Yazhid Blog

.

Monday, 24 November 2014

Makalah Elektrolit

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Elektrolit yang terdapat pada cairan tubuh akan berada dalam bentuk ion bebas (free ions). S... thumbnail 1 summary
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
Elektrolit yang terdapat pada cairan tubuh akan berada dalam bentuk ion bebas (free ions). Secara umum elektrolit dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu kation dan anion. Jika elektrolit mempunyai muatan positif (+) maka elektrolit tersebut disebut sebagai kation sedangkan jika elektrolit tersebut mempunyai muatan negatif (-) maka elektrolit tersebut disebut sebagai anion. Contoh dari kation adalah natrium (Na ) dan nalium (K ) & contoh dari anion adalah klorida (Cl ) dan bikarbonat (HCO ). Elektrolit- elektrolit yang terdapat dalam jumlah besar di dalam tubuh antara lain adalah natrium (Na ), kalium (K ) kalsium (Ca ), magnesium (Mg ), klorida (Cl ), bikarbonat (HCO ), fosfat (HPO ) dan sulfat (SO) Di dalam tubuh manusia, kesetimbangan antara air (HO) elektrolit diatur secara ketat agar sel-sel dan organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Pada tubuh manusia, elektrolit-elektrolit ini akan memiliki fungsi antara lain dalam menjaga tekanan osmotik tubuh, mengatur pendistribusian cairan ke dalam kompartemen badan air (body’s fluid compartement), menjaga pH tubuh dan juga akan terlibat dalam setiap reaksi oksidasi dan reduksi serta ikut berperan dalam setiap proses metabolisme.

1.2. Rumusan Masalah
1. apa yangdi maksud dengan elektrolit ?
2. Bagaimana pemeriksaan elektrolit darah ?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Defenisi elektrolit
Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-io merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbebntuk asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat. Elektrolit meruupakan senyawa yang beriktan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaClyang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalam bentuk larutan atau lelehan atau bentuk liquid dan aqueous. Sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit.  

2.2. Pemeriksaan Elektrolit Darah
1.      Natrium (Na)
Adalah kation terdapat banyak pada cairan elektorlit ekstra seluluer, mempunyai efek menahan air, berfungsi untuk :
a.       Mempertahankan cairan tubuh
b.      Konduksi imupuls neuromuskuler
c.       Aktivitas enzim
Nilai  normal dalam serum :
Dewasa           : 135-145 mEq/L, atau 135-145 mmol/L
Bayi                 : 134-150 mEq/L
Anak               : 135-145 mEq/L
Dalam Urine    : 40-220 mEq/L/24 jam
Klinis:
a.       Penurunan natrium terdapat pada penderita muntah, diare, penghisapan lambung, cedera jaringan, diet rendah garam, luka bakar, gagal ginjal, penggunaan obat diuretik furosemid, thiazid dan manitol.
b.      Peningkatan natrium terdapat pada penderita: dehidrasi, muntah, diare, gangguan jantung kronis, hiperfungsi adrenal, gagal hepatik, intake Na tinggi, dan penggunaan obat kortison, antibiotik, laksansia dan obat batuk.

Makanan sumber natrium : garam dapur, corned beef, daging babi, ham, ikan kaleng, keju, buah ceri, saus tomat, acar, minyak zaitun, kripik kentang dan pepsicola.
2.      Kalium (K)
Adalah elektrolit yang berada pada cairan vaskuler dan 90% dikeluarkan melalui urime, rata-rata 40 mEq/L atau 25-120 mEq/24 jam walau input kalium rendah. Berperan penting dalam pengaturan impuls neuromuskular terutama denyut jantung.
Nilai normal :
Dewasa           : 3,5-5,0 mEq/L, atau 3,5-5,0 mmol/L
Bayi                 : 3,6-5,8 mEq/L
Anak               : 3,6-5,8 mEq/L
Klinis :
hiperkalemia dapat terjadi apabila ada gangguan ginjal, oliguria, anuria, infus KCl, perlukaan, metabolik asidosis dan penggunaan obat terutama sefalosforin, heparin, epinefrin, histamin, isoniazid dan spironolakton. Hiperkalemia dapat terjadi karena input kalium rendah dan ekskresi lewat urine berlebihan, misalnya pada penyakit  muntah, diare dehidrasi, malnutrisi, diet ketat, trauma, luka pembedahan, dan penghisapan lambung, DM asidosis, banyak makan permen, luka bakar, hiperaldosteron, alkalosis metabolik dan penggunaan obat terutama diuretik, kortisone, estrogen, insulin, litium karbonat dan aspirin. Kadar kalium serum  < 2,5 mEq/L atau lebih dari 7,0 mEq/L dapat menimbulkan kematian.
Makanan sumber kalium :Buah-buahan, sari buah, kacang-kacangan, buah kering, sayuran, kopi, teh dan cola.

3.      Klorida (Cl)
Merupakan anion yang banyak terdapat pada cairan ekstra seluler, tidak berada dalam serum, berperan dalam keseimbangan  cairan tubuh, keseimbangan asam basa dan dengan natrium menentukan osmolalitas. Cl sebagian besar terikat dengan Na dalam bentuk NaCl.
Nilai normal :
Dewasa           : 95-105 mEq/L, atau  95-105 mmol/L
Bayi                 : 98-110 mEq/L
Anak               : 95-110 mEq/L
Bayi baru lahir : 94-112 mEq/L
Klinis :
Penurunan kadar Cl dapat terjadi pada penderita muntah, penghisapan lambung, diare, diet rendah garam, GE, kolitis, isufisiensi adrenal, infeksi akut, luka bakar, alkalosis metabolik, terlalu banyak keringat, gagal jantung kronis, asidosis respiratorik, penurunan kadar kalium dan natrium dan dapat juga karena penggunaan obat thiazid, diureti loop, dan bikarbonat.
Peningkatan klorid dapat terjadi pada penderita dehidrasi, hiperfungsi adrenal, peningkatan Na, cedera kepala, decompensasio cordis, infus NaCl, asidosis metabolik, gangguan ginjal dan dapat juga karena obat amonium chlorid (OBH) , penggunaan kortison dan asetazolamid.

4.      Kalsium  (Ca)
Merupakan elektolit yang berada pada serum dan berperan dalam membentuk keseimbangan elektrolit, pencegahan tetani, dan dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya gangguan pada paratiroid dan tiroid.
Nilai normal
Dewasa
Serum : 4,5-5,5 mEq/L, atau 9-11 mg/dL atau 2,3-2,8 mmol/L
Urine   : dalam 24 jam<150 mg (diet rendah Ca), 200-300 md (diet tinggi Ca)
Anak               : 4,5-5,8 mEq/L atau 9-11,5 mg/Dl
Bayi                 : 5,0-6,0 mEq/L atau 10-12 mg/dL
Bayi baru lahir : 3,7-7,0 mEq/L atau 7,4-14,0 mg/Dl

Klinis :
Penurunan ca dalam serumdapat terjadi pada malabsorbsi saluran cerna, kekurangan intake Ca dan vitamin D, hipotiroid, gagal ginjal kronis, infeksi yang luas, luka bakar, pankreatis, alkoholisme, diare, kehamilan dan dapat juga karena penggunaan obat laksansia, kortison, gentamycin, antasid Mg, heparin, insulin, dan asetazolamid (diamox).
Peningkatan kadar Ca terdapat pada hipertyroid, malignancy pada tulang, paru-paru , payudara, kandung kencing dan ginjal, hipervitamin D, imobilisasi lama, fraktur multiple, batu  ginjal dan olahraga berlebihan.
5.      Magnesium (Mg)
Merupakan elektrolit ion + (kation), berada pada cairan ekstra seluler dan sel menempati urutan terbanyak kedua, dieksresi melalui ginjal dan feses, nerpengaruh pada peningkatan K, Ca dan protein yang berperan untukn aktivasi neuromuskular dan enzim pada metabolisme hidrat arang dan protein. Penurunan kadar Mg biasanya diikuti juga oleh penurunan ion lain.
Nilai normal : 85-135 ml/min
Klinis :
Penurunan magnesium terdapat apada malnutrisi protein, malabsorbsi, sirosis hati, alkoholime, hipoparatiroid,, hipoaldosteron, hipokalemia, diare kronis, reseksi usus, dehidrasi dan karena penggunaan abat diuretik, kalsium glukomnas, ampoterisin B,  neomicin, dan insulin.
Peningkatan magnesium dalam darah terdapat pada penderita dehidrasi berat, gangguan ginjal, leukemia limpasitik dan mielosistik, DM awal, obat antasid terutama Mg dan Laksansia Mg.
Makanan sumber Mg : ikan laut, daging, sayuran hijau, buji-bijian dan kacang-kacangan.
6.      Posfor (P)
Merupakan anion phospat yang berada dalam darah seimbangan dengan kadar kalsium yan diatur oleh hormon parathyroid.
Nilai normal :
Dewasa           : 1,7-2,6 mEq/L, atau 2,5-4,5 mg/dL, atau 0,78-1,52 mmol/L-Unit SI
Bayi                 : 4,5-6,7 mg/dL
Anak               : 4,5-5,5 mg/dL
Bayi baru lahir : 3,8-8,6 mg/dL
Klinis :
Penurunan kadar posfor terdapat pada kasus kelaparan, malabsorbsi, hiperparatiroidisme, hiperkalsemia, hipermagnesia, alkoholime, defisiensi vitamin D, asidosis DM, miksedema, penghisapan lambung, muntah-muntah dan dapat juga karena penggunaan obat antasid, epinefrin dan insulin.
Peningkatan kadar posfor terdapat pada gangguan ginjal, hipotiroid, hipervitamin D, tumor tulang, akromegali, chusing sindrom dan sarkoidosis.
7.      Analisa Gas Arteri (AGDA)
Adalah pemeriksaan terhadap darah arteri untuk mengkaji adanya gangguan keseimbangan asam basa karena gangguan metabolik atau gangguan respiratorik.

Rujukan Normal AGD
No.
komponen
Nilai rujukan
keterangan
1
PH
7,35-7,45/7,36-7,44
Dewasa/anak
2
PCO2
35-45 mmHg
3
PO2
75-100 mmHg
4
HCO3
24-28 mEq/L
5
BE ( Base Exess)
+2—2(+2 mEq/L)

Klinis
No.
Hasil AGDA (Analisa Gas Darah Arteri)
Klinis
1
PH < 7,35
Asidosis
2
PH > 7,45
Alkalosis
3
PH < 7,35 dan peningkatan
PaCO2 > 45 mmHG
Asidosis respiratorik
4
PH > 7,45, PaCO2 < 35 mmHg
Alkalosis respiratorik
5
PH < 7,35, HCO3 < 24 mEq/L
Asidosis metabolic
6
PH > 7,45, HCO3 > 28 mEq/L
Alkaloisis metabolic












BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan
Secara umum elektrolit dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu kation dan anion. Jika elektrolit mempunyai muatan positif (+) maka elektrolit tersebut disebut sebagai kation sedangkan jika elektrolit tersebut mempunyai muatan negatif (-) maka elektrolit tersebut disebut sebagai anion. Contoh dari kation adalah natrium (Na ), Kalsium (Ca) natrium (K ) dan Magnesium (Mg) & contoh dari anion adalah klorida (Cl), Fosfor  dan bikarbonat (HCO ).












DAFTAR PUSTAKA

Sutedjo,AY.2006.”mengenal penyakit melalui hasil pemeriksaan laboratorium”. Amarah Books: Yogyakarta
( http://id.m.wikipedia.org/wiki/elektrolit ), diakses tanggal 27 1 oktober 2014















MAKALAH ELEKTROLIT

aak.png

OLEH
KELOMPOK V
LD. YAZID B.
APRIANUS
JENY MARIANTY H.P.
ASMITA


AKADEMI ANALIS KESEHATAN
KENDARI
2014


KATA PENGANTAR


A025


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga penulisan makalah ini yang berjudul “Elektrolit” selesai tepat pada waktunya.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan guna penulisan makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Atas perhatiannya penulis ucapkan terima kasih banyak.




Kendari,   oktober  2014

Penulis





Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts