Yazhid Blog

.

Tuesday, 30 April 2013

PEDOMAN TES MALARIA

PEDOMAN TES MALARIA Pengertian    :     Tes malaria adalah tes laboratorium yang dapat memberikan informasi tentang parasit khususnya ... thumbnail 1 summary

PEDOMAN TES MALARIA

Pengertian    :     Tes malaria adalah tes laboratorium yang dapat memberikan informasi tentang parasit khususnya genus Plasmodium sebagai penyebab  penyakit malaria.
Tujuan          :     Untuk menunjang diagnosis, memantau perjalanan penyakit, efektifitas pengobatan, dan penyakit malaria
Prosedur:
1. Dilaksanakan oleh petugas laboratorium/analis yang telah terlatih, jika perlu  dikonfirmasi oleh dokter yang bertugas
2.  Pra Analitik
a. Persiapan pasien :
-           Pengambilan  sampel  dilakukan  sebelum  pasien  menggunakan  obat antimalaria.
-        Waktu pengambilan sampel harus tepat yaitu pada saat demam
b.   Persiapan sampel  :
Darah dapat berupa darah kapiler atau darah vena yang diberi antikoagulan Na Citrat 3,8%, atau EDTA.
  c. Alat dan Bahan:
-       Kapas alkohol 70%
-       Blood lancet
-       Etil alkohol
-       Object glass
-       Larutan Giemsa dengan larutan Buffer Ph 7,2
-       Air kran/aquades
-       Mikroskop
3.  Analitik
A. Tes Pembuatan Sediaan Darah Tebal dan Tipis
1.      Bersihkan ujung jari atau anak telinga dengan kapas alkohol 70%. Biarkan mengering.
2.      Tusuk kulit dengan jarum (blood lancet) dengan cepat, cukup dalam sehingga darah dapat mengalir secara bebas tanpa diperas (dipijat). Tetesan darah pertama dibuang.
3.      Buat sediaan darah tebal dengan cara meneteskan sebanyak 3 - 4 tetes darah pada daerah dekat ujung object glass yang bersih dan bebas dari lemak. Dengan sudut object glass yang lain campurkan tetesan darah tersebut secara membulat sehingga diameternya sekitar 20 mm. Ketebalannya sedemikian rupa sehingga masih  bisa membaca koran yang diletakkan di belakang sediaan tersebut.
4.      Buatlah sediaan darah tipis pada sisa tempat di object glass yang sama.
5.      Tempatkan di kotak sediaan atau letakkan horizontal agar mengering. Lindungi terhadap pengotoran oleh debu atau gangguan lalat, dan kecoa. Sediaan darah tebal kadang-kadang perlu waktu 2 jam untuk menjadi kering.

B. Prosedur Pewarnaan

Cara Pembuatan Larutan Buffer

Larutan Buffer terdiri atas 2 stok larutan yaitu:

-          Dinatrium phosphate, anhydrous (Na2HPO4) 9,5 gr per liter

-          Natrium asam phosphate (NaH2PO4H2O) 9,2 gr per liter
Dari stok larutan ini dibuat larutan buffer dalam air untuk pewarnaan dan pencucian sediaan., sebagai berikut:
Formula untuk 1 (satu) liter
pH
Na2HPO4
NaH2PO4H2O
Aquadest
6,8
49,6 cc
50,4 cc
900 cc
7,0
61,1 cc
38,9 cc
900 cc
7,2
72,0 cc
28,0 cc
900 cc
7,4
80,3 cc
19,7 cc
900 cc

1. Sediaan darah tipis
a.    Sediaan darah tipis difiksasi dengan direndam ethyl alkohol absolut atau metyl alkohol absolut selama 2-3 menit.
b.    Rendam sediaan dalam larutan campuran 1 (satu) cc stock Giemsa dengan 50 cc larutan Buffer air selama 10-45 menit.
c.    Cuci dengan aquadest dan biarkan mengering
2. Sediaan darah tebal
Pada sediaan darah tebal, tidak dilakukan perendaman dengan ethyl alkohol absolut (methyl alkohol absolut), tetapi langsung dengan pewarnaan. Kemudian cuci dengan aquadest dengan hati-hati selama 2 (dua) menit.
C. Pemeriksaan sediaan apusan
-          Periksa sediaan apusan darah di bawah mikroskop dengan lensa obyektif 100x  untuk melihat ada atau tidak parasit malaria, dan untuk mengidentifikasi spesies Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum Plasmodium Malariae, atau Plasmodium ovale.
-          Hasil  tes positif jika ditemukan parasit malaria, dan negatif jika tidak ditemukan parasit malaria.
Nilai rujukan:
Negatif : tidak ditemukan parasit malaria
4. Pasca Analitik
Interpretasi pemeriksaan mikroskopis yang terbaik adalah berdasarkan hitung parasit dengan identifikasi parasit yang tepat.
Hitung parasit pada tetes darah tebal: dihitung berdasar leukosit (eritrosit sudah lisis), yaitu per 200 leukosit.
Contoh: Hasil : 1500 parasit/200 leukosit
              Bila leukosit 8000/uL, hitung parasit: 8000/200 x 1500 par. = 60.000/uL
Penilaian: Hitung parasit < 100.000/uL, mortalitas < 1%
                  Hitung parasit > 500.000/uL, mortalitas >50%
Catatan:
-          baik untuk parasitemia rendah
-          kurang baik bila parasit padat
Secara kasar pada pemeriksaan tetes darah tebal sering dilaporkan dengan kode plus 1(+) satu sampai dengan plus 4 (++++), yang artinya ialah:
   +          :    1-10 parasit per 100 lapang pandang
   ++        :    11-100 parasit per 100 lapang pandang
   +++     :    1-10 parasit per satu lapang pandang
   ++++   :    lebih dari 10 parasit per satu lapang pandang
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

Recent Posts