pada tumbuhan fosfolipid terdapat dalam kedelai, sedangkan pada manusia ataupun hewan terdapat dalam telur, otak, hati, ginjal, pankreas, paru-paru dan jantung.
                 Fosfatidilkolin atau lesitin mula-mula diperoleh dari kuning telur (lekhytos), karena itu sebabnya diberi nama lesitin. Jenis lesitin tergantung pada jenis asam lemaknya. Asam lemak yang terdapat pada lesitin antara lain adalah asam palmitat, stearate, oleat, linoleat, dan linolenat. Asam lemak yang mengikat pada atom karbon nomor 1 pada umumnya adalah asam lemak jenuh, dan yang terikat pada nomor 2 adalah asam lemak tak jenuh. Lesitin ini berupa zat padat yang juga lunak seperti lilin, warnanya putih dan dapat di ubah menjadi coklat bila terkontaminasi dengan cahaya dan bersifat higroskopik dan apabila dicampur dengan air maka akan terbentuk larutan koloid.
                 Apabila lesitin dikocok dengan asam sulfat akan terjadi asam fofatidat dan kolin. Selain itu apabila dipanaskan dengan basa atau asam maka akan menghasilkan asam lemak, kolin, gliserol dan asam fosfat.
                 Senyawa ini dapat menyebabkan terjadinya hemolisis, yaitu proses perusakan sel-sel darah merah. Hemoglobin, suatu protein gabungan yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) diubah menjadi bilirubin yang terkumpul dalam darah dan kadang-kadang dapat menimbulkan warna kuning pada kulit. Akibatnya orang akan terkena penyakit anemia, yaitu kekurangan sel darah merah dalam tubuh.
2.3 Fungsi Fosfolipid
                 Fungsi dari fosfolipid antara lain sebagai bahan penyusun membran sel. Beberapa fungsi biologik lainnya antara lain adalah sebagai surfaktan paru-paru yang mencegah perlekatan dinding alveoli paru-paru sewaktu ekspirasi.
Contoh :
Kolin                               Fosfotidilkolin
Serin                                Fosfotidilserin
Metanolamin                    Fosfotidilmetanolamin
2.4 Biosintesis Fosfogliserida
                 Senyawa fosfogliserida utama yang merupakan komponen membrane sel dan lipoprotein adalah fosfatidiletanolamin, fosfatidilkolin, fosfatidilserin, fosfatidilnositol, dan kardiolipin.
                 Jalur metabolisme yang terjadi dalam jaringan hewan dan tumbuhan tinggi berbeda dengan yang terjadi dalam sel bakteri. Namun pada kedua hal tersebut, nukleotida sitidin dipakai sebagi senyawa pengangkutnya.
                 Jalur biosintesis fosfatidiletanolamin, fosfatidilkolin, fosfatidilserin, fosfatidilnositol, dan kardiolipin  di dalam jaringan hewan adalah sebagai berikut :
a)      Jalur biosintesis fosfatidiletanolamin
                 Dimulai dengan proses fosforilasi etanolamin oleh ATP menghasilkan fosfoetanolamin. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim etanolamin kinase. Selanjutnya fosfoetanolamin bereaksi dengan sitidin trifosfat (CTP) mengahsilkan sitidin difosfoetanolamin (cp-ethanolamin), dikatalisis oleh enzim fosfoetanolamin sitidil transferase.
                 Pada akhir tahap biosintesis fosfatidiletanolamin, bagian sitidin monofosfat (CMP) dari CDP-ethanolamine dilepaskan, sedangkan bagian fosfoetanolaminnya dipindahkan ke molekul diasilgliserol. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim fosfoetanolamin transferase yang terdapat di dalam membrane reticulum endoplasma.
b)      Jalur biosintesis fosfatidilkolin
                        Pembentukan fosfatidilkolin di dalam jaringan hewan dapat berlangsung dengan dua macam:
§  Proses metilasi gugus amino dari fosfatidiletanolamin dengan S-adenosil metionin sebagai donor gugus metal yang dikatalisis oleh enim fosfatidiletanolamin metiltransferase.
§  Dimulai denga kolin sebagai senyawa pemulanya dan jalur reaksi pembentukan fosfatidilkolin berlangsung seperti untuk biosintesis fosfatidiletanolamin. Dalam hal ini dilibatkan tiga macam enim, berturut-turut: kolin kinase, untuk pembentukan fosfokolin dari kolin dan ATP ; fosfokolin sitidiltransferase, untuk pembentukan CDP-kolin dari fosfokolin dan CTP ;dan fosfokolin transferase, untuk pembentukn fosfatidilkolin dari CDP-kolin dan diasilgliserol


c)      Jalur biosintesis fosfatidilserin adalah sebagai berikut :
                        Dalam jaringan hewan, fosfatidilserin terbentuk dari reaksi antara fosfatidiletanolamin dengan serin :
            Fosfatidiletanolamin + serin  bolak balik fosfatidilserin + etanolamin
                        Sebaliknya, fosfatidiletanolamin dapat terbentuk dari fosfatidilserin            dengan proses dekarboksilasi :
            Fosfatidilserinà fosfatidiletanolami + CO2
                 Dalam sel bakteri, seperti bakteri Escheria coli, pembentukan fosfatidilserin berlangsung dengan jalur reaksi yang berbeda pada jarringan hewan. Jalur reaksi dimulai dengan pengaktifan asam fosfatidat oleh CTP menghasilkan sitidin difosfat diasilgliserol, dikatalisis oleh enzim fosfatidatsitidintransferase. Pada tahap reaksi berikutnya, CDP-diasilgliserol bereaksi dengan serin, dikatalisis oleh enzim CDP-diasilgliserol serin O-fosfatidiltransferase, menghasilkan fosfatidilserin dan sitidin monofosfat (CMP).
d)     Jalur biosintesis fosfatidilnositol adalah sebagai berikut:
                 Dalam jaringan hewan, CDP-diasilgliserol (yang terbentuk dari asam fosfatidat) berperan sebagai senyawa sumber untuk biosintesis fosfatidilinositol dan fosfatidilgliserol. Fosfatidilinositol terbentuk dari reaksi antara CDP-diasilgliserol dan inositol, yang dikatalisis oleh enzim CDP-diasilgliserol inositol transferase.  Di dalam jaringan otak fosfatidilinositol dapat difosforilasi oleh ATP menghasilkan fosfatidilinositol-monofosfat, -difosfat dan seterusnya mengahsilkan senyawa polifosfoinositida, yang peranannya di dalam otak belum jelas.
e)      Jalur biosintesis kardiolipin adalah sebagai berikut:
                 Fosfatidilgliserol terbentuk dari CDP-diasilgliserol. Jalur reaksi dimulai dengan pembentukan 3-fosfatidil-1gliserol-3-fosfat dari CDP-diasilgliserol dan gliserol-3-fosfat, dikatalisis oleh enim gliserolfosfat fosfatidiltransferase.  Fosfatidil gliserol yang terbentuk ini merupakan pra zat untuk biosintesis difosfatidilgliserol, yang secara umum disebut kardiolipin. Dua puluh persen lipida yang terdapat dalam membrane mitokondrion sel hewan merupakan kardiolipin.
                 Di dalam sel bacteria pembentukan kardiolipin tidak menggunakan CDP-diasilgliserrol, melainkan langsung tertjadi dari reaksi kondensasi dua molekul fosfatidilgliserol.
2.5 Penggolongan Dan Jenis Fosfolipid
A.       Gliserol fosfolipid ( kalau alkoholnya gliserol )
1)   Asam fosfatidat dan fosfatidilgliserol : hanya mengandung gliserol, asam lemak dan asam fosfat. Difosfatidilgliserol dikenal dengan nama kardiolipin dan terdapat di dalam mitokondria. Penting sebagai perantara dalam sintesis triasilgliserol dan fosfolipid, ditemukan sedikit dalam jaringan
2)   Fosfatidil kolin (lesitin) : mengandung asam fosfat dan kolin. Lesitin tersebar luas dalam sel-sel tubuh dan mempunyai tugas metabolik dan struktur misal dalam membran. Dipalmitil lesitin adalah zat yang sangat efektif untuk mencegah perlengketan permukaan dalam paru-paru yang disebabkan tegangan permukaan. Tidak adanya dipalmitil lesitin pada paru-paru bayi prematur menyebabkan gangguan pernafasan.
3)   Fosfatidil etanolamin : mengandung asam fosfatidat dan etanolamin.
4)   Fosfatidil inositol : mengandung asam fosfatidat dan inositol
5)   Fosfatidil serin : mengandung asam fosfatidat dan asam amino serin
6)   Plasmalogen: menyerupai lesitin dan sefalin, kecuali ikatan ester asam lemak pada posisi pada karbon gliserol diganti oleh ikatan ester dengan suatu alkohol tak jenuh.Senyawa ini merupakan 10% fosfolipid otak dan otot.

B.       Sfingofosfolipid (alkoholnya sfingosin)
                 Termasuk di dalamnya sfingomielin: tidak mengandung gliserol. Pada hidrolisa akan dihasilkan asam lemak, asam fosfat, kolin, dan suatu alkohol yang mengandung gugus amina yang disebut sfingosin. Fungsi
1)   Sebagai bahan penyusun membran sel. Beberapa fungsi biologik lainnya antara lain adalah sebagai surfactant paru-paru yg mencegah perlekatan dinding alveoli paru-paru sewaktu ekspirasi.
2)   Lipida membran yang paling banyak ditemukan adalah Fosfolipida yang berfungsi terutama sebagai unsur struktural membran dan tidak pernah disimpan dalam jumlah banyak. Golongan lipida ini mengandung fosfor dalam bentuk gugus asam fosfat, fosfolipida utama yang ditemukan membran adalah Fosfogliserida.
3)   Dalam hati dan otot, fosfolipid bersama-sama L-karnitin berperanan dalam mencegah proses pelemakan.
4)   Fosfolipid ini bersama-sama vitamin E yang ada dalam kedelai juga digunakan oleh sebagian pasien dislipidemia untuk menurunkan kadar kolesterol-LDL dan trigliserida.
5)   Fosfolipid juga bertindak sebagai agen pengemulsi, dengan membantu lemak-lemak lain terampai dalam darah dan cecair tubuh.
6)   Fosfolipid sebagai pengatur proses biologis dalam tubuh, seperti: koneksi sistem saraf dan beberapa penyakit terkait kerja saraf. Meskipun fosfolipid bukan termasuk senyawa essensial, namun keberadaannya dalam makanan memiliki dampak positif bagi kesehatan antara lain : mencegah penyakit liver, pengontrol kadar kolesterol, perkembangan sistem otak dan saraf.
7)   Fosfolipid menuyusn 20-25% berat kering otak manusia dewasa. Fosfolipid berperan dalam membentuk kerangka membran sel otak, sehingga kinerja fosfolipid akan sangat berpengaruh pada tingkat kecerdasan manusia. Diet tersuplementasi kolin dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada otak yang dapat berdampak pada peningkatan proses kognitif manusia dewasa.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
                 Fosfolipid adalah golongan senyawa lipid dan merupakan bagian dari membran sel makhluk hidup bersama dengan protein, glikolipid dan kolesterol. Fosfolipid terbentuk dari gliserol dengan dua gugus alkohol yang membentuk gugus ester dengan asam lemak (dari kelas yang berbeda), dan satu gugus alkohol membentuk gugus ester dengan asam fosforat.
                 Pada umumnya fosfolipid terdapat dalam sel tumbuhan, sel hewan dan juga pada manusia. Pada tumbuhan fosfolipid terdapat dalam kedelai, sedangkan pada manusia ataupun hewan terdapat dalam telur, otak, hati, ginjal, pancreas, paru-paru dan jantung.
                 Fungsi dari fosfolipid antara lain sebagai bahan penyusun membran sel. Beberapa fungsi biologik lainnya antara lain adalah sebagai surfaktan paru-paru yang mencegah perlekatan dinding alveoli paru-paru sewaktu ekspirasi.
3.2 Saran

                 Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun agar dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi, atas perhatiannya penulis ucapkan terimakasih.
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts